UNTUK INDONESIA
Dapat Rekomendasi PDIP, Sanusi Tinggalkan PKB
Petahana Bupati Malang Sanusi memutuskan meninggalkan PKB dan bergabung PDIP setelah memastikan mendapatkan rekomendasi maju di Pilkada Malang
Petahana Bupati Malang Sanusi (dua dari kanan) dan Sri Untari saat bersih-bersih di Situs Sekaran, Malang beberapa waktu lalu. (Foto: Tagar/Moh Badar Risqullah)

Malang - Percaturan pemilihan umum kepala daerah (Pilkada) Malang 2020 mulai panas. Setelah sebelumnya calon independen Heri Cahyono dan Gunardi Handoko mengumumkan keikutsertaannya. Giliran DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengumumkan calonnya di Jakarta pada Rabu 19 Februari 2020.

Dengan surat keputusan dari DPP PDI Perjuangan Nomor 1196/IN/DPP/II/2020 yang ditandatangani Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto. Dua pemimpin Kabupaten Malang yaitu Petahana HM Sanusi dan Didik Gatot Subroto diusung maju dalam Pilkada Kabupaten Malang 2020.

Saya mendengar dari berbagai sumber, PKB tidak akan mencalonkan saya. Maka saya memutuskan untuk keluar dari PKB dan secara resmi bergabung menjadi anggota dan kader PDIP.

Keputusan itupun mengagetkan publik di Malang. Pasalnya, Sanusi sendiri sebelumnya digadang-gadang akan diusung Partai Kebangkitan Bangsa dan Nahdlatul Ulama melalui rapat internal di Pondok Pesantren (Ponpes) Sabilurrosyad, Gasek, Kota Malang pada Agustus 2019 silam.

Diluar dugaan, Bupati Malang saat ini tersebut mencopot kartu politiknya dari PKB menjadi PDIP. Hal itu dilakukannya untuk menjadi anggota resmi kader PDIP dan maju dalam Pilkada Malang 2020.

Memanggapi hal tersebut, Sanusi mengatakan keputusan tersebut diambil karena PKB tidak mencalonkan dirinya. Sehingga, dia memutuskan untuk keluar dari PKB dan secara resmi bergabung menjadi Anggota dan Kader PDI Perjuangan.

"Saya mendengar dari berbagai sumber, PKB tidak akan mencalonkan saya. Maka saya memutuskan untuk keluar dari PKB dan secara resmi bergabung menjadi anggota dan kader PDIP. Tapi, saya tetap menghormati keputusan PKB yang tidak lagi mau mencalonkan saya," kata dia dalam keterangan resminya kepada Tagar.

Perihal proses dirinya memilih berbelok ke PDIP Perjuangan, dia menjelaskan sudah melakukan komunikasi dengan Sekretaris DPD PDIP Jawa Timur, Sri Untari sejak Januari 2019 lalu.

Sebelumnya, dalam beberapa kesempatan Sri Untari dan Sanusi memang sering melakukan kegiatan bersama. Salah satunya saat pembangunan pagar untuk Situs Sekaran di Malang.

Pada 4 Februari 2020 lalu dirinya diantarkan menemui Sekjen PDIP Hasto Kristianto. Sekaligus dilakukan pembicaraan untuk menggantikan Sri Untari dari Bakal Calon Bupati Malang yang sebelumnya diusung PDI Perjuangan.

Dengan hal itu pula, diputuskan Untari mengundurkan diri dan mendapatkan penugasan lain DPP Partai yaitu sebagai Ketua Umum DPP Dekopin.

"Melalui pembicaraan panjang. Pada akhirnya, dengan penuh kesadaran saya akan berangkat melalui partai PDI Perjuangan. Keseriusan itu ditandai dengan kesiapan untuk mengurus Kartu Tanda Anggota PDI Perjuangan," jelasnya.

Kemudian, dari hasil pembicaraan tersebut ditindaklanjuti pada 10 Februari 2020 lalu dengan secara pasti dia mendaftarkan diri sebagai Cabup Kabupaten Malang melalui DPP PDIP. Selanjutnya dilakukan kegiatan fit and propertest oleh tim DPP PDI Perjuangan.

"Dalam proses Fit and Proper test dipertanyakan. Siapa pendamping calon Bupati Malang. Dari permohonan dan rekomendasi, dipilihlah Bapak Didik Gatot Subroto," ungkapnya.

Dipilihnya Didik Gatot Subroto sebagai pendampingnya, kata Sanusi, atas permohonan dan rekomendasi Sri Untari. Apalagi Didik Gatot Subtoto merupakan kader asli PDIP. Seperti diketahui, Didik Gatot Subroto sendiri saat ini merupakan Ketua DPC PDIP Kabupaten Malang sekaligus Ketua DPRD Kabupaten Malang.

"Dengan keputusan ini, saya bertekad kuat untuk memenangkan PDIP dan akan membesarkan PDI Perjuangan dan setia lahir bathin," tutupnya.

Terkait hal tersebut, Didik Gatot Subroto saat dikonfirmasi melalui pesan singkat mengaku belum mengetahui terkait rekomendasi dari DPP PDIP.

PKB Belum Tentukan Usungan

Sementara itu, salah satu anggota Lajnah Siyasah atau panitia seleksi (pansel) Prof Masykuri mengaku belum mengetahui hal tersebut. Sekaligus dia juga tidak mau berkomentar banyak terkait berbeloknya Sanusi ke PDIP Perjuangan.

"Saya belum tahu itu (Sanusi memutuskan pindah ke PDIP kerena tidak dapat rekom dari PKB)," kata dia saat dihubungi wartawan.

Seperti diketahui, Lajnah Siyasah merupakan tim yang diinisiasi Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur KH Marzuki Mustamar pada Agustus 2019 lalu. Mereka beranggotakan dari kalangan akademisi, politisi, dan ulama. Tugasnya menjaring kader dari NU sekaligus mengerucutkan pilihan menjadi satu calon.

Dalam kesempatan waktu itu, hadir empat figur NU yang disebut-sebut bakal maju dalam Pilbup Malang 2020. Diantaranya yaitu Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Malang dr Umar Usman, Ketua DPC PKB Kabupaten Malang Ali Ahmad, dan Bupati Malang, H.M. Sanusi.

Sejak dibentuknya tim tersebut, Masykuri mengatakan belum ada rekomendasi dari PKB siapa yang bakal maju dalam Pilkada Malang 2020. Kalaupun ada rekom, dia mengatakan untuk hal tersebut ada di keputusan bersama PKB.

"Saya belum tau juga. Apakah, PKB sudah mengeluarkan rekomendasi (calon Pilbup Malang). Kalaupun ada dari Lajnah Siyasah, itu nantinya harus menunggu rapat bersama (PKB)," ucapnya. [] 

Berita terkait
Tujuh Persoalan Urgen Pilkada 2020 Versi IndecenterS
Jika peruntungan besar seperti Jokowi, bisa menjadi pemimpin nasional atau presiden. Berikut 7 persoalan urgen Pilkada 2020 versi IndocenterS.
PDIP Usung Petahana di Humbahas dan Samosir
Dosmar Banjarnahor diusung PDIP sebagai bakal calon Bupati Humbahas pada Pilkada 2020. Di Samosir, nama Rapidin Simbolon kembali disebut.
PDIP Masih Rahasiakan Usungan di Pilkada Surabaya
PDIP masih melakukan pemetaan dan survei untuk menentukan usungan bakal calon wali kota dan wakil wali kota Surabaya.
0
Selebgram Awkarin dan Ruth Stefani Diperiksa Polisi
Dua selebgram yakni Awkarin dan Ruth Stefani memenuhi panggilan pemeriksaan Kepolisian Daerah Jawa Timur.