UNTUK INDONESIA
Di Balik PDP Meninggal Usai Melahirkan di Bantul
Perempuan berstatus PDP Covid-19 di Bantul meninggal dunia setelah melahirkan di RSUD Panembahan Senopati.
RSUD Panembahan Senopati Bantul mengizinkan pasien dengan gejala Covid-19 pulang. (Foto: rsudps.bantulkab.go.id)

Bantul - Seorang wanita berumur 36 tahun asal Kecataman Kasihan, Bantul, Yogyakarta, yang berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 meninggal dunia setelah melahirkan di RSUD Panembahan Senopati Bantul. Perempuan tersebut melahirkan pada 29 April dan meninggal pada Senin, 4 Mei 2020.

Kepala Bagian Humas RSUD Panembahan Senopati Bantul, Siti Rahayuningsih membenarkan hal itu. "Betul ibu yang melahirkan itu meninggal hari ini dan masuk ke RSUD pada 28 April lalu. Tanggal 29 ia melahirkan secara normal dan bayinya pun dalam kondisi normal juga," kata Siti ketika dihubungi pada Senin 4 Mei 2020.

Ia menjelaskan ibu tersebut masuk dalam kategori PDP lantaran pernah menyambangi daerah luar kota dan masuk RSUD pada 28 April lalu. "Jadi ia jadi PDP karena mempunyai riwayat pernah bepergian ke daerah pandemi, dan tidak ada gelaja yang mengarah ke ciri-ciri Covid-19 ketika baru pertama kali tiba di RSUD," ucapnya.

Setelah melahirkan bayi dengan jenis kelamin laki-laki, wanita tersebut baru mengatakan bahwa dia pernah bepergian ke daerah pandemi dan langsung ditetapkan menjadi PDP.

"Awalnya PDP ini tidak berkata jujur kalau pernah ke daerah pandemi, setelah melahirkan dia baru mengatakan. Setelah kami periksa barulah masuk kategori PDP dan diisolasi di ruangan khusus sampai hari ini dan meninggal dunia," kata Siti.

Sedangkan untuk sang bayi saat ini masih dalam perawatan intensif diruang Pedeatric Intensive Care Unit (PICU) khusus kegawatdaruratan anak. "Kondisi bayi cukup bagus, dan sedang dirawat si PICU khusus kegawatdaruratan anak," kata Siti.

Siti mengatakan, PDP ini belum bisa dipastikan meninggal karena Covid-19. Pasien diduga meninggal dunia karena disertai komorbid atau penyakit penyerta lainnya.

Jadi ia jadi PDP karena mempunyai riwayat pernah bepergian ke daerah pandemi.

Sementara itu itu, Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Bantul Sri Wahyu Joko Santosa mengatakan data hari ini 4 Mei di Bantul sudah ada 17 orang yang positf terkena Covid-19. "Untuk PDP ada 15 pasien dan ODP dirawat ada 3 orang dan untuk yang merawat pasien positif antara lain, RSPAU 2 pasien, Bethesda 1 pasien RSLKC 10 pasien, JIH 1, RSPS 3," katanya.

Selain itu, pria yang akrab disapa Oki ini juga mengatakan bahwa warga harus menuruti arahan pemerintah yang menganjurkan di rumah saja, menjalankan ibada selama bulan puasa di rumah dan tetap menjaga kebersihan.

Rapid Test Covid-19 Massal di Bantul

Lebih lanjut Oki mengatakan Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul memperluas pelaksanaan rapid test Covid-19 secara massal di halaman kantor Dinkes setempat, pada tanggal 5 dan 12 Mei mendatang. Meski seluruh warga diperkenankan mengikuti, masyarakat umum dengan kriteria tertentu yang dianggap lebih rentan tertular, tetap jadi prioritas utama rapid test ini.

"Terutama masyarakat yang punya riwayat perjalanan dari daerah terjangkit. Khususnya daerah-daerah yang epidemi tinggi, seperti Jakarta, Bekasi, Depok, Bogor, Surabaya, hingga Bali," ucapnya pada Senin 4 Mei 2020.

Rapid test di BantulDinas Kesehatan Bantul melaksanakan rapid test massal Covid-19 yang menyasar berbagai lapisan masyarakat, Selasa 28 April. (Istimewa)

Selain para pelaku perjalanan atau orang yang baru tiba di Bantul, masyarakat yang memiliki kontak erat dengan pasien yang dinyatakan positif terpapar Corona, juga menjadi sasaran pokok. Termasuk, mereka yang kontak erat dengan warga reaktif, atau positif menurut hasil rapid test. "Jadi, untuk pelaksanaan rapid test ini, kita lanjutkan dengan menyasar masyarakat umum, dengan kriteria-kriteria tertentu," jelasnya.

Dokter yang akrab disapa Oki itu menjelaskan, warga yang hendak mengikuti rangkaian tes cepat ini, dapat mendaftar di halaman deteksicorona.bantulkab.go.id/rapidtest. Akan tetapi, ia menekankan warga wajib mengisi data dirinya sejujur mungkin. 

"Setelah mengisi data diri, tunggu rekomendasi yang dikeluarkan oleh aplikasi lalu ikuti anjuran selanjutnya. Pendaftaran dibuka mulai Minggu tanggal 3 Mei, lalu ditutup pada 5 Mei, pukul 09.00," jelasnya.

Ia melanjutkan, jika kuota sudah terpenuhi sebelum tenggat waktu yang ditentukan web dari Diskominfo Bantul itu akan tertutup secara otomatis. Menurutnya, target sasaran yang dipatok Dinkes dalam kegiatan kali ini adalah 250 warga.

"Di situ warga mengisi nomor induk kependudukan dan nomor handphone. Jadi, pukul berapa harus datang dan jam tesnya, akan kita sampaikan undangan melalui nomor yang didaftarkan," ungkap Oki. []

Baca Juga:

Berita terkait
Update Sebaran Covid-19 Tiap Kecamatan di Bantul
Data pasien Covid-19 di Kabupaten Bantul, Yogyakarta per 2 Mei 2020 pukul 16.30 WIB sebanyak 17 orang.
Alasan 6 Tenaga Kesehatan di Bantul Jalani Isolasi
Enam tenaga kesehatan dan satu non kesehatan di Bantul, Yogyakarta harus menjalani isolasi.
Data Bansos Dampak Covid-19 Kemensos di Bantul Kacau
Lurah di Bantul, Yogyakarta, dipusingkan data penerima bansos dampak Covid-19 dari Kemensos.
0
Di Balik PDP Meninggal Usai Melahirkan di Bantul
Perempuan berstatus PDP Covid-19 di Bantul meninggal dunia setelah melahirkan di RSUD Panembahan Senopati.