UNTUK INDONESIA
Dara Bantaeng 2020 dan Sampah Hutan Pinus Rombeng
Aisyah, 17 tahun, Dara Bantaeng, menyoroti salah satu obyek wisata di Kabupaten Bantaeng, yakni Hutan Pinus Rombeng di Kecamatan Uluere.
Suasana grand final pemilihan Dara dan Daeng Bantaeng 2020, Senin, 10 Agustus 2020. (Foto: Tagar/Fitriani Aulia Rizka/Dok Dara Daeng).

Bantaeng – Sebanyak 20 pemuda dan pemudi berpakaian adat Sulawesi Selatan berjejer di atas panggung. Para pemudi yang jumlahnya 11 orang, jongkok membelakangi sembilan pemuda, sambil memegang tampah dari anyaman bambu yang dilapisi kertas mengilap.

Kedua puluh pemuda dan pemudi itu adalah finalis ajang pemilihan Dara dan Daeng Kabupaten Bantaeng, kegiatan rutin tahunan untuk memilih pemuda dan pemudi yang akan menjadi semacam duta wisata Kabupaten Bantaeng.

Namun suasana malam itu, Senin, 10 Agustus 2020, sangat berbeda dengan ajang grand final pemilihan Dara dan Daeng Bulukumba pada tahun-tahun sebelumnya, yang selalu dihadiri oleh ratusan orang.

pemilihan Dara dan Daeng Bantaeng tahun 2020 di Hotel Marina, Kabupaten Bantaeng terasa lebih sederhana dan singkat akibat masih adanya pandemic Covid-19. Pelaksana ajang itu tidak ingin perhelatan tersebut menjadi tempat berkerumun, yang berpotensi menjadi pemicu penyebaran Covid-19.Grand final pemilihan Dara dan Daeng Bantaeng tahun 2020 di Hotel Marina, Kabupaten Bantaeng terasa lebih sederhana dan singkat akibat masih adanya pandemic Covid-19. Pelaksana ajang itu tidak ingin perhelatan tersebut menjadi tempat berkerumun, yang berpotensi menjadi pemicu penyebaran Covid-19.

Meski sederhana, malam itu tetap menjadi malam istimewa untuk kedua puluh finalis. Mereka menunjukkan kemampuan mereka di hadapan dewan juri yang jumlahnya lima orang.

Setelah seluruh peserta menunjukkan kemampuannya dan menjawab pertanyaan dewan juri, tibalah saat yang dinanti oleh mereka, yakni pengumuman sosok yang terpilih sebagai Dara dan Daeng Bantaeng 2020.

Hasil penilaian kelima juri, yakni Usman Abdullah selaku Ketua Penyelenggara Dara Daeng Sulawesi Selatan sekaligus owner dari Ergas Entertainment, Gibran Muhammad seorang News Anchor. Alifya Salsabila sebagai Dara Sulsel 2019, Harry Pamungkas yang merupakan Duta Sutera Sul-Sel, dan Rudy dari Dekranasda Bantaeng, memilih Aisyah Nandini sebagai Dara Bantaeng dan Asrul sebagai Daeng Bantaeng 2020.

Tidak Menyangka Bisa Terpilih

Asrul, 23 tahun, warga Jalan Pendidikan Lasepang, Kelurahan Lamalaka, Bantaeng. Kepada Tagar, ia bercerita tak pernah menyangka bisa memenangkan ajang pemilihan tersebut.

Purnapaskibraka 2015 ini mengaku awal mula mendaftar pemilihan Dara Daeng setelah diinformasikan oleh temannya. Seperti menjawab sebuah tantangan ia pun membulatkan tekad mengikuti ajang tersebut.

"Sebenarnya selain dari motivasi teman, sebenarnya saya memang sudah ada nawaitu sebelumnya untuk ikut ajang ini dan dengan keluarga pun saya merasa yakin untuk ikut ajang ini," katanya kepada Tagar, Selasa, 25 Agustus 2020.

Setelah dinobatkan sebagai Daeng Bantaeng 2020 ia merasa mengemban amanat dan tanggung jawab yang luar biasa. Di sisi lain tentu saja merasa senang atas sebuah kepercayaan yang ditaruh pada pundaknya.

Daeng Bantaeng 2020Asrul, 17 Tahun, terpilih sebagai Daeng Bantaeng 2020. (Foto: Tagar/Fitriani Aulia RIzka/Dok Dara Daeng Bantaeng).

Pemuda yang gemar bermain bola voli ini juga mengaku sangat bersyukur kepada Allah SWT, dan berterima kasih pada kedua orang tuanya, yang selama ini senantiasa mendukungnya.

Berbicara tentang tanggung jawab itu merupakan sebuah hal yang sangat berat menurut saya. Tapi tidak mengurangi niat untuk terus berkarya di bidang pariwisata dan kebudayaan. 

"Dan inilah yang menjadi tanggung jawab saya kedepannya, bagaimana saya bisa menjadi seorang duta yang bisa menjadi Inspirasi bagi khalayak selain itu saya juga harus mempromosikan kebudayaan dan pariwisata yang ada di Bantaeng," jelasnya.

Adapun program yang rencana akan dilakukannya dalam waktu dekat adalah program yang fokus pada sektor pariwisata Bantaeng. Termasuk bagaimana meningkatkan pelayanan yang baik kepada wisatawan. Agar mereka senang dan senantiasa menjadikan pariwisata Bantaeng sebagai destinasinya.

Asrul berharap, programnya bisa memotivasi masyarakat, menumbuhkembangkan potensi wisata yang ada dan menjadi penggerak masyarakat untuk mempromosikan potensi wisata.

"Berbicara tentang potensi wisata yang ada di Kabupaten Bantaeng itu adalah, kita tahu bersama bahwa ini adalah kota kecil namun menyimpan potensi wisata yang sangat banyak dan mampu bersaing di kancah nasional. Salah satunya adalah objek wisata alam pegunungan, objek wisata bahari, objek wisata budaya, objek wisata religi, objek wisata kuliner dan agrowisata," tuturnya.

Dia juga menyatakan bakal terjun menjadi representasi kaum millenial yang peka dan peduli Covid-19, dengan cara yang bijak dalam menyikapi masa pandemi ini, seperti menghindari budaya nongkrong di tempat keramaian, menjaga jarak, tidak melakukan kontak fisik ketika bertemu atau berkenalan serta menggunakan masker ketika keluar rumah.

Soroti Hutan Pinus Rombeng

Sementara, Aisyah, 17 tahun, Dara Bantaeng, menyoroti salah satu obyek wisata di Kabupaten Bantaeng, yakni Hutan Pinus Rombeng di Kecamatan Uluere. Hutan Pinus Rombeng belakangan ini viral mendapat sorotan karena banyaknya tumpukan sampah.

Menurut Aisyah, dirinya sempat mengunjungi hutan pinus tersebut sekitar tiga bulan lalu. Saat itu kondisinya masih bersih. Hanya saja memang tidak ada tempat sampah yang disediakan.

Dara dan daeng Bantaeng 2020Aisyah (kanan), 17 tahun, Dara Bantaeng terpilih 2020, menyoroti tidak adanya tempat sampah di lokasi wisata Hutan Pinus Rombeng, Bantaeng. (Foto: Tagar/Fitriani Aulia Rizka/Dok Dara Daeng Bantaeng).

"Saya sempat berkunjung ke Pinus Rombeng, tiga bulan yang lalu dan keadaan pada saat itu masih bersih, kebersihannya masih terjaga karena pengunjung masih sedikit. Sejauh yang saya amati memang di sana tidak disediakan fasilitas untuk pembuangan sampah bagi pengunjung yang datang, jadi mereka pastinya bingung mau buang sampahnya di mana," kata perempuan penggemar drama Korea dan suka menyanyi ini.

Selain itu, ia juga menambahkan bahwa seberapa banyak fasilitas yang disediakan, tetap diperlukan kesadaran diri untuk menjaga keindahan lingkungan.

Oleh karena itu, dia berencana untuk bersama Daeng Bantaeng melakukan kerja sama dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Bantaeng dan mencari solusi untuk masalah tersebut.

"Paling tidak mengadakan spanduk dan tulisan larangan larangan khusus untuk membuang sampah pada tempatnya," kata pelajar SMKN 1 Bantaeng ini.

Pelajar kelas IX jurusan Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran ini menyebut bahwa kebersihan adalah hal mutlak yang pertama kali diperhatikan. Terlebih di masa pandemi, kebersihan bukanlah suatu hal yang bisa dikesampingkan.

Gadis berhijab ini menambahkan, bahwa tempat wisata bukan hanya menjadi tanggung jawab dinas-dinas, melainkan tanggung jawab bersama.

Terjaganya kelestarian alam dan kebersihan lingkungan sekitar merupakan tanggung jawab setiap manusia, sebagai wujud menjaga amanah dari Tuhan.

"Iya, bagaimanapun kebijakan dan imbaun diterapkan. Namun jika pada dasarnya kita tak memiliki rasa peduli dan tanggung jawab atas segala ciptaan Allah maka semua percuma saja. Karena kunci terjaganya sebuah keindahan adalah disiplin dan taat," jelasnya.

Dia juga menyayangkan jika hal ini terus berlanjut. Menurutnya, andai saja terbangun kesadaran pribadi, baik dari pengunjung maupun pengelola tempat wisata maka hal ini bisa dihindari atau diminimalisir.

"Yang menjadi masalah juga karena mereka kurang menyadari akan pentingnya menjaga kebersihan sesuai dengan yang tercantum dalam 7 sapta pesona," kata dara berkulit putih ini.

Rencananya dia juga berupaya menggerakkan pemuda pemudi dan pemerintah setempat agar lebih peka terhadap potensi wisata di daerahnya.

Ia berharap, agar segala program yang direncanakannya bersama Asrul, Daeng Bantaeng, bisa terwujud, berjalan lancar dan mendapat dukungan dari semua pihak.

Diketahui, kegiatan pemilihan Dara dan Daeng Bantaeng dilaksanakan oleh Ikatan Dara Daeng (Ikaraeng) Bantaeng, sebuah organisasi kepemudaan di bawah naungan Dinas Pariwisata Bantaeng.

Kegiatan itu bertujuan untuk mempromosikan potensi daerah utamanya pariwisata. Selain itu juga ikut andil dalam mempromosikan potensi wisata budaya. Dara Daeng yang terpilih juga diharapkan bisa menjadi inspirator generasi muda yang ikut andil dan menjadi jembatan pemerintah setempat dalam mempromosikan Bantaeng. []

Berita terkait
Mama Muda di Bantaeng Raup Jutaan Rupiah dari Medsos
Seorang perempuan muda di Kaupaten Bantaeng meraup jutaan rupiah per pekan hanya dari berjualan daring melalui media sosial.
Sampah Busuk di Manggarai Timur dan Mental Warga
Menjadi petugas pengangkut sampah bukan hal yang mudah untuk dijalani. Sebab, tak jarang masyarakat memandang remeh profesi mereka.
Langkah Besar dari Dusun Terpencil di Banyuwangi
Seorang warga tamatan sekolah dasar di Banyuwangi mendirikan sekolah untuk meningkatkan kualitas pendidikan warga setempat.
0
Liburan Panjang Momentum Ekonomi Yogyakarta Bangkit
Liburan panjang diprediksi wisatawan membanjiri Yogyakarta. Hal itu diharapkan mendongkrak perekonomian DIY yang terpuruk akibat pagebluk.