Ambon - Gempa bumi berkekuatan 3.1 magnitudo guncang wilayah Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Maluku, Minggu 16 Juni 2019 pukul 23.00 WIT.

Gempa susulan (aftershock) juga terjadi sebanyak satu kali, Senin 17 Juni 2019 pukul 00:10 WIT. Meski begitu, tidak berpotensi tsunami.

Kepala Badan Meteorologi Klimitologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Pattimura Ambon kepada Tagar, Sunardi menjelaskan episenter gempa bumi terletak pada koordinat 3.28 LS dan 128.31 BT, atau tepatnya berlokasi di darat 8 Km Barat laut Kairatu-SBB pada kedalaman 10 Km.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal," ujar Sunardi di Ambon, Senin 17 Juni 2019.

Dampak gempa bumi berdasarkan informasi dari masyarakat dirasakan di Kairatu II-III MMI. Di daerah tersebut, guncangan gempa bumi dirasakan oleh banyak orang.

Kata Sunardi, hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami.

"Terkait dengan peristiwa gempa bumi yang baru saja terjadi, hasil monitoring BMKG menunjukan terjadi aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) sebanyak satu kali hingga pukul 00.10 WIT," jelasnya

Sunardi meminta, masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

"Khususnya masyarakat di pesisir pantai diimbau agar tidak terpancing isu, karena gempa bumi yang terjadi tidak berpotensi tsunami," pintanya.[]

Baca juga: