Sungailiat, Babel, (Tagar 26/11/2018) -  Bayi Kyara Sirine Damendra Giwitri berusia 1,3 tahun korban Lion Air JT 610, jenazahnya telah teridentifikasi. Namun, ibu dan bapak Kyara yang juga terbang bersama Lion Air JT 610, drg Wita Seriani dan Rizal Perkasa Sanusi Putra, belum ditemukan.

Kedatangan jenazah Kyara disambut isak tangis kakek dan neneknya warga Jalan SDN 15 Gang Jaya Wijaya No 26, Kelurahan Parit Padang Sungailiat, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel).

"Kami berharap tidak hanya jenazah cucu saya saja yang ditemukan, tetapi jenazah ayah dan ibunya dapat ditemukan sehingga bisa dimakamkan secara layak," kata Ansori (54) kakek Kyara di Sungailiat, Sabtu (24/11) mengutip kantor berita Antara.

Ia mengatakan kecewa pada Tim Basarnas sebab pada awal pencarian bukan mendahulukan pencarian korban namun puing-puing pesawat.

Menurutnya pihak keluarga optimis jenazah anak dan menantunya dapat ditemukan sehingga Lion Air diharapkan bisa melanjutkan pencarian dan proses identifikasi bersama Tim DVI Mabes Polri.

"Kami optimis jenazah anak dan menantu saya bisa ditemukan maka dari itu kami minta pencarian tetap dilaksanakan Basarnas," katanya.

Sementara, Kepala Puskesmas Sungailiat, dr H Maladi mengatakan drg Wita Seriani merupakan salah satu dokter terbaik di Puskesmas, orang yang supel, pintar, rajin dan ramah kepada setiap orang.

"drg Wita bergabung dengan kita di Puskesmas ini sekitar tiga tahun," terang Maladi.

Menurutnya pertemuan dengan drg Wita Seriani terakhir kali ketika minta izin menandatangani surat untuk menemani suaminya ke Bengkulu yang ada tugas kerja di luar daerah.

Pegawai Puskesmas Sungailiat sejak mendengar kabar tersebut terus mencari informasi dan kebenarannya, setiap hari pun saat ini pegawai Puskesmas secara bergantian membaca yasin bagi drg Wita Seriani. 

Kyara Sudah Dimakamkan

Jenazah Kyara kemudian dimakamkan pihak keluarga di Tempat Pemakaman Umum Parit Padang di daerah itu.

Kyara adalah warga Jalan SDN 15 Gang Jaya Wijaya No 26, Kelurahan Parit Padang Sungailiat, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel).

"Ia ini cucu saya, anak pertama dari anak saya Wita dan Rizal, kita makamkan di sini di TPU Parit Padang," kata Ansori.

Ia menyebutkan sengaja menunggu di RS Mabes Polri supaya jenazah Kyara bisa dimakamkan langsung bersama kedua orangtuanya jika waktu itu berhasil diidentifikasi Tim DVI Mabes Polri.

Menurutnya sampai posko dan pencarian ditutup Basarnas, jenazah anak dan menantunya belum berhasil diidentifikasi tim, tapi pihak Lion Air menyatakan akan melanjutkan pencarian dan identifikasi korban lainnya.

"Kami optimis jenazah anak dan menantu bisa ditemukan dan diidentifikasi, oleh sebab itu kami minta pihak Lion Air untuk terus melakukan pencarian dan proses identifikasi," jelasnya.

Menurutnya pihaknya hingga saat ini belum berpikir untuk menindak pihak Lion Air melalui jalur hukum, apalagi masih terbebani belum ditemukannya dua anggota keluarga yakni Wita dan Rizal.

Upaya yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi Babel dengan membentuk tim khusus guna menangani belum ditemukan dan teridentifikasi warga Babel lainnya, pihaknya sangat berterima kasih dan berharap hal itu dapat dilaksanakan secepatnya.

"Kami sangat mendukung dan berharap, apalagi kami masih terbebani belum ditemukannya anak dan menantu saya ini," katanya.

Sebelumnya, pesawat Lion Air JT 610 tipe Boeing 737 Max 8 bernomor registrasi PK-LQP jatuh di perairan Tanjung Pakis, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pada 29 Oktober 2018 setelah dilaporkan hilang kontak.

Pesawat yang terbang dari Bandara Soekarno-Hatta (Banten) menuju Bandara Depati Amir Pangkalpinang (Bangka Belitung) itu sedianya mendarat di Pangkalpinang pukul 07.20 WIB.

Pesawat yang diketahui baru beroperasi pada 15 Agustus 2018 itu, membawa 189 orang terdiri atas 181 penumpang serta satu pilot dan tujuh awak pesawat. []