UNTUK INDONESIA
BPS: Timor Leste Negara Asal Turis Terbanyak di RI
BPS mencatat wisatawan asal Timor Leste menjadi yang paling sering datang ke Indonesia pada periode Juli 2020
BJ Habibie Jadi Nama Jembatan dan Taman di Timor Leste, Kamis, 29 Agustus 2019. (Foto: ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)

Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut Timor Leste menjadi negara wisatawan asing terbanyak yang datang ke Indonesia selama periode Juli 2020.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, bekas provinsi ke-27 RI tersebut menempati peringkat teratas dengan kontribusi sebesar 53,38 persen dari seluruh wisatawan mancanegara (wisman) yang berpelesir ke Tanah Air. Disusul kemudian Malaysia dengan 36,69 persen, China 1,72 persen, Amerika Serikat 0,88 persen, serta beberapa negara lainnya.

“Secara umum, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia pada Juli 2020 mengalami penurunan dibanding jumlah kunjungan pada Juli 2019. Meski demikian, jika dibandingkan dengan Juni 2020, jumlah kunjungan wisman mengalami kenaikan,”ujarnya

Dalam penjabarannya, Suharianto menjelaskan bahwa jumlah kunjungan wisman pada Juli 2020 berjumlah 159.760 kunjungan. Artinya, turis asal Timor Leste menyumbang 85.000 lebih kunjungan. Adapun, jumlah kunjungan seluruh wisman pada periode Juni 2020 diketahui sebanyak 158.260 kunjungan

“Secara kumulatif dari awal tahun hingga Juli 2020, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 3,25 juta kunjungan atau turun 64,64 persen dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama 2019 yang berjumlah 9,18 juta kunjungan,” tuturnya.

Selaras dengan penurunan tersebut, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia juga mengalami kondisi serupa. Pada Juli 2020 TPK diketahui mencapai rata-rata 28,07 persen atau turun 28,66 poin dibandingkan dengan TPK Juli 2019 yang tercatat sebesar 56,73 persen.

Sementara itu, jika dibanding TPK Juni 2020, TPK hotel klasifikasi bintang pada Juli 2020 mengalami kenaikan sebesar 8,37 poin.

“Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel klasifikasi bintang selama Juli 2020 tercatat sebesar 1,66 hari, terjadi penurunan sebesar 0,14 poin jika dibandingkan keadaan Juli 2019,” ucap dia.

Dalam kesempatan tersebut Suhariyanto juga mengungkapkan bahwa pada Agustus 2020 terjadi deflasi sebesar 0,05 persen. Deflasi terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya beberapa indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,86 persen dan kelompok transportasi sebesar 0,14 persen.v

Berita terkait
BPS: Deflasi Agustus 0,05% Akibat Konsumsi Anjlok
BPS menyebut laju pemulihan ekonomi masih cukup tertahan dengan indikasi deflasi yang terjadi Agustus 2020
BPS: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II/2020 Minus 5,32%
Badan Pusat Statistik memberikan keterangan bahwa pertumbuhan ekonomi pada kuartal II/2020 mengalami kontraksi hingga level minus
Sensus Penduduk Offline, BPS Siapkan 3 Zona Pendataan
Mulai 1 September 2020, BPS akan melaksanakan sensus penduduk secara offline. BPS akan melakukan penyesuaian terkait pelaksanaan pendataan.
0
Aplikasi WhatsApp Resmi Luncurkan Fitur Belanja
Aplikasi WhatsApp resmi meluncurkan fitur belanja bagi pengguna di Indonesia yang kini bisa dinikmati lewat update terbaru.