Indonesia
Garbi Anies Matta Jadi Parpol Siap Kalahkan PKS
Wacana transformasi organisasi masyarakat Garbi menjadi partai politik, apakah itu akan menjadi ancaman untuk PKS?
SAFARI POLITIK CAWAPRES ANIS MATTA KE PONPES: Mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sekaligus calon Presiden 2019, Anis Matta saat menyampaikan orasi politiknya pada acara wawasan politik Islam di Pondok Pesantren (Ponpes) Miftahul Huda 2, Bayasari, Kabupaten Ciamis Jawa Barat, Selasa (10/4). Dalam safari politiknya Anis Matta, menyampaikan tentang wawasan politik Islam kepada santri dan para alim ulama dengan tema "langit kita terlalu tinggi masalahnya kita terbang terlalu rendah". (Foto: Ant/Adeng Bustomi)

Jakarta - Wacana transformasi organisasi masyarakat Gerakan Arah Indonesia Baru (Garbi) menjadi partai politik tidak membuat Partai Keadilan Sejahtera (PKS) gentar. Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera bahkan mempersilakan pendiri Garbi, Anis Matta, jika ingin berpindah partai.

"Fastabiqul khairat (berlomba-lomba) dalam kebaikan saja. Monggo putuskan yang terbaik untuk Ustaz Anis Matta," kata Mardani, Senin, 16 Juli 2019.

Lebih lanjut, Mardani mengatakan PKS masih memiliki pekerjaan rumah selepas Pemilu 2019. Dia juga tidak merasa khawatir kepindahan mantan Presiden PKS Anis Matta ke partai baru jika kelak metamorfosis Garbi benar-benar terjadi.

Beliau (Anis Matta) ilmunya luas. Kami PKS fokus menjadikan partai ini dapat memenuhi ekspektasi publik dengan (tagar) #KamiOposisi. Demokrasi perlu kompetisi sehat.

"PKS partai kader. Mati satu tumbuh seribu. Selama kaderisasi kami baik, PKS akan membesar, insyaAllah," kata dia lagi.

Rencana pengubahan bentuk ormas Garbi menjadi partai politik digulirkan salah satu pendiri, yang juga eks politikus PKS Fahri Hamzah. Ide ini, disebut Fahri didapat dari aspirasi para simpatisan Garbi selama satu tahun terakhir.

"Ada gerakan pemikiran yang telah dimulai oleh Garbi di seluruh Indonesia, itu bisa kita teruskan menjadi sebuah gerakan politik berbentuk sebuah partai politik," kata Fahri, Kamis, 11 Juli 2019.

Sebagai partai, kelak Garbi disebut-sebut bakal mengancam PKS dengan menawarkan pandangan baru mengenai optimisme, serta melawan segala bentuk ide kontraproduktif. Fahri juga menekankan Gerakan Arah Indonesia Baru membuka pintu yang lebar kepada anak bangsa yang memiliki gagasan yang sama.

"Kami ingin memulai, sebenarnya dengan satu pendekatan yang memiliki implikasi yang menumbuhkan optimisme dan imajinasi tentang kebesaran Indonesia, dengan segala potensi yang kita miliki baik alam, manusia, dan sejarahnya," kata dia.

Kami tidak mau basis itu berdasar pada politik aliran tradisional, tetapi melintas batas kepada siapa saja yang menyepakati cara berpikir yang ditawarkan.

Selaras dengan itu, Anis Matta yang juga pendiri Garbi mengklaim ormasnya telah memiliki modal dukungan cukup besar di berbagai daerah untuk bertransformasi menjadi partai. Dia mengaku siap keluar dari PKS.

"Sekarang saya masih terdaftar di anggota Mejelis Syuro. Tapi, saya kira kalau nanti (Garbi) menjadi parpol, otomatis saya keluar (dari PKS)," kata Anis di Cikini, Jakarta Pusat, Minggu, 14 Juli 2019. []

Baca juga:

Berita terkait
0
Ephorus HKBP: Mengasihi Bukan Hanya kepada Seagama
Ephorus HKBP yang tiba di kompleks gereja disambut alim ulama, tokoh Betawi dan para pemuda Betawi yang merupakan warga daerah sekitar gereja.