UNTUK INDONESIA
Gejala, Tahapan, dan Cara Diagnosa Sifilis
Pengetahuan masyarakat masih kurang informasi mengani gejala tapan dan cara diagnosa sifilis.
Dr Wresti saat memaparkan materi terkait bahaya sifilis pada acara Seminar Media di Aroma Sedap Restaurant, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu, 12 Februari 2020.

Jakarta - Salah satu penyebab meningkatnya angka pasien penderita sifilis akibat dari minimnya pengetahuan masyarakat tentang penyakit Infeksi Menular Seksual (IMS). Perlu pengetahuan untuk mengenali gejala, tahapan atau cara untuk mendiagnosa sifilis.

Sifilis paling mudah menular pada pasangan seksual dalam stadium primer dan skunder.

Salah satu dokter spesialis kulit dan kelamin Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, dr. Wresti Indriatmi, SpKK (K), mengatakan bahaya penyakit sifilis jika tidak segera mendapatkan perawatan.

"Jika tidak segera diobati, penyakit berkembang dalam stadium dengan gambaran klinis yang bervariasi dan tidak khas, kemudian bisa menjadi komplikasi serius," ujar Wresti saat menjadi pemateri dalam acara Seminar Media di Aroma Sedap Restaurant, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu, 12 Februari 2020.

Sifilis terdiri dari sifilis primer, sifilis sekunder, sifilis laten, dan sifilis tersier. Sifilis primer membuat bakteri memperbanyak diri di tempat inokulasi dan membentuk chancre (lesi pada kulit yang keras, tidak gatal, dan biasanya berdiameter 1 cm sampai 2 cm). 

Sedangkan sifilis sekunder menyebar hingga ke kelenjar getah bening dan pembuluh darah. Setelah melewati sifilis sekunder, sifilis akan meningkat ke sifilis laten dan menyebar ke berbagai organ tubuh. 

Selanjutnya, setelah menyentuh tingkatan sifilis tersier, maka akan terjadi infeksi pembuluh darah dalam susunan saraf pusat dan sistem kardiovaskular atau membentuk lesi gumma.

Jika tidak segera mendapat penanganan yang tepat, sifilis akan merusak berbagai organ tubuh seperti mata, jantung, otak, saraf, pembuluh darah, tulang, dan sebagainya.

"Sifilis paling mudah menular pada pasangan seksual dalam stadium primer dan skunder. Perkiraannya 3-10 persen tertular dalam satu kali hubungan seksual dengan pasangan yang terinfeksi sifilis," kata Wresti.

Masa inkubasi, lanjut dia, berkisar 10-90 hari, umumnya 21 hari. Pengobatan pada pasien yang telah terjangkit bakteri sifilis menggunakan antibiotik Penisilin (PCN). Bakteri Treponema Pallidum masih sensitif terhadap obat antibiotik, khususnya kelompok Penisilin.

Pemberian penisilin dilakukan melalui oral atau injeksi intramuskular, dosis disesuaikan berdasarkan stadium dan penyakit atau kondisi penyerta.

1. Gejala Sifilis

Penderita laki-laki cenderung lebih banyak dari perempuan, tidak ada perbedaan signifikan pada gejala yang muncul. 

  • Luka di area kelamin yang tidak terasa nyeri.
  • Pembesaran kelenjar getah bening regional.
  • Ruam pada kulit dan selaput lendir.
  • Pembesaran getah bening di tubuh.
  • Gangguan jantung.
  • Gangguan saraf.
  • Gangguan organ dalam tubuh.
  • Abortus (keguguran kehamilan).
  • Kecacatan fisik
  • Stillbirth (kelahiran mati).

2. Tahapan Sifilis

Sifilis dibagi menjadi empat tahap yaitu, sifilis primer, sekunder, laten, dan tersier.

- Sifilis Primer

Umumnya muncul luka di area tempat bakteri masuk, sekitar 10 sampai 90 hari setelah bakteri masuk ke dalam tubuh. Biasanya tidak menyebabkan nyeri, dan bisa menghilang secara spontan dalam kurun waktu 3-6 minggu.

- Sifilis Sekunder

Tahap sifilis sekunder terjadi beberapa minggu setelah luka di tahap primer mulai menghilang, diikuti dengan munculnya ruam di bagian telapak tangan dan kaki. Biasanya bertahan hingga berbulan-bulan.

Gejala lain yang muncul pada penderita sifilis tahap sekunder di antaranya flu, sakit kepala, rasa lelah, dan demam. Selain itu, muncul ruam pada bagian mulut (lesi mukokutan) dan kadang terjadi pula pembesaran limpa (splenomegaly).

- Sifilis Laten

Sifilis laten terjadi tanpa gejala. Pada sifilis tahap ini tidak terdapat lesi. Bila tidak segera ditangani akan meningkat ke tahap yang lebih serius. Dalam 12 bulan pertama, infeksi pada sifilis laten masih bisa menular. Untuk mengetahuinya harus melakukan tes serologi reaktif.

- Sifilis Tersier

Tahapan sifilis paling berbahaya. Jika tidak segera mendapat perawatan akan menyerang berbagai organ tubuh dan bisa menyebabkan kematian.

3. Tes Sifilis

Metode diagnosa sifilis biasanya dilakukan dengan memvisualisasikan bakteri melalui pemeriksaan mikroskop lapangan gelap. Namun, metode ini sudah jarang dilakukan. Saat ini, pasien terduga sifilis akan menjalani tes darah. Ada dua jenis tes darah dalam pemeriksaan, yaitu Nontreponemal test dan Treponemal test.

Tes Nontreponemal digunakan untuk screening awal. Tes ini bukan tes sifilis secara spesifik dan tidak boleh dijadikan acuan dalam mendiagnosa sifilis. Sedangkan tes Treponemal mampu mendeteksi antibodi yang spesifik pada sifilis. []

Berita terkait
Bahaya Sifilis dengan Serangan Silent Desease
Sifilis termasuk salah satu Infeksi Menular Seksual (IMS), disebabkan bakteri Treponema Pallidum yang muncul tanpa tanda.
Dinkes Aceh Singkil Deteksi 20 Wanita Positif Sifilis
Dinkes Kabupaten Aceh Singkil mendeteksi 20 wanita di Aceh Singkil terjangkit penyakit sifilis. Pemeriksaan dilakukan pada wanita umur 20-40 tahun.
Gejala Perut Kembung dan Cara Mencegahnya
Perut kembung merupakan gejala ketika timbulnya rasa tidak nyaman di dalam perut. Berikut ulasannya.
0
Pembunuh Wanita Terbakar dalam Mobil di Sukoharjo Ditangkap
Kasus pembunuhan wanita yang ditemukan dalam mobil yang terbakar di dalam mobil di Sukoharjo terungkap. Polisi menangkap 2 pelaku.