UNTUK INDONESIA
Golkar: Yusril Jangan Hanya Klaim, Tunjukkan Dukungan Konkret
'Asal Bang YIM bisa memastikan dukungan PBB berbentuk konkret, jangan sekadar klaim tapi tidak nyata ke suara di bawah.'
Yusril Ihza Mahendra saat deklarasi kampanye damai di Monas. (Foto: Instagram/Yusril Ihza Mahendra)

Jakarta, (Tagar 29/1/2019) - Politikus Partai Golkar Dave Akbarshah Fikarno menilai bergabungnya Partai Bulan Bintang (PBB) dalam partai koalisi pendukung Jokowi-Ma'ruf dalam Pilpres 2019 menunjukkan Jokowi sebagai presiden yang diinginkan rakyat.

Namun, Dave ingin Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra akrab disapa YIM bisa memastikan dukungan dalam bentuk konkret.

"Ini memang menunjukkan bahwa Presiden Jokowi yang diinginkan dan dicintai rakyatnya. Bukan sekadar asal dukung, tapi fakta memang menunjukkan keinginan rakyat," ujar Dave kepada Tagar News, Senin (28/1).

Baca juga: Yusril Membawa Gerbong PBB Dukung Jokowi-Ma'ruf, Akhir Januari Diumumkan

"Asal Bang YIM bisa memastikan dukungan PBB berbentuk konkret, ya syukurlah, jangan sekadar klaim tapi tidak nyata ke suara di bawah," lanjutnya.

Wakil Ketua Badan Kerja Sama AntarParlemen (BKSAP) itu menekankan pentingnya Yusril memastikan suara untuk Jokowi-Ma'ruf hingga ke bawah, kader dan pendukung PBB di akar rumput.

Baca juga Yusril: Saya Bukan Antagonisnya Jokowi

Sebelumnya, Partai Bulan Bintang menjadi partai terakhir yang mendeklarasikan dukungan kepada pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut satu (01) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, dalam Rakornas PBB di Ancol, Jakarta Utara, Minggu (27/1).

Dave yang juga Anggota Komisi I itu yakin, Yusril bisa menggerakkan massanya, menambah dukungan untuk Jokowi-Ma'ruf di Pilpres mendatang.

"Kita yakin, Bang YIM memiliki konsep untuk menggerakkan massa yang di bawah beliau," tutur Dave.

Kubu Prabowo: Masyarakat yang Jadi Wasit

Sementara itu dari partai koalisi pendukung Prabowo-Sandi menyatakan menghormati keputusan PBB, sambil menyatakan juga masyarakat yang jadi wasit, dan juga sepertinya masih ada kader PBB yang memilih Prabowo-Sandi.

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Agus Hermanto, dan Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria.

Agus Hermanto mengaku sudah memperkirakan akhirnya PBB merapat ke kubu Jokowi-Ma’ruf. Pasalnya, gelagat dukungan terhadap Jokowi-Ma'ruf sudah diperlihatkan oleh Yusril Ihza Mahendra pendiri PBB.

"Saya sudah melihat bahwa pasti juga akan diikuti oleh jajaran di bawahnya. Menurut kami dari awal memang sudah dapat terbaca permasalahan ini," ujar Agus di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Selatan, Senin (28/1).

Walaupun demikian, Wakil Ketua DPR ini tidak berkecil hati karena menurutnya keputusan untuk menentukan dukungan pemilih sepenuhnya menjadi keputusan rakyat.

"Kita juga tak perlu curiga-mencurigai, rasanya kita juga memberikan kewenangan penuh kepada masyarakat. Karena masyarakatlah yang menjadi wasitnya, menjadi yang menentukan tentang kemenangan-kemenangan, baik Pilpres maupun Pileg," tukas dia.

Hal senada disampaikan Ahmad Riza Patria. Menurutnya, meski kini keputusan Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra berubah, kubu Prabowo-Sandi masih merasakan dukungan dari sejumlah kadernya yang mendukung di Pilpres 2014 silam.

"Kita harus hormati keputusan Pak Yusril mendukung Jokowi-Ma'ruf. Namun, kami juga bersyukur saat 2014 sekali lagi PBB mendukung Prabowo-Hatta, dan sampai hari ini kami merasakan pengurus, kader, caleg, simpatisan dan konstituen daripada PBB itu memberikan dukungan Prabowo-Sandi," ujarnya.

Walaupun akhirnya berbeda tujuan, kata Riza, hubungan Yusril dan Prabowo akan tetap baik.

"Jadi kami pikir, hubungan Pak Prabowo yang baik dengan Pak Yusril tentu akan menghormati dan menghargai," tutupnya. []

Berita terkait
0
Guru Teladan Dimutasi, Warga di Sidrap Boikot Sekolah
karena guru yang dianggap teladan di mutasi Dinas Pendidikan Kabupaten Sidrap. orang tua murid menggelar demonstrasi.