UNTUK INDONESIA
Cara Produksi Gula Merah dari Kelapa Sawit di Aceh
Warga Kota Subulussalam, Aceh melakukan sebuah inovasi pengolahan gula merah yang dihasilkan dari sadapan batang pohon sawit.
Sastra Padang, 35 tahun, anggota unit usaha KTNA Kota Subulussalam sedang melakukan proses pengikisan bongkol sawit untuk menyadap nira sawit di Desa Suka Makmur, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam, Aceh, Jumat, 14 Februari 2020 (Foto: Tagar/Nukman).

Subulussalam - Memanfaatkan program peremajaan sawit (Replanting), Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kota Subulussalam, Aceh, melakukan sebuah inovasi pengolahan gula merah yang dihasilkan dari sadapan batang pohon sawit yang ditumbang.

Cara pengolahannya tidak berbeda dengan proses pengolahan gula merah aren dan kelapa. Yang tampak sedikit berbeda adalah pada proses penyadapannya saja.

Dulunya, kalau petani mau meremajakan sawit ya pasti menyuntikkan zat kimia terlebih dahulu pada batang pohon sawit.

Kalau aren dan kelapa untuk mendapatkan niranya si penyadap harus memanjat ke pucuk pohon. Sedangkan sawit si penyadap tinggal menguliti pucuk batang pohon sawit yang sudah ditumbang terbaring di tanah tanpa memanjat pohon lagi.

Sekilas cara penyadapan nira pohon sawit cukup sederhana. Dimulai dengan pemotongan pelepah, kemudian pucuk batang pohon dikuliti hingga didapati bongkol yang berwarna putih, lalu bongkol tersebut dikikis dengan menggunakan parang.

Setelah itu sediakan wadah untuk menampung tetesan air nira. Biarkan satu malam, dan keesokannya air nira sudah bisa diproses di dapur pengolahan.

Ketua KTNA Kota Subulussalam, Abdul Hamid Padang mengatakan inovasi pengolahan gula merah sawit dapat dimanfaatkan para petani sawit yang hendak melakukan peremajaan sawit.

"Dulunya, kalau petani mau meremajakan sawit ya pasti menyuntikkan zat kimia terlebih dahulu pada batang pohon sawit. Lalu sawit terbunuh dengan sia-sia tanpa memberi manfaat apa-apa," kata Hamid kepada Tagar, beberapa waktu lalu.

Namun, menurut Hamid dengan adanya penemuan ini, petani malah bisa mendapatkan keuntungan dari peluang usaha gula merah sawit sembari menunggu sawit yang ditanam berproduksi kembali.

Kelapa SawitSastra Padang, 35 tahun, anggota unit usaha KTNA Kota Subulussalam sedang melakukan proses pengolahan gula merah sawit di Desa Suka Makmur, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam, Aceh. (Foto: Tagar/Nukman)

Setiap hari, ia dapat memproduksi gula merah sebanyak 100 kilogram dengan harga jual Rp 16.000 per kilogram. Selain dijual dalam bentuk cetakan, gula merah tersebut juga laku dijual dalam bentuk manisan kental. Untuk manisan kental ini dijual dengan kisaran delapan ribu rupiah per kilogram.

"Produksi gula merah kami ini sebagian kami ecer ke warga kampung untuk mereka jual ke pasar, dan sebagian juga kami jual ke pengepul di Kota Medan," ujarnya.

Melalui unit usaha pengolahan gula merah sawit tersebut, Hamid mengaku dapat meraup omset mencapai Rp 40 juta per bulan.

Sementara, M Sinambela, seorang angronimis dari PT Sinka Sinye Agrotama asal Singkawang, Kalimantan Barat saat melakukan kunjungan ke lokasi pengolahan gula merah sawit KTNA Kota Subulussalam, mengatakan bahwa pengolahan gula merah sawit merupakan inovasi baru di dunia sawit.

"Kelapa sawit yang sudah tidak produktif lagi maka harus ditumbang. Selanjutnya batang sawit yang sudah ditumbang ternyata bisa dimanfaatkan menjadi gula merah. Prospeknya pun cukup menjanjikan bagi petani sawit," katanya.

Proses pengolahan gula merah yang didapatkan dari batang sawit yang sudah ditumbang tersebut dapat bertahan selama tiga bulan.

"Kalau banyak populasi batang pohon sawitnya maka banyak pulalah pendapatan petani dari produksi gula merah tersebut," katanya.[]

Berita terkait
Anak Berdarah Aceh Dijual di Malaysia
Seorang Anak berdarah Aceh dijual orang tidak dikenal di Malaysia.
Mimpi Dimangsa Ular, Istri di Aceh Bacok Suami
Saman Sihotang, 54 tahun warga Kota Subulussalam, Aceh terpaksa dilarikan dirumah sakit akibat dibacok sang istri.
Napi di Aceh Peras Pelajar Madrasah Lewat Medsos
Narapidana di Aceh besar, Aceh memeras sejumlah pelajar lewat media sosial.
0
Satu Lagi, Santri di Malang Ditemukan Meninggal
Basarnas Surabaya akhirnya menemukan satu lagi santri di Malang yang terseret arus Sungai Kalimanten.