UNTUK INDONESIA
Djanur Waspadai Tren Kemenangan PS Tira Persikabo
Persebaya Surabaya mewaspadai PS Tira Persikabo yang sampai saat ini tak terkalahkan di kompetisi Liga 1 2019.
Pelatih Persebaya Djadjang Nurjaman (kedua dari kiri) menilai sukses PS Tira Persikabo tidak terlepas dari kinerja pelatih Rahmad Darmawan (kedua dari kanan). Persebaya menjamu PS Tira dalam lanjutan Liga 1 2019 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Minggu 21 Juli 2019. (Foto: Tahar/Ihawan Fajar).

Surabaya - Persebaya Surabaya mencoba bangkit usai menelan dua kekalahan tandang di Sleman dan Makassar. Hanya saja, misi bangkit Persebaya harus melalui sang pemuncak klasemen Shopee Liga 1 2019, PS Tira Persikabo. Ini menjadikan misi Bajul Ijo tak mudah saat menjamu PS Tira di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Minggu 21 Juli 2019. 

PS Tira jelas bukan lawan ringan. Mereka juga menunjukkan sebagai tim yang paling konsisten karena belum pernah kalah. Pelatih Djajang Nurjaman mengakui PS Tira merupakan lawan yang sulit dikalahkan. Apalagi di tiga laga terakhir, The Army berhasil memetik poin penuh, termasuk mengalahkan Arema FC dan Persija Jakarta.

Sukses itu menjadikan PS Tira menduduki puncak klasemen dengan poin 19. Hanya, mereka dibayangi dua rival, Madura United yang terpaut dua poin. Sedangkan Bali United yang memiliki poin 16 berada di peringkat tiga.

PS Tira tim yang paling stabil dan layak memimpin klasemen sementara. Apalagi tim itu ditangani pelatih Rahmad Darmawan yang berpengalaman di Liga Indonesia

"Lawan kami sedang on fire. Dari 18 tim, menurut saya, PS Tira merupakan tim paling stabil di awal kompetisi ini. Paling tidak mereka menunjukkan konsistensinya sampai pekan kesembilan ini," ujar Djadjang. 

Kinerja Pelatih Rahmad Darmawan

Menurut dia keberhasilan PS Tira menguasai tahta klasemen tidak terlepas dari kinerja pelatih Rahmad Darmawan. Mantan pelatih Persija Jakarta dan tim nasional ini membuktikan polesan dia saat menangani Manahati Lestusen dkk yang musim lalu nyaris terdegradasi. 

"PS Tira tim yang paling stabil dan layak memimpin klasemen sementara. Apalagi tim itu ditangani pelatih Rahmad Darmawan yang berpengalaman di Liga Indonesia. Saya pikir itu semua hal yang perlu diwaspadai," kata Djanur, sapaan akrabnya.

Tren positif PS Tira di tiga laga terakhir, kata eks pelatih Persib Bandung ini berkat kekuatan lini tengah. Lini tersebut menjadi fokus Djanur. Pasalnya di dua pertandingan terakhir, lini tengah Persebaya justru kedodoran.

"Lini tengah mereka dihidupkan tiga gelandang yang punya kualitas, dua asing dan satu lokal, yakni Manahati. Dia pemain yang ulet dan tipikal kerja keras. Sebaliknya harus diakui dari dua kekalahan di prtandingan terakhir, lini tengah kami menjadi catatan. Saya harus melakukan perbaikan di sektor ini," katanya lagi.

Eks pelatih PSMS Medan ini menegaskan Persebaya ingin bangkit dan kembali bersaing di papan atas klasemen Liga 1.

Meski tak mudah karena menghadapi lawan berat, namun Djanur tetap optimistis di laga kandang ini. Dia berharap bisa memenuhi target kemenangan demi mengangkat posisi Persebaya yang saat ini tertahan di peringkat delapan dengan poin 12. 

Hanya, tuan rumah harus bekerja keras saat menghadapi PS Tira. Menurut striker Irfan Jaya kemenangan atas PS Tira bisa memulihkan mental pemain setelah memetik hasil buruk setelah dikalahkan PSS Sleman dan PSM Makassar dengan skor sama 1-2. 

"Kami ingin bangkit meski melawan tim yang belum terkalahkan sampai saat ini. Kami sudah siap bekerja keras meraih penuh di kandang sendiri. Kemenangan atas PS Tira bisa menambah kepercayaan diri pemain sekaligus memperbaiki posisi di klasemen," kata Irfan menegaskan. []

Baca juga: 

Berita terkait
0
Idham Azis Pilih Listyo Prabowo Sebagai Kabareskrim
Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis menunjuk Kadiv Propam Polri Irjen Pol Listyo Sigit Prabowo menjadi Kabareskrim Polri.