Jakarta, (Tagar 26/9/2017) – Sepak terjang pesepakbola Egy Maulana Vikri, ‘si anak’ medan, Sumatera Utara ini, benar-benar membuat dunia sepakbola nasional gempar. Egy memiliki karakter bermain seperti Zinedine Zidane, Lionel Messi dan Robben. Sejarah penting karir bola Egy, berawal dari jejaknya dalam Turnamen Toulon 2017 di Prancis.

Melalui kaki Egy, jagat bola tendang Indonesia mulai disegani. Egy mendapat gelar sebagai Jouer Revelation Trophee dalam turnamen Toulon 2017 lalu.  Prestasi yang dibuat ‘si anak’ medan yang lahir tanggal 7 Juli itu, mampu menyamai jejak legenda sepakbola Prancis, Zinedine Zidane.

Ada tiga hal yang membuat sosok Egy sangat istimewa dalam turnamen Toulon 2017 yaitu:  Pertama, trofi Jouer Revelation hanya diberikan kepada satu pemain di turnamen Toulon yang diikuti para pemain muda berbakat dari berbagai negara, termasuk negara-negara hebat di dunia sepakbola seperti Brazil, Inggris dan Prancis. Dua nama besar yang pernah menerima penghargaan serupa dengan Egy diantaranya ialah Zinedine Zidane tahun 1991 dan Cristiano Ronaldo tahun 2003.

Kedua, pemain yang menerima penghargaan itu merupakan pemain yang dinilai paling berpengaruh di tim. Dalam laman resminya, penyelenggara turnamen Toulon menyebut Egy berhak menyandang gelar breakthrough player atau pemain yang bisa memecah kebuntuan tim. Ketiga, Egy merupakan pemain pertama sepanjang penyelenggaraan turnamen Toulon yang mendapatkan trofi tersebut meski, timnya tak lolos fase grup.

"Saya tidak pernah menyangka dapat penghargaan itu karena saya lebih mementingkan tim. Terima kasih untuk semua yang mendukung saya," kata Egy kepada PSSI.

Egy Maulana Vikri memang menjadi andalan pelatih timnas U-19 Indra Sjafri di setiap laga uji coba. ‘Si anak medan’ yang bertinggi badan 163 centimeter itu, bermain sebagai sayap kanan timnas, meskipun kaki terkuatnya adalah kaki kiri. Gaya bermainnya mirip pesepakbola Belanda Arjen Robben.

Egy, merasa bangga menyebut dirinya sebagai anak Asam Kumbang, salah satu kelurahan di Medan. Talentanya dalam dunia sepakbola sudah terlihat, sejak Egy masih berusia muda. Mengawali karirnya, Egy berlatih sepakbola di Sekolah Sepak Bola Taman Setia Budi Indah (SSB Tasbi). Pada prosesnya, dia pernah membawa Asosiasi Sekolah Sepakbola Indonesia (ASSBI) Sumatera Utara, menjuarai Grassroots Indonesian U-12 Tournament tahun 2012, di Tangerang Selatan. Egy juga pernah menjadi salah satu bintang di Liga Kompas Gramedia U-14.

Pada tahun 2016, ketika Indonesia yang diwakili ASIOP Apacinti menjadi juara Piala Gothia atau Gothia Cup U-15, Egy mendapatkan gelar individual sebagai pemain terbaik sekaligus pencetak gol terbanyak di turnamen dengan 28 gol. Egy juga merupakan salah satu pendulang gol pada final Piala Gothia 2016 di Gamla Ullevi, Swedia usai menaklukkan tim tuan rumah IF Elfsborg dengan skor 3-1.

Akhir tahun 2016, Egy membawa klub Persab Brebes menjuarai Piala Soeratin. Mengulang kegemilangannya di Piala Gothia, Egy kembali menyandang status pencetak gol terbanyak di piala Soeratin dengan 22 gol sekaligus pemain terbaik di kompetisi.

Egy merupakan salah satu siswa sekolah olahraga di Ragunan atau diklat Ragunan. Berawal dari sanalah dia dipanggil mengikuti seleksi dan akhirnya menjadi bagian dari tim nasional U-19 asuhan Indra Sjafri yang dipersiapkan untuk mengikuti Piala U-18 AFF serta kualifikasi Piala U-19 Asia 2018.

Bakat Egy tercium oleh klub-klub besar Indonesia. Pelatih Persija, Stefano "Teco" Cugurra tertarik merekrut Egy. "Saya suka pemain timnas bernomor punggung 10. Dia memiliki kaki kiri, teknik dan kecepatan yang bagus," ujar Teco, merujuk pada Egy yang memakai jersey nomor 10, saat Persija menjamu timnas U-19.

Jika Egy mampu meningkatkan performanya secara terus-menerus, maka dia akan menjadi pilar penting bagi tim Garuda muda di kualifikasi Piala Asia U-19, 2018 yang akan berlangsung mulai tanggal 31 Oktober sampai 8 November 2017 mendatang. Pada kejuaraan ini, Indonesia masuk di Grup F, dan nantinya berhadapan dengan Korea Selatan, Malaysia, Timor Leste dan Brunei Darussalam.

Kalau semua berjalan sesuai rencana, Indonesia bisa menjadi semifinalis Piala U-19 Asia, Egy serta rekan-rekannya otomatis akan masuk Piala Dunia U-20. Tentu itu menjadi impian Egy dan seluruh masyarakat Indonesia.(wwn/DBS)

Biografi  

Nama Lengkap            : Egy Maulana Vikri

Tempat/Tgl Lahir       : Medan, Sumatera Utara 7 Juni 2000

Anak                            : Ke 2 dari 3 bersaudara

Tinggi                          : 163 Cm

Posisi Bermain            : Penyerang/pemain tengah

Nama Ayah                  : Syarifudin

Prestasi                        : Best Player Gothia Cup, Best Player Piala Soeratin, Top Skor Piala Soeratin, Top Skor piala AFF U-19 tahun 2017