UNTUK INDONESIA
Festival Karapan Sapi Rebutan Piala Bergilir Presiden
Festival Karapan Sapi untuk memperebutkan Piala Bergilir Presiden RI akan digelar 29 Oktober 2017.
ASAL-USUL KARAPAN SAPI: Kata karapan berasal dari kata kerap atau kirap yang artinya berangkat dan dilepas bersama-sama atau berbondong-bondong. Ada pula yang menyebutkan bahwa kata karapan berasal dari bahasa Arab “kirabah” yang berarti persahabatan. Dalam pengertian yang umum, sekarang karapan adalah suatu atraksi lomba kecepatan sapi yang dikendarai oleh joki menggunakan kaleles. Lahirnya karapan sapi di Madura sejalan dengan kondisi tanah pertanian yang luas di Madura. (Foto: Ist)

Pamekasan, (Tagar 23/9/2017) – Festival Karapan Sapi untuk memperebutkan Piala Bergilir Presiden RI akan digelar 29 Oktober 2017.

"Jadwal karapan sapi ini sesuai jadwal yang telah ditetapkan oleh penyelenggara karapan sapi 2017," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemerintah Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur (Jatim) Akhmad Sjaifuddin di Pamekasan, Jumat (22/9).

Tahapan seleksi pasangan sapi karapan telah dilakukan di berbagai kecamatan di empat kabupaten di Pulau Madura sejak 29 Agustus 2017. Di Bangkalan seleksi dilakukan di empat kecamatan, yakni Kecamatan Tanah Merah, Blega, Sepuluh, Kecamatan Socah, dan Kecamatan Arosbaya.

Di Kabupaten Sampang seleksi di empat kecamatan, yakni Torjun, Kedungdung, Ketapang, dan Kecamatan Kota, Sampang.

"Di Pamekasan juga di empat kecamatan, yakni Kecamatan Waru, Pegantenan, Kecamatan Galis dan Kecamatan Kota, Pamekasan," ujar Sjaifuddin.

Sedangkan di Kabupaten Sumenep, seleksi pasangan sapi kerap di tingkat kecamatan digelar di enam kecamatan, yakni Kecamatan Bluto, Batuputih, Pasongsongan, Guluk-guluk, Kecamatan Gayam dan Kecamatan Kota, Sumenep.

Seleksi pasangan sapi kerap di tingkat kabupaten, menurut Akhmad Sjaifuddin, digelar serentak pada 15 Oktober 2017. "Pasangan sapi kerap yang menjadi pemenang di empat kabupaten ini yang nantinya akan memperebutkan Piala Bergilir Presiden RI," ujarnya.

Jumlah pasangan sapi yang akan bersaing memperebutkan Piala Bergilir Presiden RI 2017 sebanyak enam pasang di masing-masing kabupaten.

Jumlah pasangan sapi kerap yang akan bersaing sebanyak 24 pasangan, yakni 12 pasangan sapi dari bagian menang dan sebanyak 12 pasangan sisanya dari bagian kalah.

Menurut Kepala Disparibud Akhmad Sjaifuddin, yang dimaksud pasangan sapi bagian kalah, yakni pasangan sapi yang kalah di tingkat kabupaten dan diadu kembali memperebutkan juara 1 hingga 3.

"Hanya ada di Madura dan Festival Karapan Sapi yang seperti itu," ujarnya.

Festival Karapan Sapi memperebutkan Piala Bergilir Presiden RI 2017 yang digelar di Stadion R Soenarto Hadiwidjojo Pamekasan juga akan dirangkai dengan sejumlah kegiatan lain di Pamekasan. Antara lain pentas seni budaya bertajuk "Semalam di Madura" dan festival kecantikan sapi atau "Sapi Sonok".

Festival Sapi Sonok digelar pada 22 Oktober 2017, sedangkan pementasan seni budaya Madura bertema "Semalam di Madura" pada malam pelaksanaan karapan sapi. (yps/ant)

Berita terkait
0
Revisi UU KPK, Jokowi Minta Masyarakat Bersuara ke DPR
Presiden RI Joko Widodo menyampaikan tanggapannya terkait keputusan Revisi Undang-Undang KPK. Ia mengaku, ide awal revisi tersebut dibawa oleh DPR.