UNTUK INDONESIA
Cok Ace Ajak Turis Lawan Pencitraan Buruk Pulau Bali
Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati alias Cok Ace, mengajak wisatawan menyikapi positif laman asing Fodors Travel yang beri citra buruk pada Bali.
Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Foto: Antara/Ni Luh Rhisma)

Jakarta - Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati alias Cok Ace, mengeluarkan surat imbauan yang mengajak masyarakat untuk menyikapi secara positif pemberitaan laman pariwisata asing, Fodor's Travel, bahwa Bali tidak layak dikunjungi bagi wisatawan pada tahun 2020.

Surat dengan nomor 556/4386/II/Dispar dikeluarkan Cok Ace untuk mengajak para pelaku industri pariwisata agar mengeluarkan imbauan kepada pengunjung untuk mengunggah foto maupun video ke media sosial mengenai citra Bali yang positif.

"Sehubungan dengan pemberitaan media asing yang mencantumkan Bali dalam daftar destinasi untuk tidak dikunjungi, tentu akan membawa dampak yang kurang baik bagi citra pariwisata Bali," tulis Cok Ace.

"Menanggapi hal tersebut, kami mohon dukungan dari seluruh Pelaku lndustri Pariwisata untuk menghimbau seluruh tamu/wisatawan selama mereka berlibur, agar mengunggah foto ataupun video di media sosial mengenai Citra Bali yang positif, seperti pantai yang bersih, lingkungan yang masih asri, taman hotel yang ditata dengan baik, masyarakat Bali yang ramah. serta kearifan lokal lainnya." tulis dia.

Baca juga: Lima Kawasan Super Prioritas Bali Baru

Diharapkan, dengan unggahan di berbagai media sosial milik para tamu/ wisatawan selama berlibur di Bali, dapat mempertahankan, dan meningkatkan citra positif pariwisata Bali. Mari kita bekerja sama menjaga pariwisata Bali. Terima kasih atas dukungan dan kerja sama Bapak/lbu," ujar Cok Ace dalam bagian akhir surat tersebut.

Sebelumnya, laman pariwisata asing Fodor's Travel, menyebutkan beberapa faktor penyebab Pulau Dewata menjadi destinasi yang tidak layak dikunjungi bagi wisatawan pada tahun 2020.

Pernyataan sebuah situs asing itu terlalu berlebihan.

Di antaranya, Bali disebut memproduksi sampah sebanyak 3.800 ton per hari dengan 60 persen sampah yang diproduksi juga tidak dikelola dengan baik.

Alasan lain, over tourism, pungutan pajak 10 dolar AS bagi setiap wisatawan mancanegara yang masuk ke Bali, kekeringan, dan etika wisatawan, khususnya di tempat suci.

Sisi buruk over tourism dinilai sebagai musibah, karena destinasi yang sudah kepenuhan turis akan macet dan perilaku turis tidak terkontrol, seperti vandalisme dan menyimpang dari adat/budaya lokal.

Pantai BaliTampak ombak kecil di pantai Bali Aceh

Ditemui saat menghadiri peringatan Puputan Margarana ke-73 di Taman Pujaan Bangsa Margarana, Tabanan, Bali, Cok Ace mengatakan isi rilis media asing tersebut berlebihan. Kendati begitu, ia mengajak masyarakat untuk tetap berpikir positif menanggapi hal tersebut.

"Pernyataan sebuah situs asing itu terlalu berlebihan, tapi saat ini kita berpikir positif dengan adanya pemberitaan yang menyatakan Bali tak layak dikunjungi pada tahun 2020 itu, saya yakin Bali masih favorit bagi wisatawan," kata dia di Tabanan, Bali, Rabu, 20 November 2019, diberitakan Antara.

"Sampai saat ini, Pemerintah Provinsi Bali dan berbagai elemen masyarakat sudah menggiatkan pariwisata berkualitas di seluruh Bali. Untuk membuktikan bahwa Bali masih layak dikunjungi itu, kami membuat verifikasi pengendalian plastik dan usaha pembuangan air sampah," kata dia. []

Berita terkait
Kemenparekraf-Kemenkes Buat Produk Wisata Kesehatan
Menteri Kesehatan dr Terawan dan Menteri Pariwisata Wishnutama bakal menjadikan jamu dan kerokan sebagai salah satu produk wisata kebugaran
Endah N Resha Soroti Peleburan Bekraf ke Kemenpar
Duo musikus Endah N Resha ikut menyoroti peleburan Bekraf ke tubuh Kemenpar.
PLN Jamin Pasokan Listrik di 10 Destinasi Wisata Lokal
Sebanyak 10 destinasi Pariwisata Prioritas dan 11 wilayah Shore Connection bakal mendapatkan jaminan pasokan listrik dari PLN.
0
Gempa Bumi Magnitudo 5,5 Guncang Laut Banda Maluku
Gempa bumi tektonik bermagnitudo 5,5 mengguncang wilayah Laut Banda, Kabupaten Maluku Tengah, gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.