UNTUK INDONESIA
Curhat Cucu Pahlawan Jurnalis Rohana Kudus
Rohana Kudus menyandang pahlawan nasional, menjadi jurnalis pertama yang berhasil menyandang predikat itu. Berikut curhatan cucunya, Janeydy.
Janeydy, cucu Rohana Kudus di Istana Negara, Jakarta, Jumat, 8 November 2019. (foto: Tagar/Popy Sofyhida).

Jakarta - Janeydy merupakan perwakilan atau cucu almarhumah Rohana Kudus, jurnalis wanita asal Sumatera Barat yang menerima gelar pahlawan nasional tahun 2019.

Dia mengungkapkan rasa bangga atas pencapaian dan perjuangan sang nenek yang akhirnya diapresiasi oleh negara. 

Perhatiannya besar terutama bagi kemajuan dan khususnya mengajarkan banyak membaca supaya pengetahuan luas.

"Sangat terharu juga, akhirnya bisa (pahlawan) perjuangannya selama ini. Saya ucapkan terima kasih semua, keluarga yang telah memungkinkan menerima penganugerahan pahlawan nasional," kata Janeydy di Istana Negara, Jakarta, Jumat, 8 November 2019.

Rohana Kudus tutup usia tahun 1972 lalu. Dia mengutarakan sosok neneknya yang sangat menginspirasi banyak orang, terutama membagi ilmu yang kekal di tengah masyarakat.

"Memang sederhana dan selalu perhatian besar pada sesama, khususnya sebagai perempuan apa pun ilmu yang ada, tidak segan-segan untuk menyampaikan, berbagai ilmu," ucapnya tersenyum.

Janeydy adalah cucu tertua Rohana. Semasa hidupnya, pesan yang yang lekat dalam ingatannya yaitu mengutamakan membagi ilmu kepada sesama, utamanya melalui kekuatan teks.

"Menurut ceritanya waktu itu saya belum ada umur 8 tahun sudah mengajar, seiingat saya beliau kebetulan cukup lama (mengajar). Perhatiannya besar terutama bagi kemajuan dan khususnya mengajarkan banyak membaca supaya pengetahuan luas," tuturnya.

Rohana hanya memiliki satu anak. Menurut Janeydy, kini tak ada yang meneruskan perjuangan sang nenek sebagai jurnalis. "Yang jadi wartawan enggak ada," ucap dia sambil tertawa.

Rohana Kudus dianugerahi gelar pahlawan nasional. Penetapan wartawati pertama di Indonesia itu, tertuang dalam surat keputusan Kementerian Sosial RI nomor 555/3/PB/.05.01/11/2019 tertanggal 7 November 2019.

Penetapan gelar pahlawan nasional kepada perempuan kelahiran 20 Desember 1884 yang berasal dari Kabupaten Agam ini telah melalui pembahasan panjang Dewan Gelar Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan, serta tentunya atas dasar persetujuan Presiden Joko Widodo (Jokowi). 

Rohana merupakan putri dari pasangan Mohamad Rasjad Maharadja Soetan dan ibunya bernama Kiam. Dia merupakan kakak tiri dari Sutan Sjahrir, perdana menteri pertama Indonesia, sekaligus mak tuo (bibi) penyair besar Chairil Anwar. Dia juga sepupu dari Haji Agus Salim, mantan menteri dan pejuang kemerdekaan Indonesia.

Rohana Kudus adalah perempuan pertama yang menjadi jurnalis di Indonesia. Dia lahir di Kota Gadang, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat, pada 20 Desember 1884. Rohana hidup di zaman yang sama dengan RA Kartini ketika akses pendidikan yang layak sangat dibatasi. []

Berita terkait
Enam Tokoh Diberi Gelar Pahlawan oleh Jokowi
Presiden Joko Widodo memberikan gelar pahlawan nasional pada tokoh-tokoh yang dinilai berjasa bagi Indonesia di Istana Negara, Jakarta.
Ruhana Kuddus Jadi Pahlawan Nasional
Ruhana Kuddus ditetapkan sebagai pahlawan nasional oleh Presiden Jokowi. Ruhana dikenal sebagai wartawati pertama di Indonesia.
Sejarah Taman Makam Pahlawan Kalibata
Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata sebelumnya berlokasi di Ancol, Jakarta Utara.
0
Dua Pejabat Medan Terbirit-birit Usai Diperiksa KPK
Sejumlah pejabat Pemko Medan, terbirit-birit ke arah mobil mereka usai diperiksa penyidik KPK di gedung BPKP, Jalan Gatot Subroto, Medan.