UNTUK INDONESIA
Foto: Hanya Enam Klub Indonesia Berlisensi Standar AFC
enam klub Liga 1 berhasil lolos memenuhi syarat dan mendapatkan status Granted, selebihnya mendapatkan status Rejected.
PSM Makassar berhasil mendapatkan status Granted dari AFC. (Foto: Instagram/@psm_makassar).

Jakarta - Pengajuan verifikasi klub Liga 1 Indonesia untuk dapat tampil dikompetisi Asia tahun depan telah dilakukan. Club Licensing Committee mempunyai tiga nilai keputusan yaitu Granted, Granted With Sanction, dan Rejected.

Hasil keputusan akhir menginformasikan dari 16 klub Liga 1, Bali United dan Bhayangkara FC mendapatkan status Granted With Sanction. Kemudian, enam klub Liga 1 berhasil lolos memenuhi syarat dan mendapatkan status Granted, selebihnya mendapatkan status Rejected.

1. Persebaya Surabaya

PersebayaPersebaya Surabaya berhasil mendapatkan status Granted dari AFC. (Foto: Instagram/@officialpersebaya).

2. Arema FC 

AremaArema Fc berhasil mendapatkan status Granted dari AFC. (Foto: Instagram/@aremafcofficial).

3. PSM Makassar

PSM MakassarPSM Makassar berhasil mendapatkan status Granted dari AFC. (Foto: Instagram/@psm_makassar).

4. Persib Bandung

PersibPersib Bandung berhasil mendapatkan status Granted dari AFC. (Foto: Instagram/@persib_official).

5. Persipura Jayapura

PersipuraPerispura mendapatkan status Granted dari AFC. (Foto: Indonesiansc.com).

6. Persija Jakarta

PersijaPersija berhasil mendapatkan status Granted dari AFC. (Foto: Instagram/@persijajkt).

Berita terkait
Kegagalan di Piala AFC Jadi Motivasi PSM Makassar
PSM Makassar membidik kemenangan saat menjamu Madura United di semifinal pertama Piala Indonesia, Minggu 30 Juni 2019.
PSM Sudah Berikan Terbaik Meski Gagal di Piala AFC
PSM Makassar sudah berusaha maksimal, namun mereka tetap tersingkir di Piala AFC meski menang 2-1 atas Becamex Binh Duong.
Menang, PSM Tetap Gagal Lolos ke Final Piala AFC
PSM Makassar gagal ke final Piala AFC zonal ASEAN meski menang 2-1 atas Becamex Binh Duong di semifinal kedua, Rabu 26 Juni 2019.
0
Anggota DPR Minta Data Penerima Bansos Diperbaiki
Anggota DPR, Intan Fauzi menyebutkan penyaluran dana bansos masih kerap salah sasaran akibat data penerima tidak valid.