Jakarta - Bagi Anda yang uang tunjangan hari Raya (THR) masih tersisa, dan bingung akan dikemanakan, mungkin pilihan investasi saham perlu dipikirkan. Investasi jenis ini relatif tidak membutuhkan dana besar sebagaimana properti.

Cara memilih perusahaan sebagai tujuan investasi kita adalah yang memiliki model bisnis yang baik. Lalu seperti apa model bisnis baik itu?

Berikut ini Tagar mengumpulkan dari berbagai sumber, untuk menerangkannya

1. Bisnis Sederhana

Bisnis sederhana sangat mudah dipahami dan dievaluasi, sehingga semua orang bisa mengerti. 

Beberapa perusahaan dengan bisnis ini, yaitu

Malaysia

- Hartalega Sdn Bhn: menjual sarung tangan untuk pemeriksaan.

- DutchLadyMilkIndustriesBhd: menjual susu.

Singapura

- Singapore Press Holdings (SPH) Ltd: menjual Koran dan majalah.

- VICOMLtd: jasa perbaikan mobil.

- Super Group Ltd: menjual kopi instan.

Indonesia 

- PT Multi Bintang Indonesia tbk: menjual beer.

- PT Ace Hardware Indonesia tbk: menjual perangkat keras.

•Hong Kong 

- Want Want China Holdings Ltd: menjual makanan ringan.

2. Memahami Lingkaran Kompetensi

Warren Buffett berkata "Anda tidak harus menjadi seorang ahli dalam setiap perusahaan ataupun banyak perusahaan, yang terpenting adalah anda bisa mengevaluasi perusahaan dalam lingkaran kompetensi".

Sebagai contoh, seorang insinyur memiliki keahlian berinvestasi dalam industri engineering. Jadi, jika mengenali perusahaan lebih baik dibandingkan orang lain akan memiliki akses untuk mengetahui informasi dari dalam perusahaan.

3. Memahami Keunggulan Kompetitif dan Kompetitor

Untuk benar-benar memahami keunggulan kompetitif kita harus memahami siapa kompetitornya. Secara pertumbuhan kita dapat membandingkan pendapatan dibandingkan dengan kompetitornya. Dengan membaca laporan keuangan tahunan kita dapat melihat seberapa baik perusahaan berkompetisi dengan kompetitornya.

4. Berpikir Seperti Seorang Pelanggan

Bisnis yang sukses sangat tergantung bagaimana dari pilihan pelanggan. Pendiri Walmart, Sam Walton pernah berkata "Satu-satunya boss adalah seorang pelanggan. Mereka bisa memarahi siapapun yang ada di perusahaan tersebut termasuk seorang dewan".

Jika Anda bisa berpikir sebagai seorang pelanggan yang merasa senang terhadap produk dan kualitas pelayanan, maka perusahaan sudah berhasil. 

5. Melihat faktor pendorong pertumbuhan di masa depan

Secara umum kita dapat melihat faktor pendorong yang potensial melalui laporan tahunan. Dari situ, kita bisa melihat gambaran besar perusahaan, memahami cara perusahaan mendapatkan uang dan faktor pendorong pertumbuhan beberapa tahun belakangan.

6. Memahami Risiko

Sangat penting bagi seorang investor untuk tidak terlalu percaya diri dalam berinvestasi dan tetap mengevaluasi risiko. Pilihan investasi di perusahaan dengan pertumbuhan cepat juga tidak bijaksana karena menghasilkan beberapa masalah, yaitu

- Kualitas buruk

- Kepuasan pelanggan rendah

- Manajemen tidak mampu mengatasi pertumbuhan yang cepat

- Ketatnya persaingan pasar

Enam hal itu perlu sangat dipahami untuk mengamankan uang Anda. []

Baca juga: