UNTUK INDONESIA
BPPTKG Yogyakarta Sebut Gunung Merapi akan Erupsi
BPPTKG Yogyakarta menyebut aktivitas Gunung Merapi meningkat sejak 21 Mei 2018. Hal itu mengindikasikan akan erupsi.
LAporan aktivitas Gunung Merapi. (Foto: BPPTKG Yogyakarta)

Yogyakarta - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta menyebut, aktivitas vulkanik Gunung Merapi terus terjadi sejak letusan 21 Mei 2018. Hal tersebut mengindikasikan adanya potensi erupsi Gunung Merapi dalam waktu dekat.

Aktivitas vulkanik yang terus berlanjut sampai hari ini semakin intensif. Berdasarkan data dari berbagai pemantauan, rata-rata kejadian gempa, adalah gempa vulkanik dangkal atau VTB sebanyak 6 kali per hari. Dan gempa multiphase (MP) sebanyak 83 kali per hari, serta deformasi dari EDM mencapai 2 sentimeter per hari. 

"Aktivitas vulkanik terus terjadi semenjak letusan 21 Juni 2020. Electronic Distance Measurement (EDM) Pos Pengamatan Babadan, telah terjadi inflasi pada tubuh Gunung Merapi," kata Kepala BPPTKG Yogyakarta Hanik Humaida dalam Peringatan Dasawarsa Merapi 2010 yang disiarkan secara daring, Senin, 26 Oktober 2020.

Baca Juga:

Hal ini menunjukkan bahwa waktu erupsi Gunung Merapi yang terletak di perbatasan Yogyakarta dan Jawa Tengah ini sudah semakin dekat.  Informasi tersebut sebagai gambaran kondisi Gunung Merapi saat ini.

Namun, berdasarkan pemantauan BPPTKG, indikasi erupsi dalam waktu dekat ini tidak akan sebesar ketika 2010 lalu, meski cenderung akan mengikuti karakter erupsi 2006. 

Hanik menjelaskan, bahwa erupsi Gunung Merapi saat ini merupakan rangkaian erupsi yang cukup panjang dimulai sejak Mei 2018. Selama kurang lebih 2 tahun, erupsi Gunung Merapi didominasi dengan gas yang sifatnya eksplosif dan memiliki indeks eksplosivitas terendah, yaitu 1. Aktivitas Gunung Merapi sekarang sangat berbeda jika dibandingkan dengan tahun 2010 dan 2006. 

"Kalau dibanding dengan erupsi 2010 ini adalah seperseribu dan seperseratus dibandingkan dengan indeks eksplosivitas erupsi tahun 2006," ucap Hanik. 

Baca Juga:

Erupsi Gunung Merapi pada 2010 telah memberikan luka yang cukup dalam serta menjadi pembelajaran yang sangat penting, baik dalam pengelolaan bencana Gunung Merapi dari sisi teknis, peringatan dini maupun penyampaian informasi kepada para pemangku kepentingan. Peristiwa erupsi 2010 merupakan erupsi yang besar dengan kekuatan 4 Volcanic Explosivity Index, setelah tahun 1872. 

Melalui kegiatan peringatan 10 tahun erupsi Gunung Merapi yang bertajuk refleksi erupsi 2010 di masa pandemi, pihaknya terus berupaya meminimalisir risiko bencana dengan melakukan mitigasi bencana erupsi Gunung Merapi. "Status Gunung Merapi sejauh ini masih di Level II atau waspada. Masyarakat masih bisa beraktivitas dengan jarak yang sudah kami rekomendasikan," ujarnya. []

Berita terkait
Antisipasi Magelang Hadapi Erupsi Merapi di Pandemi
Penanganan pengungsi jika Merapi erupsi di masa pandemi menjadi salah satu hal yang dipikirkan Pemkab Magelang.
Wisata Bukit Klangon, Kemah dan Menatap Merapi dari Dekat
Wisata Bukit Klangon, spot terbaik untuk melihat Merapi, cocok untuk tracking hill karena jarak ke puncak Merapi hanya empat sampai lima kilometer.
Kondisi Sabo Dam Sejumlah Sungai Berhulu di Merapi
BPBD Sleman memastikan kondisi Sabo Dam di sejumlah sungai yang berhulu di Gunung Merapi masih aman.
0
BPPTKG Yogyakarta Sebut Gunung Merapi akan Erupsi
BPPTKG Yogyakarta menyebut aktivitas Gunung Merapi meningkat sejak 21 Mei 2018. Hal itu mengindikasikan akan erupsi.