Gorontalo, (Tagar 27/11/2017) – Temu Nasional Pemerhati Kelapa yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gorontalo, Provinsi Gorontalo pada Senin (27/11) di Bongohulawa, dihadiri 11 bupati dan 95 perwakilan daerah penghasil kelapa dan Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Moeldoko.

Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo mengatakan, dalam kegiatan bertemakan "Bersatu Membangun Kekuatan Mengembalikan Kejayaan Kelapa Indonesia" itu, pihaknya mempertemukan petani dan pengusaha kelapa.

"Untuk mewujudkan kembalinya kejayaan kelapa membutuhkan sinergi kita semua, sehingga dengan adanya pertemuan ini kita akan mengidentifikasi masalah kelapa dari hulu hingga hilir," ujarnya.

Ia menjelaskan, untuk lebih lanjut pihaknya akan melakukan rekomendasi apa yang dilakukan oleh para bupati, Pemerintah Pusat, Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), pengusaha, dan petani.

"Yang paling penting adalah bagaimana kebersamaan pemerintah pusat, pemerintah daerah dan juga dengan memanfaatkan Dana Desa untuk kolaborasi anggaran agar pelaksaaannya bisa lebih cepat," ungkap Nelson.

Ia memaparkan, kelapa Indonesia pernah berjaya, oleh karena itu tidak perlu merintis kembali, namun harus dikembalikan pada masa kejayaannya.

"Saat ini sudah banyak pengusaha yang beralih ke kelapa, karena sesuai tren harga global dan manfaatnya sangat tinggi dibandingkan dengan yang lain, walaupun masalah pembibitan masih ditemui karena membutuhkan jumlah yang besar," kata Nelson.

Saat ini, menurut dia, daerah membutuhkan bibit kelapa yang hanya membutuhkan waktu yang singkat untuk dipanen. Seperti kelapa genja yang dapat panen dalam waktu tiga tahun. (ant/yps)