Palembang, (Tagar 20/10/2018) - Musi IV merupakan jembatan tipe Cable Stay Extradosed dan DC U-Girder, merupakan box girder terpanjang, dinilai cukup langka dengan panjang 1300 meter, proses pengerjaannya telah mencapai 97 persen.

Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional Wilayah V Kementerian PU dan Perumahan Rakyat, Kiagus Syaiful Anwar, mengungkapkan pengerjaan jembatan Musi IV senilai Rp 553 miliar itu memerlukan waktu selama empat tahun.

"Tahun 2015 kita melakukan pembebasan lahan, lelang dan kontrak. Tahun 2016 kita melakukan mobilisasi material dan pengerjaan lahan. Tahun 2017 pengerjaan struktur bangunan. Dan tahun 20I8 ini dilakukan pengerjaan bentang atas," jelas Kiagus Syaiful Anwar di Palembang, Jumat malam (18/10). 

Jembatan Musi IVFoto udara pembangunan Jembatan Musi IV di Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (13/9/2018). Pembangunan Jembatan Musi IV telah mencapai 91,9 persen dan ditargetkan rampung pada November 2018. (Foto: Antara/Nova Wahyudi)

Syaiful menambahkan, Kementerian PUPR telah mengagendakan peresmian jembatan Musi IV untuk dilakukan langsung oleh Presiden Joko Widodo untuk kemudian dapat digunakan sebagai akses alternatif perlintasan kendaraan untuk menyeberangi Sungai Musi.

"Presiden Joko Widodo yang akan meresmikan Jembatan Musi IV Palembang yang diperkirakan rampung sesuai masa kontrak, 18 November 20I8," ujarnya.

Jembatan Musi IV menghubungkan bagian hulu dan hilir Kota Palembang. 

Syaiful mengaku tidak mengalami kendala dalam pembangunan Jembatan Musi IV. 

Seperti diketahui, jembatan ini sempat terkendala pembebasan lahan dan sempitnya akses jalan menuju jembatan tersebut.

Jembatan Musi IVFoto udara pembangunan Jembatan Musi IV di Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (13/9/2018). Pembangunan Jembatan Musi IV telah mencapai 91,9 persen dan ditargetkan rampung pada November 2018. (Foto: Antara/Nova Wahyudi)

"Sekarang kita melakukan pengecoran akhir di lantai jembatan. Selanjutnya dilakukan finishing. Dilanjutkan analisis trafik atau rekayasa lalu Iintas. Kita sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah baik Wali Kota Palembang dan Gubernur Sumsel‚ agar akses jalan menuju jembatan itu yang semula merupakan jalan milik pemerintah kota, menjadi jalan milik nasional sehingga pengelolaannya menjadi tanggung jawab Kementerian PU Pera," ungkapnya.

Syaiful menjelaskan Jembatan Musi IV menggunakan penerapan Structural Health Monitoring System (SHSM) untuk memonitor kesehatan jembatan dan mengirimkan informasi ke pusat data. Jembatan dengan dua lajur kendaraan itu diyakini mampu memiliki daya tahan mencapai l00 tahun.

"Jembatan ini pertama di Indonesia. Bukan hanya strukturnya tapi teknologi alat pendeteksi kesehatan jembatan yang berada di jembatan itu sangat mendukung. Bahkan 1 dari 70 jembatan di dunia yang menerapkan teknologi itu ada di jembatan ini," jelasnya.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jembatan Musi IV Palembang, Suwarno mengungkapkan Jembatan Musi IV nantinya dipercantik dengan ornamen khas Palembang. []