Jakarta - Kematian Amri S.Ag, Anggota DPRD Kabupaten Kolaka Utara di kamar Hotel Panakukang, Makassar Sulawesi Selatan menyita perhatian. Amri ditemukan tak bernyawa di lantai empat, kamar 407, Hotel Panakkukang, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Minggu 23 Juni 2019, malam.  

Ternyata kasus Amri bukan pertama kali Anggota DPRD yang ditemukan meninggal mendadak. 

Berikut Tagar merangkum dari berbagai sumber terkait sejumlah Anggota DPRD  tewas mendadak dan menyita perhatian masyarakat.

1. Kasus pembunuhan Anggota DPRD Sragen, sekaligus caleg Partai Golkar bernama Sugimin sempat menyita perhatian masyarakat. Awalnya beredar kabar Sugiman ditemukan dalam kondisi sekarat di tepi jalan. Ternyata laporan itu fiktif. 

Dalam kasus pembunuhan Anggota DPRD Sragen, Polisi menemukan fakta bahwa korban sempat diracun sebanyak tiga kali oleh pelaku bernama Nurhayati, yang merupakan seorang dosen di Kediri. 

Motif tersangka melakukan pembunuhan disebabkan kerena kesal dengan korban. Sehingga tersangka memiliki ide meracuni korban dengan racun tikus. Racun tersebut dimasukkan ke dalam kapsul diare yang dikonsumsi Sugimin. 

"Kebetulan memang korban sakit diare. Saat itu tersangka memasukkan racun ke dalam obat diare hingga korban merasa sakit," kata Uri dalam jumpa pers di Mapolres Wonogiri, Rabu 24 April 2019.  

2. Anggota DPRD Kota Bandar Lampung dari Fraksi PDI Perjuangan Muhammad Panshor ditemukan termutilasi di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Sumatera Selatan pada 19 April 2016. 

Sebelumnya, Anggota DPRD Kota Bandar Lampung ini sempat dilaporkan hilang sejak 11 April 2016. Tak lama dari laporan tersebut, diketahui potongan tubuh yang ciri-cirinya seperti anggota dewan tersebut di temukan di Sungai Tanjung Kemala, Ogan Komering Ulu Timur, Sumatera Selatan

Adapun dugaan penyebab terjadinya pembunuhan sadis itu adalah masalah utang piutang  dan motif urusan wanita atau terkait asmara.

"Kan korban punya teman dekat ya, bisa jadi masalah cinta atau utang piutang. Itu sangat mudah untuk diungkap," kata Kabid Humas Polda Lampung AKBP Sulistyaningsih, Selasa, 31 Mei 2016.

3. Anggota DPRD Bangka Belitung (Babel) Djunaidi Thalib ditemukan meninggal dunia di kamar Hotel New Idola, Matraman, Jakarta Timur pada Selasa 9 April 2019 siang.

Djunaidi diketahui juga merupakan calon legislatif (caleg)DPRD Bangka Belitung daerah pemilihan (dapil) Babel I dari Partai Golkar.

Menurut Kapolsek Matraman Kompol Warsito mengatakan jasad pria yang berdomisili di Pangkalpinang, Babel, ini ditemukan pertama kali oleh petugas hotel.

"Jadi ketika petugas dari hotel mengecek ke ruangannya, korban sudah dalam posisi tersandar meninggal, tersandar di kursi, sekira pukul 13.30 siang tadi," kata Warsito saat dikonfirmasi, Selasa, 9 April 2019.

Kata dia, dalam pemeriksaan polisi tidak menemukan luka atau tanda kekerasan di tubuh korban. Namun berdasarkan keterangan anak korban kepada polisi, diketahui korban memiliki riwayat penyakit jantung

Namun demikian, polisi tetap melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap jasad korban guna memastikan penyebab kematiannya. 

4. Bambang Dwi Setyono, anggota DPRD Kabupaten Semarang pada Kamis 13 Oktober 2016 ditemukan tewas di kamar hotel, Kota Magelang, Jawa Tengah. Jenazah Bambang ditemukan pertama kalinya oleh rekan kerjanya sekitar pukul 09.00 WIB. 

Kasatreskrim Polres Magelang Kota AKP Wayan Suhenda mengatakan pihaknya tak menemukan adanya luka di tubuh korban ataupun penganiayaan. Sehingga dari hasil pemeriksaan korban tewas diduga karena sakit.

Usai dilakukan visum di RSUD Tidar Kota Magelang, jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka di Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah untuk dimakamkan.

5. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kepulauan Sitaro, Judson Laheba tewas misterius saat berada di Kota Manado, Sabtu 23 Juli 2016.

Sebelumnya Polresta Manado mendapatkan informasi dari warga setempat, anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Sitaro meninggal dunia dan berada di RS Advent Manado. 

Setelah polisi melakukan pengecekan ke rumah sakit tersebut, ternyata korban dibawa oelhe seorang perempuan berinisial SS alias Septi, Warga Kelurahan Mahakeret Barat, Kecamatan Wenang dan seorang pria JT alias Jek, Warga Kelurahan Tuminting, Lingkungan I, Kecamatan Tuminting.

Dari keterangan Septi kepada polisi, mereka bertiga sedang berada dalam satu mobil. Kemudian korban tiba-tiba mengalami pusing dan kejang-kejang.

"Dari situlah kami membawa korban ke RS tersebut," ujar Septi, kepada petugas kepolisian, Minggu 24 Juli 2016. 

6. Ketua DPRD Sumatera Utara Aziz Angkat meninggal dunia secara mendadak. Aziz diduga terkena serangan jantung setelah sebelumnya dipukuli sejumlah demonstran yang menuntut pembentukan Provinsi Tapanuli.

Sebelum peristiwa naas tersebut , Aziz sedang memimpin rapat paripurna pelantikan pergantian antarwaktu anggota DPRD Akman Daulay di DPRD Sumut, Jl Imam Bonjol, Medan, Selasa 3 Februari 2009. Bersamaan itu, sejumlah ribuan orang melakukan unjuk rasa di depan gedung DPRD Sumut. Adapun tuntutan para demonstran itu adalah menuntut pembentukan Provinsi Tapanuli. 

Awalnya massa saat itu memang hanya menggelar orasi. Namun tak tahu mengapa, mereka mencoba masuk secara paksa ke dalam gedung DPRD . Melihat banyaknya massa, sejumlah personel Polri yang berjaga-jaga tak mampu membendung massa tersebut. Akibat keramaian yang terjadi di Gedung DPRD itu, Aziz langsung menemui para demonstran. Namun, tiba-tiba Aziz dipukuli massa. 

Sejumlah petugas keamanan DPRD Sumut langsung berusaha menyelamatkan Aziz.  Aziz akhirnya ambruk dan dilarikan ke RS Gleneagles yang terletak tak jauh dari kantor DPRD Sumut. Namun sayang, sesampainya di RS tersebut Aziz menghembuskan napas terakhirnya.