UNTUK INDONESIA
Geng Pelajar SMP Yogyakarta Serang Cafe Ajak Tawuran
Tiga pelajar SMP dari Kota Yogyakarta menyerang kafe di Bantul, mengajak tawuran sekolah lain. Aksi yang bikin onar ini berhasil ditangkap warga.
Tiga anggota geng SMP di Kota Yogyakarta ditangkap warga usia menyerang warung saat hendak mengajak tawuran pelajar sekolah lain di Bantul, Jumat 24 Januari 2020 malam. (Foto: Grup Facebook/Tagar/Evi Nur Afiah)

Bantul - Tiga pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Yogyakarta melakukan aksi pelemparan batu ke warung Cafe Laperpool di Ngestiharjo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul. Di warung tersebut sedang ada kelompok pelajar beda sekolah. Mereka diduga kuat akan mengajak tawuran antar geng pelajar.

Ketiga pelajar yang menyerang dengan batu tersebut berhasil ditangkap warga. Ketiga pelajar tersebut berinisial MI 15 tahun dan AM 15, keduanya warga Ngestiharjo Bantul, dan FRP 16 tahun, warga Patangpuluhan Wirobrajan, Kota Yogyakarta. Pelajar IM dan AM masih kelas II SMP sedangkan RFP kelas III SMP.

Ketiga pelajar yang masih di bawah umur itu langsung diamankan oleh warga. Sempat diinterogasi warga lalu diserahkan ke Polsek Kasihan.

Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Kasihan, Inspektur Polisi Heru Sugiarto saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut. "Memang betul ada kejadian tersebut. Mereka diduga ingin mengajak tawuran dengan kelompok sekolah di Kasihan Bantul," katanya saat dihubungi Tagar, Minggu 26 Januari 2020.

Iptu Heru mengatakan kejadian tersebut pada Jumat 24 Januari 2020 sekitar pukul 22:15 WIB yang bertempat di Cafe Laperpool Dusun Nitiprayan, Desa Ngestiharjo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul. Saat itu sekelompok pelajar dari salah satu SMP di Kasihan selesai nongkrong di tempat tersebut.

Pada saat itu, AM yang merupakan salah satu dari pelaku pelemparan batu juga sudah berada di cafe. AM melihat 12 orang pelajar SMP Kasihan yang duduk di gazebo tengah. Tiba-tiba timbul niat jahat AM untuk mengajak mereka tawuran di jalan. "Pelaku AM yang diduga otak dari kenakalan tersebut," katanya.

Memang betul ada kejadian tersebut. Mereka diduga ingin mengajak tawuran dengan kelompok sekolah di Kasihan Bantul.

AM melalui pesan WhatsApp mengundang teman-teman gengnya dengan kata Aku digep KPLX. Tak lama setelah itu, kemudian kurang lebih delapan orang temannya datang ke lokasi.

Saat kelompok pelajar Kasihan hendak pulang, tiba tiba dikejar dan terjadi aksi kejar-kejaran di jalan. Tak hanya itu, sekelompok pelajar Kasihan juga dilempari batu oleh tiga orang pelajar yang disebut berasal dari salah satu SMP di Kota Yogyakarta.

Beruntung lemparan batu itu tidak mengenai calon korbannya. Sehingga tidak ada korban dalam kejadian tersebut. Pelajar dari SMP di Kasihan merasa tertekan kemudian lari ke arah pemukiman warga.

Sedangkan ketiga pelajar dari Kota Yogyakarta itu yang membuat keributan bisa ditangkap warga. Ketiganya kemudian digelandang ke Mapolsek Kasihan. "Diamankan warga karena meresahkan, kemudian diserahkan ke polisi," kata dia.

Petugas Polsek Kasihan langsung melakukan pemeriksaan terhadap barang bawaan ketiga pelajar tersebut. Namun petugas tidak menemukan senjata tajam, hanya beberapa batu yang dibawanya, yang digunakan untuk menyerang lawannya.

Saat diinterogasi petugas, motif melakukan aksi tersebut karena dendam antar sekolah. "Dugaanya dilatarbelakangi karena dendam antar sekolah," ucapnya.

Tiga pelajar SMP itu, oleh petugas kepolisian kemudian dilakukan pembinaan. Mereka hanya diminta wajib lapor. Alasaannya karena tidak ditemukan unsur pidananya. "Atas kejadian tersebut, jajaran Polsek Kasihan akan lebih memperketat pengawasan terhadap pelajar, terutama tingkat SMP di wilayah Kasihan," kata Iptu Heru. []

Baca Juga:

Berita terkait
Saran Sri Sultan HB X Mengatasi Klitih di Yogyakarta
Klitih semakin meresahkan warga Yogyakarta. Sultan memberi saran agar dialog dengan keluarga diutamakan dalam mengantisipasi klitih.
Pria Dikeroyok hingga Babak Belur di Sleman
Warga Sleman dikeroyok hingga babak belur di dekat perlintasan KA Ambarketawang, Sleman. Polisi masih melakukan pengejaran terhadap enam pelaku.
Dandim Yogya Mutasi Babinsa yang Gagal Cegah Klitih
Kodim 0734 Yogyakarta serius mencegah klitih. Bahkan anggota Babinsa yang berulang gagal mencegah klitih bakal dimutasi keluar Yogyakarta.
0
Eks Camp Vietnam Bakal Dipakai Pasien Virus Corona
Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyiapkan rumah sakit khusus pasien virus corona.