Covid-19 Melonjak, Korea Selatan Lockdown Lagi

Negara tersebut melaporkan sebanyak 1.378 kasus baru Covid-19 pada Jum’at, 9 Juli. Jumlah tersebut naik.
Lockdown Korsel.

Jakarta - Korea Selatan mencatat jumlah kasus Covid-19 harian baru tertinggi dalam waktu 24 jam. Akibatnya, mulai Senin, 12 Juli, pembatasan kegiatan akan diperketat  seketat mungkin di Seoul dan wilayah tetangga untuk pertama kalinya.

Negara tersebut melaporkan sebanyak 1.378 kasus baru Covid-19 pada Jum’at, 9 Juli. Jumlah tersebut naik dari kasus baru hari sebelumnya.

Korea Selatan sejauh ini bernasib lebih baik daripada banyak negara industry lainnya dalam jumlah infeksi dan kematian, dengan tingkat kematian 1,22 persen dan jumlah kasus parah sebanyak 148 pada hari Jumat, yang merupakan jumlah jauh lebih rendah daru akhir Desember.

Namun jumlah kasus belakangan di Korea Selatan tampaknya akan meningkat dua kali lipat di akhir Juli.

Hal tersebut menyebabkan pembatasan yang lebih ketat oleh pemerintah. Masyarakat Korea Selatan disarankan untuk berdiam diri di rumah dan membatasi pergerakan masyarakat di luar.

Sekitar 11persen warga Korea Selatan sudah menyelesaikan suntikan vaksinasi, sementara 30 persen lainnya sudah menerima suntikan pertama.

Korea Selatan memiliki target herd immunity sebelum November dengan memvaksinasi 70 persen masyarakatnya, setidaknya satu dosis pada bulan September.

Jumlah orang terinveksi Covid-19 di Korea Selatan saat ini sudah mencapai 166,722 orang dengan kematian sebanyak 2.038.

Varian delta adalah penyebab meningkatnya kasus positif di banyak wilayah yang sebelumnya sudah berhasil menangani virus corona, seperti Korea Selatan, Australia, dan Thailand. []

Baca Juga: Lonjakan Covid-19 Korea Selatan Perkeras Kebijakan Jarak Sosial

Berita terkait
Covid-19 Melonjak Korea Selatan di Ambang Lockdown Besar-besaran
Korea Selatan di ambang lockdown yang mungkin paling ketat yang pernah diberlakukan setelah mencatat lonjakan kasus harian terbesar Covid-19
Korea Selatan Akan Atur Jarak Baru di Tengah Lonjakan Covid-19
PM Korea Selatan, Kim Boo-kyum, mengatakan pemerintah dapat memberlakukan aturan jarak sosial paling kuat, jika lonjakan kasus Covid-19
0
Usai Terima Bantuan Kemensos, Bocah Penjual Gulali Mulai Rasakan Manisnya Hidup
Dalam hati Muh Ilham Al Qadry Jumakking (9), sering muncul rasa rindu bisa bermain sebagaimana anak seusianya. Main bola, sepeda.