UNTUK INDONESIA
Bonaria Boru Simarmata: Nga Huloppa Indahan Bang
Istri korban yang terseret air saat banjir melanda beberapa wilayah di Pematangsiantar menangis histeris saat melihat jenazah suaminya.
Istri korban banjir di Pematangsiantar histeris melihat jenazah suami yang meninggal akibat terseret banjir. (Foto: Tagar/Jonatan Nainggolan)

Pematangsiantar  - Bonaria Boru Simarmata, istri korban yang tewas terseret derasnya arus air yang terjadi di Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara, pada Sabtu 11 Juli 2020, menangis histeris melihat jenazah sang suami tercinta yang meninggal akibat terserat arus banjir. Sebelumnya, wanita berusia 47 tahun itu sudah berpesan kepada sang suami agar tidak pulang ke rumahnya.

"Bertelepon nya aku semalam sore sama dia [korban, red] supaya ngga' pulang ke rumah karena hujan deras," ucapnya saat berada di Ruang Instalasi Kedokteran Forensik dan Medikolegal RSUD dr Djasamen Saragih, Pematangsiantar, Minggu 12 Juli 2020.

Dungo ho Bang Martin, nga huloppa indahan Bang. I tinggalhon ho au sahalak. Dang adong be donganku na mangolu on. Bang Martin dungo ho hasian.

Dikatakannya, sang suami bekerja sebagai pengumpul barang-barang bekas. Setiap petang, korban biasanya pulang ke rumah dengan menggunakan becak motor (betor) usai bekerja.

"Pukul 17.00 sore biasanya sudah di rumah suami ku, setiap harinya kek gitunya," ucapnya dengan berlinang air mata.

Sambil mengusap air mata dengan baju yang ia pakai, Boru Simarmata bercerita, sudah 15 tahun membina rumah tangga dengan sang suami dan tinggal di Jalan Tuan Rondahaim, Kelurahan Tanjung Pinggir, Kecamatan Siantar Martoba. Lima belas tahun menikah, kata dia, mereka belum dikarunia anak.

"Pergi kerja suami lalu ke rumah mertua yang di Jalan Rakutta Sembiring. Ku telepon, nginaplah abang di sana, ngga usah paksakan pulang ke rumah. Dijawab pulangnya dia," ucapnya saat berkomunikasi terakhir dengan sang suami.

"Dibilang dia [korban, red] pulangnya dia ke rumah pakai kreta Mio adik kandungnya. Hati-hatilah kubilang saat bertelepon kami," sambungnya.

Sebelum meninggal, Bonaria mengaku, korban sempat berpesan agar sama-sama memotong rambut sang suaminya ke tukang pangkas. "Rambutnya kan gondrong, rencana mau pangkas kianlah kami," ucap dia.

Ia pun menangis saat petugas kepolisian sektor (Polsek) Siantar Martoba, Polres Siantar, menghubungi dirinya atas informasi jenazah sang suami telah ditemukan di area Tanjung Pinggir - Tanjung Tongah.

"Dikabari aku, tadi ke sana. Kulihat ciri-cirinya, betul, itu suamiku," katanya.

Tak banyak kata ke luar dari Bonaria, saat jenazah sang suami dibuka dari lemari pendingin Ruang Instalasi Kedokteran Forensik dan Medikolegal RSUD dr Djasamen Saragih. Ia tampak menengadah ke langit dan mengelus kepala sang suami dengan terduduk.

"Dungo ho Bang Martin, nga huloppa indahan Bang. I tinggalhon ho au sahalak. Dang adong be donganku na mangolu on. Bang Martin dungo ho hasian. (Bangun kamu Bang, sudah ku masak nasi untukmu. Kamu tinggalkan aku sendiri. Tidak ada lagi kawanku mengarungi hidup ini. Bang Martin bangun kamu sayang," tangis Boru Simarmata.

Sebelumnya, hujan deras yang mengguyur Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara, Sabtu 11 Juli 2020, menyebabkan beberapa titik mengalami kebanjiran. Diantaranya Jalan Siantar - Medan, Jalan Sibatu-batu, Kecamatan Siantar Sitalasari, serta paling parah di kawasan Jalan Tuan Rondahaim, Tanjung Pinggir - Kelurahan Tanjung Tongah, Kecamatan Siantar Martoba.

Dengan menggunakan perahu karet, Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) berhasil mengevakuasi enam orang yang terjebak banjir. Di lokasi terparah terdata sedikitnya puluhan rumah warga terendam banjir.

Petugas juga menemukan seorang pengendara yang melintas terseret derasnya arus air. Korban adalah Martin Purba, 47 tahun, warga Jalan Rakuta Sembiring, Kelurahan Pondok Sayur, Kecamatan Siantar Martoba, Pematangsiantar.

"Hari ini korban kita temukan sekitar pukul 08.00 WIB di kawasan Tanjung Pinggir dalam keadaan meninggal dunia," kata Kepala Kepolisian Sektor Siantar Martoba Inspektur Polisi Satu Amir Mahmud, Minggu 12 Juli 2020 di lokasi.

Dikatakannya, jenazah korban sudah di evakuasi menuju Ruang Instalasi Kedokteran Forensik dan Medikolegal RSUD dr Djasamen Saragih, Pematangsiantar. Sedangkan sepeda motor Yamaha Mio korban masih dalam pencarian. []

Berita terkait
Banjir Landa Siantar, Satu Orang Terseret Arus
Hujan deras melanda Kota Pematangsiantar Sumut menyebabkan beberapa titik banjir dan menelan satu korban jiwa.
DPRD Sumut Siap Hajar Taman Kehati Siantar di Paripurna
Anggota DPRD Sumatera Utara mengaku siap menghajar dugaan markup atas pembangunan Taman Keanekaragaman Hayati (Taman Kehati) Kota Pematangsiantar.
Positif Covid Tambah dari Medan 93, Siantar 9 Orang
Jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi Sumatera Utara terus mengalami peningkatan. Hingga Rabu, 8 Juli 2020 kemarin bertambah sebanyak 156.
0
Bonaria Boru Simarmata: Nga Huloppa Indahan Bang
Istri korban yang terseret air saat banjir melanda beberapa wilayah di Pematangsiantar menangis histeris saat melihat jenazah suaminya.