UNTUK INDONESIA
Di Sumenep, Pesawat Tak bisa Mendarat Karena Ada Gedung SMA
Bupati Sumenep A Busyro Karim menyatakan penerbangan pesawat komersial dari dan ke Bandara Trunojoyo terkendala adanya bangunan SMA PGRI setempat.
Bandara Trunojoyo Sumenep (Foto: Ist)

Sumenep, (Tagar 15/4/2017) - Bupati Sumenep A Busyro Karim menyatakan penerbangan pesawat komersial dari dan ke Bandara Trunojoyo terkendala adanya bangunan SMA PGRI setempat.

"Sesuai koordinasi dengan otoritas Bandara Trunojoyo, semuanya sudah siap. Namun, ada kendala di luar teknis syarat Bandara Trunojoyo, yakni masih berdirinya bangunan SMA PGRI," ujar Bupati Sumenep, A Busyro Karim di Sumenep, Jawa Timur, Jumat (14/4) malam.

Saat ini, Bandara Trunojoyo memiliki landasan pacu sepanjang 1.600 meter dan selanjutnya layak diterbangi pesawat berkapasitas angkut 70 penumpang atau pesawat komersial. Sebelumnya, Otoritas Bandara Trunojoyo telah menetapkan bangunan SMA PGRI Sumenep sebagai objek penghambat keselamatan penerbangan pesawat.

Sejak beberapa waktu lalu, para pihak terkait di pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan pengelola SMA PGRI dalam rangka relokasi lembaga pendidikan tersebut. Pemerintah daerah pun menyiapkan dana sekitar Rp10 miliar untuk merelokasi SMA PGRI ke tempat lainnya agar tidak menghambat aktivitas penerbangan pesawat komersial ke dan dari Bandara Trunojoyo.

"Namun, hingga sekarang, upaya relokasi SMA PGRI belum membuahkan hasil. Informasinya terdapat beberapa hal yang harus diselesaikan. Kami akan meminta jajaran kami mengintensifkan koordinasi dengan pengelola SMA PGRI," kata Busyro, menerangkan.

Ia menjelaskan, aktivitas penerbangan pesawat komersial ke dan dari Bandara Trunojoyo tidak bisa dilakukan selama masih ada bangunan SMA PGRI. Jarak antara ujung landas pacu pesawat di Bandara Trunojoyo dengan bangunan SMA PGRI itu sekitar 230 meter. Kondisi tersebut tidak memungkinkan atau berbahaya bagi penerbangan pesawat komersial atau pesawat yang berkapasitas angkut 70 penumpang. (Rif/Ant)

Berita terkait
0
Surat untuk Tjahjo Kumolo: ASN Radikal, Pecat
Yang urgen dilakukan Menpan RB RI Tjahjo Kumolo adalah mengharuskan seluruh ASN di Indonesia tanda tangan setia Pancasila. Yang tidak mau, pecat.