UNTUK INDONESIA
BMKG: Jakarta, Banten, Jawa Barat Berstatus Siaga
Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Ida Pramuwardani mengatakan DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat berstatus siaga.
Warga berjalan melintasi banjir di kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat, Rabu, 1 Januari 2020. Menurut warga banjir mulai merendam areal perumahan sekitar pukul 04.00 WIB. (Antara/M Risyal Hidayat)

Jakarta - Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Ida Pramuwardani mengatakan tujuh daerah termasuk DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat berstatus siaga dan berpotensi terkena dampak hujan lebat dalam rentang 24-25 Februari 2020, yang terjadi di sebagian besar daerah Jawa. 

"Memang statusnya di wilayah Jawa, terkait kewaspadaan, hampir semua siaga, termasuk daerah DKI Jakarta hari ini dan besok, begitu juga dengan Jawa Tengah dan Jawa Timur," kata Ida Pramuwardani di Jakarta, Senin, 24 Februari 2020. 

Baca juga: Kali Ciliwung Meluap, Jakarta Banjir Lagi

Yang harus diwaspadai hari ini sekitar malam hingga dini hari menjelang pagi ada potensi hujan lebat disertai angin, kilat dan petir.

Dia menyebutkan daerah Bengkulu, Sumatera Selatan, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur, berada dalam status siaga. 

Sementara itu Jambi, D.I. Yogyakarta, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Sulawesi Selatan, berada dalam status waspada. 

Khusus daerah ibu kota yang berpotensi terdampak di daerah Jakarta Barat adalah Kebon Jeruk, Kembangan, Palmerah, dan Tamansari. 

Banjir JakartaKendaraan melintasi banjir di kawasan Jalan S. Parman, Jakarta Barat, Rabu, 1 Januari 2020. Banjir tersebut disebabkan tingginya curah hujan serta buruknya sistem drainase di kawasan tersebut. (Foto: Antara/Muhammad Adimaja)

Jakarta Pusat paling rentan di daerah Cempaka Putih, Gambir, Johar Baru, Kemayoran, Menteng, Sawah Besar, Senen, dan Tanah Abang. 

Jakarta Selatan yang berpotensi terdampak di Cilandak, Jagakarsa, Kabayoran Lama, Kebayoran Baru, Mampang Prapatan, Pancoran, Pasar Minggu, Pesanggrahan, Setiabudi, dan Tebet. 

Sementara itu, area Jakarta Timur yang patut diwaspadai wilayah Cakung, Cipayung, Ciracas, Duren Sawit, Jatinegara, Kramatjati, Matraman, Pasar Rebo, Pulogadung dan di daerah Jakarta Utara, Cilincing, Danau Sunter, Kelapa Gading, Koja, Pademangan, dan Tanjung Priok

Baca juga: Banjir Jakarta, Dinding Terowongan Tol Cawang Ambruk

Menurut situs BMKG Signature, dampak yang harus diwaspadai di antaranya adalah sulit berkendara di jalan raya, kemungkinan sebagian kelompok masyarakat terisolir, jembatan yang rendah tidak dapat dilintasi, dan gangguan penggunaan jalan karena banjir serta penutupan. 

BMKG mengimbau agar masyarakat berhati-hati ketika beraktivitas di luar rumah. Diharapkan terus memperbarui informasi lewat media massa atau media sosial, dan tidak beraktivitas di luar jika tidak mendesak. 

"Yang harus diwaspadai hari ini sekitar malam hingga dini hari menjelang pagi ada potensi hujan lebat disertai angin, kilat dan petir. Potensi itu bertahan hingga jelang pagi untuk daerah DKI Jakarta," kata dia. []

Berita terkait
83 Titik Banjir Jakarta karena 12 Sungai Meluap
Terdapat 83 titik banjir di Jakarta dari 12 sungai yang meluap pada Minggu, 23 Februari 2020, karena sungai belum dinormalisasi.
Banjir Jakarta Jadi Momentum Anies Baswedan
Direktur Eksekutif PPI Adi Prayitno menilai elektabilitas Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan ditentukan momentum banjir di ibu kota.
RSCM Terendam Banjir Jakarta, Berapa Total Kerugian?
RSCM terkena dampak banjir setelah hujan lebat turun di Jakarta. Akibatnya fasilitas ikut terendam. Lantas berapa total kerugian?
0
Plesiran ke Eropa, Raffi Ahmad Disebut Corona Man
Presenter Raffi Ahmad mendapatkan perlakuan rasis dengan sebutan Corona Man saat berada di Eropa