UNTUK INDONESIA
Bukti Percakapan Ungkap Pembunuhan Sadis Yulia di Sukoharjo
Terbongkarnya pembunuhan Yulia, wanita cantik kerabat Presiden Jokowi di Sukoharjo bermula dari bukti percakapan korban dengan anaknya.
EP, tersangka pembunuhan Yulia, wanita cantik kerabat Presiden Jokowi. Kasus pembunuhan yang terjadi di Sukoharjo ini terungkap dari bukti percakapan korban dengan anaknya sehari sebelum ditemukan tewas. (Foto: Tagar/Sri Nugroho)

Sukoharjo - Tim gabungan Polda Jawa Tengah dan Polres Sukoharjo bekerja ekstra keras menguak misteri kasus pembunuhan sadis Yulia di dalam mobilnya yang terbakar. Bukti percakapan korban dengan anaknya menjadi pintu gerbang polisi mengungkap kasus itu dalam tempo kurang dari 1 x 24 jam.

Kepiawaian polisi dalam mengumpulkan petunjuk, alat bukti di lapangan hingga keterangan saksi dan keluarga mengantarkan pada penangkapan EP, pelaku pembunuhan. 

"Pelaku kami tangkap di rumahnya dan dibuktikan dari keterangan pelaku, olah TKP serta dari barang bukti di TKP dan barang bukti lainnya," kata Kepala Polda Jawa Tengah Ahmad Luthfi di Mapolres Sukoharjo, Jumat, 23 Oktober 2020.

Dari sekian banyak petunjuk yang didapat, ada salah satu bukti yang mengarahkan penyelidikan polisi ke orang yang dicurigai mengetahui keberadaan terakhir Yulia. Adalah bukti percakapan wanita cantik itu dengan anaknya sehari sebelum ditemukan tewas mengenaskan di Desa Toriyo, Kecamatan Bendosari, Sukoharjo. 

Di sana kami temukan beberapa ceceran darah. Juga ada linggis, lakban juga sandal. Di TKP inilah korban dihabisi oleh pelaku.

Kepada anaknya, korban yang masih punya hubungan kekerabatan dengan Presiden Jokowi ini mengaku akan bertemu dengan EP pada Selasa, 20 Oktober 2020. Polisi pun bergerak menuju kediaman EP di Dukuh Ngesong, Desa Puhgogor, Kecamatan Bendosari. 

EP diamankan dan menjalani pemeriksaan intensif. Dugaan pembunuhan yang dilakukan EP makin kuat setelah polisi menemukan ceceran darah, sandal, lakban yang identik dengan lakban yang ditemukan di tubuh korban dan sebuah linggis. 

Barang-barang tersebut dan bukti ceceran darah ditemukan di sekitar kandang ayam tak jauh dari rumah pelaku. Akhirnya bukti percakapan yang menyinggung info bisnis Yulia dan EP terangkai dalam drama pembunuhan itu. 

Bahwa kandang ayam merupakan bisnis yang dijalin bareng keduanya dan menjadi tempat EP mengeksekusi perempuan warga Solo itu. "Di sana kami temukan beberapa ceceran darah. Juga ada linggis, lakban juga sandal. Di TKP inilah korban dihabisi oleh pelaku," ucap Ahmad Luthfi

Mantan Kapolresta Surakarta itu menyebut EP membunuh korban dengan cara memukul kepalanya dengan linggis. Sebelum dibunuh, mulut korban dilakban guna menghindari teriakan. Dan karena masih sore, jasad Yulia dimasukkan di kandang ayam.

Baca juga: 

Ketika hari telah berganti malam, EP selanjutnya memasukkan jasad ke mobil Yulia. Kemudian ditinggal sembari berupaya membakar mobil, di halaman rumah yang juga toko material di Desa Toriyo. Warga setempat akhirnya memadamkan api dan menemukan Yulia di jok belakang mobilnya.

"Dalam waktu dekat akan kami kembangkan dan mungkin akan kami lakukan rekonstruksi untuk makin memperjelas perkara ini," kata Lutfhi.

Mengenai motif aksi pembunuhan ini, dia mengatakan bahwa ada masalah bisnis ternak ayam antara korban dan pelaku. Pelaku diketahui punya utang Rp 140 juta kepada korban. Yulia datang menagih dan hal itu memacu emosi EP.  

Lutfhi menambahkan pihaknya masih mendalami kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain atau setidaknya mengetahui tindak pidana EP. []

Berita terkait
Istri Dibunuh di Sukoharjo, Suami Tuntut Pelaku Dihukum Mati
Istri dibunuh dengan cara sadis di Sukoharjo, sang suami menuntut penegak hukum memvonis mati si pembunuh.
Utang Rp 140 Juta, Motif Pembunuhan Yulia di Sukoharjo
Pembunuhan terhadap Yulia, 42 tahun, warga Solo di Sukoharjo ternyata bermotif utang Rp 140 juta.
Sosok Terduga Pembunuh Wanita Kerabat Jokowi di Mata Warga
EP, satu terduga pelaku pembunuhan wanita cantik kerabat Presiden Jokowi dikenal tetangganya di Sukoharjo dikenal sosok yang baik dan ramah.
0
Satgas Covid-19 Aceh Tindak 1.875 Pelanggar Protkes
Satgar Covid-19 Aceh menemukan 1.875 masyarakat yang melanggar Protokol Kesehatan (Protkes) saat melakukan razia di Aceh.