Jakarta, (Tagar 14/3/2019) - Belakangan ini tersebar video di media sosial soal adik Prabowo Subianto, Hashim Soemitro Djojohadikusumo membongkar kelakuan sosok yang pernah diusungnya di Pilkada DKI Jakarta 2012. Salah satu yang disenggolnya Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.  

Video tersebut diunggah di Twitter menjadi tujuh bagian video. Satu video yang diunggah mengklaim kelakuan Ahok yang dinilainya kurang ajar dan akhirnya kualat.

Seperti diketahui ketika Joko Widodo cuti kampanye untuk Pilpres 2014, Ahok menjabat sebagai Plt Gubernur DKI Jakarta. Kemudian merangkak menjadi Orang Nomor Satu di Ibu Kota ketika Jokowi terpilih menjadi presiden.

Saat menjadi Plt Gubernur DKI, Ahok yang mengundurkan diri dari Partai Gerindra dipersoalkan oleh Hashim. "Kader Gerindra jadi gubernur, kirim surat pengunduran diri, sopirnya yang bawa, dia tidak ada harga diri," ucap hashim dalam video viral tersebut.

"Ya, kurang ajar!" kata Hashim dengan nada tinggi.

Hashim menyatakan, Ahok tidak beretika baik dalam menyampaikan surat pengunduran diri. Menurutnya, dalam berkomunikasi politik sepatutnya Ahok datang langsung tanpa diwakilkan oleh seseorang, terlebih supirnya.

Hasim menilai, atas perbuatannya itu Ahok mendapatkan karma ketika melangkah menjadi pesaing Anies Baswedan dalam kontestasi pemilihan Gubernur DKI di Pilkada 2017.

"Akhirnya, kualat kan dia? Saya tidak tahu orang Jakarta percaya tidak, kualat, tapi saya percaya itu," katanya.

Saat Pilkada 2012, Ahok yang menjadi calon wakil gubernur mendampingi Jokowi diusung Partai Gerindra. Hashim Soemitro Djojohadikusumo lah yang mendukung Ahok di Pilkada 2012.

Hashim tidak menyangka Ahok bakal keluar dari partai yang mendukungnya. Dalam video yang diunggah Hasyim itu, bungsu dalam keluarga Soemitro diperlihatkan Ahok mengirimkan surat pengunduran diri itu melalui supirnya.

Baca juga: Lama Tak Muncul Setelah Ahok Nikah, Veronica Tan Ucap Terima Kasih