Yogyakarta, (Tagar 21/12/2018) - Belgia Malinois dan Labrador, dua jenis anjing pelacak milik Polda DIY. Satwa ini mengendus sejumlah lokasi di Stasiun Lempuyangan Yogyakarta, Jumat (21/12). Sesekali mengeluarkan suara menggelegar, menarik perhatian calon penumpang.

Kedua jenis anjing ini sudah terlatih. Punya keahlian masing-masing dalam mengendus. Anjing jenis Belgian Malinois yang merupakan spesialis pelacak bahan peledak. Sedangkan, jenis Labrador spesialis mengendus narkotik dan obat-obatan terlarang.

Ada apa gerangan? Pemandangan tersebut merupakan bagian dari pengamanan liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2019. Masa angkutan liburan Nataru berlangsung selama 18 hari, terhitung sejak 20 Desember sampai 6 Januari 2019 mendatang.

Kepala Unit Satwa Direktorat Sabhara Polda DIY AKP Adi Purnomo mengatakan, anjing jenis Belgian Malinois ahli melacak bahan peledak, jenis Labrador mahir melacak barang haram seperti narkotik dan obat-obatan terlarang.

Menurut dia, kedua jenis anjing pelacak sudah sangat terlatih. Satwa ini memiliki indera penciuman yang tajam. 

"Jenis anjing ini mampu mencium barang yang mencurigakan sampai jarak 1 kilometer," kata Adi Purnomo kepada Tagar News, Jumat (21/12).

Wakil Kepala Daerah Operasi 6 Yogyakarta Nathan M Siahaan mengatakan, meski kepolisian mengerahkan anjing pelacak narkotika dan bom di Stasiun Yogyakarta dan Lempuyangan, namun PT KAI tetap memasang metal detektor. Pemasangan alat ini sebagai antisipasi terhadap benda yang mencurigakan. 

"Di Stasiun Yogyakarta dan Lempuyangan juga dipasang metal detektor," ungkapnya.

Pengamanan Nataru melibatkan sejumlah elemen seperti TNI, Polri, Pemerintah daerah setempat serta jajaran PT Kereta Api Indonesia (KAI). 

"Kita sebagai penyedia jasa layanan moda transportasi, berkomitmen selama Nataru berlangsung lancar dan aman," jelasnya.

Menurut dia, transportasi yang aman tersebut meliputi zero accident, terkendali serta melayani pengguna KA dengan baik. Arahan dari Direktur Utama PT KAI, karyawan diminta tidak mengambil cuti selama masa angkutan Nataru.

Nathan mengungkapkan, pengamanan Nataru di wilayah Daop 6 Yogyakarta melibatkan ratusan orang. Ada pengamanan internal yang meliputi 142 polisi khusus kereta api (polsuska), personel keamanan ada 294 orang dan 32 orang perintis, lima polisi diperbantukan. 

Sedangkan pengamanan eksternal ada 68 orang yang terdiri 50 personel dari Polsek, personel K9 atau satwa pelacak ada 6 orang serta jajaran Polisi Militer ada 12 orang.

Dia mengungkapkan, rencananya masa angkutan Nataru berlangsung selama 18 hari. Namun, tidak menutup kemungkinan diperpanjang sesuai kebutuhan. 

"Kalau memungkinkan ya diperpanjang waktunya," imbuhnya.

Nathan mengungkapkan, pengamanan dilakukan mulai dari stasiun, lingkungan stasiun, kereta api, sampai area perjalanan kereta api. PT KAI Daop 6 Yogyakarta juga membuka posko gabungan di stasiun. 

"Kita bangun Posko TNI-Polri dengan pengamanan terbuka dan tertutup," ujarnya. []


Foto:
Anjing pelacak sedang mengendus-endus sejumlah titik di area Stasiun Lempuyangan Yogyakarta, Jumat (21/12). Selama masa angkutan Nataru dua jenis anjing, Belgian Malinois untuk melacak bom dan bahan peledak serta jenis Labrador melacak narkoba. (Foto: Tagar/Ridwan Anshori)