Denny Siregar: Dejavu Ade Armando

Lalu mereka takbir mengumandangkan nama besar Tuhan, seperti pemujaan dalam ritual sekte hitam. Dejavu Ade Armando. Tulisan opini Denny Siregar.
Dosen Universitas Indonesia Ade Armando dikeroyok massa dalam demo di depan gedung DPR RI, Senin, 11 April 2022. (Foto: Tagar/Screenshot Video Viral)

Maaf, saya gak bisa keluarkan video dan foto pengeroyokan dan penganiayaan Bang Ade Armando di Facebook ini, karena akun saya sedang diincar untuk dimatikan akibat postingan-postingan lama yang dianggap melanggar peraturan.

Mungkin kalian semua sudah lihat, betapa keji dan betapa pengecutnya mereka, mengeroyok seorang Ade Armando, dosen berusia 61 tahun. Saya seperti dejavu melihat peristiwa yang sama kejadian Cikeusik Banten tahun 2013 dan peristiwa pengeroyokan Haringga Sirla suporter Persija tahun 2018.

Apa kesamaannya? Sama-sama mengungkapkan kebencian pakai massa dan mengucapkan lafal-lafal keagamaan dengan nafsu membunuh manusia. Begitulah radikalisme bekerja. Radikalisme di negeri kita. Mereka seperti hyena, buas ketika berjumlah banyak dan penakut ketika sendirian.

Bisa bayangkan bagaimana negeri ini ketika mereka berkuasa? Orang yang berbeda pendapat, akan mereka keroyok. Kalau perlu dibakar sampai mati, baru nafsu mereka terlampiasi. Radikalisme itu adalah virus dalam pikiran dan membuat banyak pelajar, juga mahasiswa yang terpapar akibat meluasnya media sosial.


Kasus Bang Ade, Cikeusik dan Haringga Sirla, menunjukkan betapa rentannya pelajar ke depan terhadap virus radikalisme. Ini PR besar pemerintah dan aparat TNI juga Polri.


Ade Armando pendarahan OtakAde Armando dalam perawatan di rumah sakit, dijenguk teman-temannya. (Foto: Dok Tagar)


Ga ada sedikitpun belas kasih di hati mereka. Teriakan, "Halal darahnya... Matiin, matiin...," bergema ketika kaki mereka, tangan mereka, memukul orang tua yang sudah tidak berdaya, berdarah-darah. Lalu mereka takbir mengumandangkan nama besar Tuhan, seperti pemujaan dalam ritual sekte hitam.

Bang Ade yang datang juga untuk mendukung penolakan Jokowi 3 periode, malah dihakimi. Lalu demo mereka itu murni apa cuma basa basi??

Kasus Bang Ade, Cikeusik dan Haringga Sirla, menunjukkan betapa rentannya pelajar ke depan terhadap virus radikalisme. Ini PR besar pemerintah dan aparat TNI juga Polri.

Saya mengusulkan, perlu dipikirkan konsep pembinaan setara militer untuk remaja di bawah TNI dan Polri, untuk menanamkan kebangsaan dan kecintaan terhadap negara dan manusia. Biar remaja kita tidak nganggur, tidak gampang diprovokasi, punya kesibukan sehingga tidak terpapar virus kadrun yang membuat mereka jadi bodoh dan beringas..

Turut berduka cita untuk Bang Ade Armando. Beliau sekarang sudah aman dan tidak terlalu parah meski tetap mendapat perawatan.

Saya seruput kopi dulu sebagai bentuk kegemasan akan nasib bangsa ini ke depan.

*Pegiat Media Sosial


Baca juga






Berita terkait
Denny Siregar: Terima Kasih Polisi dan Mahasiswa Sudah Selamatkan Ade Armando
Diketahui, Ade Armando menjadi korban pemukulan sejumlah massa aksi di depan Gedung DPR RI Jakarta pada Senin 11 April 2022.
Ade Armando Alami Pendarahan Otak Akibat Pukulan Keras di Kepala
Ade Armando mengalami pendarahan di otak belakang usai babak belur dipukuli sejumlah orang di kawasan gedung DPR, Senin, 11 April 2022.
Kondisi Terkini Ade Armando, Luka Serius dan Pendarahan Otak
begini kondisi Dosen Universitas lndonesia (UI) Ade Armando yang menjadi korban pengeroyokan sejumlah orang saat mengikuti demonstrasi.
0
Teddy Gusnaidi Blak-blakan Ade Armando Tak Perlu Dikasihani
Eks politisi PKPI, Teddy Gusnaidi, secara terang-terangan mengatakan Ade Armando tidak perlu dikasihani.