Indonesia
Denny Siregar: Bangganya Surabaya Punya Seorang Risma
Lagi-lagi Risma Wali Kota Surabaya mencetak hattrick dengan menyelamatkan aset Pemerintah Kota Surabaya. Tulisan opini Denny Siregar.
Tri Rismaharini ikut membantu mengatur arus lalu lintas di daerah banjir di Dukuh Nggendong, perbatasan Kecamatan Pakal dan Benowo, Surabaya. (Foto: Boy Slamet/Jawa Pos)

Oleh: Denny Siregar*

Jauh dari hingar bingar Jakarta, Surabaya kembali mencetak prestasi.

Dan lagi-lagi Bu Risma, Wali Kota Surabaya, mencetak hattrick dengan menyelamatkan aset Pemerintah Kota Surabaya. Sebelumnya ia dengan gigih berhasil menarik kembali aset Kota Surabaya yang sempat dikuasai pihak lain sejumlah total lebih dari 30 hektare.

Mengagumkan.

Belum berhenti di situ, Risma kembali berhasil menarik aset besar milik Pemkot Surabaya, yang selama puluhan tahun dikuasai swasta.

Kronologinya begini. Tahun 1952, Pemkot membuat Yayasan Kas Pembangunan yang ditujukan untuk membangun kebutuhan perumahan rakyat. Pada masa Wali Kota Sunarto almarhum, tiba-tiba yayasan itu beralih menjadi swasta. Tentu ini tindakan melanggar hukum.

Tetapi tidak ada yang berani membongkar kasus itu, sampai kemudian DPRD Kota Surabaya berinisiatif meminta kembali yayasan dan seluruh asetnya. Pihak YKP yang sudah menjadi swasta, tentu menolak.

Bu Risma pun bergerak. Sejak tahun 2012, ia meminta aset itu dikembalikan ke Pemkot Surabaya. Lagi-lagi ditolak. Tidak kurang akal, ia lalu melaporkan ke Gubernur Jatim, KPK dan Kejaksaan Tinggi.

Jadi, maaf saja warga Jakarta, Surabaya dipimpin oleh Wali Kota yang tidak pandai bermain kata, tetapi murni pekerja. Dan hasilnya ia disayang banyak orang karena melakukan banyak hal bagi warganya.

Kejati pun mengambil alih kasus itu. Penyelidikan dilakukan. Dan pada akhirnya, sesudah perjalanan panjang, para pengurus YKP kemudian dicegah ke luar negeri. Rekening mereka pun diblokir semua.

Tujuh tahun berlalu dan akhirnya Bu Risma mendapatkan kembali aset-aset PT YKP yang bernilai sekitar 10 triliun itu. Dia berkata hampir menangis saat menerima berkas-berkas yang akan dikembalikan ke Pemkot Surabaya itu.

"Mau dijadikan apa, Bu, tanah di YKP ?" Tanya seorang wartawan. "Saya mau buat rumah susun untuk rakyat," kata Bu Risma.

Tri Rismaharini memang seorang wanita. Tetapi apa yang ia lakukan melebihi apa yang bisa dilakukan seorang pria. Ia begitu gigih sejak awal menjabat menjadi Wali Kota Surabaya.

Prestasi besarnya yang lain adalah melawan DPRD Kota Surabaya yang pada waktu itu ngotot ingin bikin tol tengah kota dan membereskan Dolly kompleks pelacuran terbesar se Asia Tenggara. Dan kembali ia membahagiakan warga Surabaya dengan mengembalikan aset senilai 10 triliun kembali ke pangkuan pemerintah.

Jadi, maaf saja warga Jakarta, Surabaya dipimpin oleh Wali Kota yang tidak pandai bermain kata, tetapi murni pekerja. Dan hasilnya ia disayang banyak orang karena melakukan banyak hal bagi warganya.

Gimana kira-kira kalau Bu Risma pindah aja ke Jakarta dan pimpin 58 persen warga yang suka dengan pimpinan seiman?

"Tapi dia wanita. Dan tidak boleh ada pemimpin wanita. Karena menurut ayat bla bla bla."

Nah. Kalau gitu seruput aja dulu kopinya. Makan tuh keberpihakan.

*Penulis buku Tuhan dalam Secangkir Kopi

Baca juga:

Berita terkait
0
Ustaz Abdul Somad Batal Isi Ceramah di Pematangsiantar
Ustad Abdul Somad batal mengisi tausiah di Kota Pematangsiantar. Rencananya, UAS akan hadir di Masjid Raya, Minggu 25 Agustus 2019.