UNTUK INDONESIA
Didemo, Kinerja Polres Sampang Disorot Masyarakat
Masyarakat menilai jika Polres Sampang terkesan tebang pilih saat mengamankan pemilik sajam dan senpi.
Koordinator aksi Muhammad Sidik saat menyampaikan orasi di Mapolres Sampang. (Foto: Tagar/Nurus Solehen).

Sampang - Sejumlah elemen masyarakat Sampang mendatangi Markas Kepolisian Resort (Mapolres) Sampang, Senin 16 Desember 2019. Mereka menyoroti kinerja Polres Sampang dalam penanganan kasus seperti Pilkades dan pembunuhan.

Masalah Pilkades, yakni pada kasus kepemilikan senjata api (senpi) dan senjata tajam (sajam) yang diamankan saat pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 2019 di wilayah pantai utara (pantura).

Dari ratusan sajam dan beberapa senpi yang diamankan di lokasi.

Masyarakat menilai jika polisi terkesan tebang pilih saat mengamankan pemilik sajam dan senpi. Demikian terjadi di Pilkades di desa Bira Barat, Kecamatan Ketapang, dan Desa Gunung Rancak, Kecamatan Robatal.

"Dari ratusan sajam dan beberapa senpi yang diamankan di lokasi. Polisi hanya bisa menangkap sejumlah orang atau pemilik senjata tersebut. Kalau memang polisi serius menjaga keamanan dan ketertiban di Pilkades, Kenapa masih tebang pilih, jangan-jangan polisi sudah masuk angin," kata Ketua Jaringan Kawal Jawa Timur (Jaka Jatim) Korda Sampang Muhammad Sidik saat aksi.

Kemudian kasus lain yang sampai saat belum jelas adalah, pengungkapan kasus pembunuhan Busidin warga Desa Tamberu Laok, Sokobanah pada 5 Oktober 2017, dan pembunuhan Kiai Idris di Banyuates pada 27 Desember 2017. Sidik khawatir kasus tersebut hilang begitu saja.

"Kami berharap Bapak Kapolres yang baru bisa menuntaskan kasus pembunuhan itu. Agar masyarakat bisa merasa aman dan nyaman," pintanya.

Kapolres Sampang AKBP Didit Bambang Wibowo saat menemui para pendemo mengatakan, bahwa pengungkapan kasus hukum sudah dijalankan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP).

"Semua oknum yang berusaha mengganggu dan menggagalkan Pilkades beberapa waktu lalu sudah kita amankan bersama dengan barang bukti. Kasus kepemilikan senpi juga akan kita tuntaskan," ujarnya.

Pihaknya sudah bekerjasama dengan Pemkab Sampang dalam mengungkap kasus pembunuhan di Banyuates dan Sokobanah. Polisi juga berharap dukungan dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

"Kita akan terus memburu pelaku. Kita sudah masukkan ke daftar pencarian orang (DPO). Kalau ada masyarakat yang mengetahui keberadaan pelaku, segera lapor ke polisi," ucapnya. [] 

Berita terkait
Koleksi Tangkapan Mobil Mewah Polda Jatim Bertambah
Polda Jatim memprediksi jumlah mobil mewah bodong di wilayah Jatim akan bertambah.
11 Ribu Personel Gabungan Amankan Nataru di Jatim
Polda Jatim bersama TNI mengerahkan 11 ribu personel untuk mengamankan perayaan Hari Natal di Jatim.
BNNP Jatim Siapkan Tes Narkoba Bagi Calon Pengantin
BNNP Jatim bersama Kemenag telah menjalin kerja sama untuk melakukan tes narkoba terhadap calon pengantin.
0
Bubarkan Salat Berjemaah di Parepare Berujung Polisi
Seorang camat di Kota Parepare Sulsel dilaporkan ke polisi karena berusaha membubarkan jemaah yang hendak salat Jumat berjemaah.