Google Akan Wajibkan Format File AAB, Gantikan APK

Beberapa aplikasi yang sudah menggunakan format baru ini adalah Netflix dan Riafy.
Google Play Store. (Foto: Tagar/shutterstock)

Jakarta - Google akan mewajibkan semua aplikasi menggunakan format publikasi terbaru, Android App Bundle (.aab), mulai 21 Agustus 2021. Format file AAB ini akan menggantikan Android Package Kit (.apk), yang saat ini digunakan pengembang Android untuk mendistribusikan aplikasi di Google Play.

Format file AAB sebenarnya sudah lama diperkenalkan Google dalam acara Google I/O 2018, tetapi masih belum diwajibkan. Baru-baru ini, Google mengumumkan, Google Play Console memberi tenggat waktu bagi para pengembang aplikasi untuk beralih menggunakan format file AAB hingga paruh kedua 2021.

“Format ini memiliki manfaat untuk aplikasi yang lebih kecil dan perilisan yang lebih sederhana kepada banyak pengguna dan pengembang, serta mendukung investasi berkelanjutan dalam distribusi lanjutan,” tulis Google dalam pengumumannya, sebagaimana dikutip Tagar, Rabu, 25 November 2020.

Saat ini Google mengklaim sudah lebih dari 750.000 aplikasi dan game dipublikasikan di Google Play menggunakan format baru ini. Pendistribusian aplikasinya rata-rata lebih kecil 15% dengan AAB dibanding menggunakan file APK universal.

Beberapa aplikasi yang sudah menggunakan format baru ini adalah Netflix dan Riafy. Dengan penggunaan format baru ini, kedua aplikasi itu mendapatkan tingkat unduhan lebih tinggi dengan ukuran file lebih kecil.

“Ini menguntungkan pengguna Android yang berada di wilayah dengan internet berkecepatan rendah,” tulis Google, seperti dikutip Tagar dari laman Android Developer, Rabu, 25 November 2020.

Melalui pembaruan ini, pengembang dapat memanfaatkan distribusi Play Asset Delivery dan Play Feature Delivery untuk mengirim fitur atau aset yang ukuran unduhannya lebih dari 150 MB. Fitur atau aset itu tidak sepenuhnya diunduh, tetapi menyesuaikan kebutuhan perangkat pengguna.

Lewat ubahan ini, Google Play juga akan mengizinkan aplikasi menyesuaikan bahasa dengan sistem lokal pengguna menggunakan modul language pickers. Selain itu, Google Play juga mengizinkan aplikasi menghapus secara permanen modul fitur dinamis yang digunakan sejak aplikasi dipasang.

Setelah perubahan ini, penggunaan ekstensi file OBB tidak lagi mendapat dukungan. Untuk pembaruan aplikasi yang sudah ada, harus menargetkan API level 30 atau Android 11, mulai November 2021.[]


Penulis: Alfina Nur Hayati

Berita terkait
Hari Guru Nasional, Pak Tino Sidin Mejeng di Google Doodle
Perusahaan raksasa teknologi Google memberikan penghormatan kepada legenda gambar Indonesia, Tino Sidin, lewat persembahan Google Doodle.
Google Uji Coba Fitur Video Tutorial untuk Chrome Seluler
Kedepannya setiap ada pembaruan aplikasi, video tutorial ini akan memuat seluruh fitur pembaruan yang hadir di Chrome.
Digugat Pemerintah AS, Mbah Google Terancam Bangkrut
Pemerintah AS menggugat Google karena perusahaan raksasa internet itu secara ilegal membuat saingannya pincang. Akankah Mbah Google bangkrut?
0
MAKI Daftarkan Uji Materi soal TWK Pegawai KPK ke MK
Masyarakat Anti Korupsi Indonesia mengajukan uji materi soal tes wawasan kebangsaan pegawai KPK ke Mahkamah Agung yang saat ini menjadi polemik.