UNTUK INDONESIA
DPRD Sumut Dukung Pembentukan Provinsi Sumteng
DPRD Sumut mendukung pembentukan Provinsi Sumatera Tenggara.
Anggota DPRD Sumut melakukan pertemuan dengan Ketua DPRD Sumut (Foto : Tagar/Reza Pahlevi)

Medan - Seluruh anggota DPRD Sumatera Utara dari daerah pemilihan Kabupaten Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, Padang Lawas, Padang Lawas Utara, dan Kota Padang Sidempuan sepakat dengan pembentukan Provinsi Sumatera Tenggara atau Sumteng.

Bentuk keseriusan itu ditunjukkan oleh wakil rakyat dari lima daerah itu dengan mendatangi Ketua DPRD Sumatera Utara Wagirin Arman di ruangan kerjanya, Selasa 25 Juni 2019.

Anggota DPRD dari Fraksi PDIP Sutrisno Pangaribuan membenarkan kunjungan mereka kepada pimpinan dewan untuk wacana pembentukan satu provinsi.

Berita sebelumnya: Wacana Pembentukan Protap Kembali Mengemuka

"Secara pribadi beliau (Wagirin) mendukung dibentuknya Provinsi Sumteng, dalam waktu dekat kita akan menyiapkan dokumen penting yang dibutuhkan," kata Sutrisno.

Dibentuknya Provinsi Sumteng menurut Sutrisno untuk kebaikan, peningkatan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat.

"Kita lihat selama ini, masyarakat di sana sangat tidak terlayani. Maka itu, dengan terbentuknya Provinsi Sumteng, maka masyarakat di lima daerah akan semakin terlayani," ujar Sutrisno.

Dia memberi contoh, jika masyarakat di Kabupaten Padang Lawas memiliki masalah tanah, jika ingin ke dinas tingkat provinsi, akan sangat jauh dan mengeluarkan biaya besar.

Kita juga kecewa dengan pembangunan di lima daerah ini, pembangunan di sana sangat minim, infrastruktur sangat hancur-hancuran. Anggaran juga tidak cukup dengan luasnya daerah Sumut ini

"Contohnya, jika ada masyarakat di Kabupaten Padang Lawas yang ingin menyelesaikan permasalahan lahannya ke tingkat provinsi, sangat jauh, perjalanan bisa mencapai dua puluh jam, selain itu biaya juga besar. Kalau sudah terbentuk Provinsi Sumteng, akan sangat terlayani masyarakat di sana," tuturnya.

Selain itu, masyarakat dari lima daerah seperti kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah tingkat satu dan pusat. Banyak jalan rusak tak pernah mendapat perbaikan dan perhatian.

"Kita juga kecewa dengan pembangunan di lima daerah ini, pembangunan di sana sangat minim, infrastruktur sangat hancur-hancuran. Anggaran juga tidak cukup dengan luasnya daerah Sumut ini," sambung Sutrisno yang juga Ketua Komisi D DPRD.

Kemudian, percaya dirinya Sutrisno dan temannya satu daerah pemilihan membentuk Provinsi Sumteng, sudah ada beberapa bandara dan pelabuhan di wilayah tersebut. Selain itu juga ada banyak perusahaan, pertambangan, pertanian perkebunan serta pelaku usaha lainnya yang bisa dijadikan modal dasar.

"Lima daerah ini sudah ada beberapa bandara, di antaranya Aek Godang di Padang Lawas Utara, bahkan Menteri Perhubungan juga sudah mengunjungi bandara yang ada di Bukit Malintang, serta Pelabuhan Pelimbungan Ketek di Kecamatan Batahan, Kabupaten Mandailing Natal," katanya.

Berita sebelumnya: Sejak Pemekaran, Tidak Ada Kemajuan Signifikan di Toba Samosir

Burhanuddin Siregar dari Fraksi PKS mengatakan hal yang sama. Dia mengaku dalam waktu dekat akan berkomunikasi dengan para tokoh dan pakar melakukan pengkajian.

"Kita akan mengumpulkan para pakar, secara bersama melakukan studi, ekonomi kebudayaan, politik, infrastruktur dan lainnya. Kemudian, besok kami dari DPRD Sumut khususnya Dapil Sumut VI akan melakukan pertemuan dengan gubernur, membahas pembentukan Provinsi Sumteng, kita berharap beliau mendukung," ujarnya.

Ketua DPRD Wagirin Arman dalam pertemuan mendukung pembentukan Provinsi Sumteng. Dia menyebutkan agar dipersiapkan berbagai dokumen yang diperlukan.

Anggota dewan yang hadir dalam pertemuan dengan Ketua DPRD di antaranya Ahmad Harahap dari PPP, Abdul Manan dari Gerindra, Safaruddin Siregar dari Demokrat, Burhanuddin Siregar dari PKS, Darwin dari Hanura dan Sutrisno Pangaribuan dari PDIP. []


Berita terkait
0
Berziarah ke Makam Tenggelam di Semarang
Di Semarang ada sebuah makam yang kala rob melanda berubah menjadi seperti laut. Saat itu, Warga harus berdoa di atas perahu saat ziarah