Jakarta - Duel kedua Barcelona melawan Manchester United di perempat final Liga Champions bakal makin panas. Insiden sikutan bek Chris Smalling yang membuat hidung sang bintang Barca, Lionel Messi berdarah-darah terus 'digoreng'.

'Gorengan' dari pelatih Barca Ernesto Valverde sudah pasti memanaskan pertarungan di Nou Camp, Selasa atau Rabu, 17 April 2019 dinihari WIB. Bagaimana tidak, Valverde menyebut Messi bak diterjang kereta. Valverde menilai Smalling telah menghajar pemainnya sehingga harus mendapat perawatan. 

Akibatnya, dia terpaksa diistirahatkan saat Barca melakoni laga tandang melawan Huesca yang berakhir imbang 0-0 di kompetisi La Liga Spanyol, akhir pekan lalu. Namun di laga tersebut, Valverde sesungguhnya tidak hanya mengistirahatkan Messi, tetapi juga sebagian pemain pilar termasuk Luis Suarez dan bek Gerard Pique.

Bukan tanpa alasan bila Valverde menyimpan sejumlah pemain pilar. Dirinya tetap mempertimbangkan MU sebagai lawan yang tidak bisa dianggap remeh meski Barca sudah unggul 1-0. MU masih bisa membalikkan keadaan seperti yang dilakukannya terhadap Paris Saint Germain di 16 Besar. Saat itu, keungggulan 2-0 PSG di Old Trafford ternyata tak membuat MU menyerah. Terbukti, The Red Devils membalikkan keadaan dengan menaklukkan PSG 3-1.

Bila Valverde masih mempermasalahkan insiden itu, sebaliknya Smalling menyatakan bila Messi sesungguhnya menganggap tak ada masalah lagi. Menurut dia, Messi tak mempersoalkan insiden tersebut dan menganggapnya kecelakaan saja. Kapten Barca ini tahu bila sikutan Smalling memang tidak disengaja. Bahkan usai pertandingan, keduanya bersalaman.

"Messi sudah memaafkan insiden itu. Saya sendiri tidak menyadari bila tindakan itu mengakibatkan dia seperti itu (berdarah di bagian hidung). Usai pertandingan kami sempat berbicara dan berjabat tangan. Dia mengatakan kalau itu hanya kecelakaan yang tidak disengaja," kata Smalling.

"Tidak hanya itu, Luis Suarez juga berbicara dengan saya. Kami bersalaman dan sama-sama mengucapkan, 'good luck'," kata Smalling.

Ya, Suarez sempat menjadi 'musuh' MU daan suporternya saat masih bermain di Liverpool. Gara-garanya, dia mengucapkan kata-kata bernada rasis kepada mantan kapten MU, Patrice Evra. Saat bermain di Old Trafford, Februari 2012, Suarez juga enggan berjabat tangan dengan Evra. Usai pertandingan yang dimenangkan MU 2-1, Evra pun memprovokasi dengan merayakan kemenangan bersama suporter sambil melewati Suarez.

Laga kedua di kandang Barca memang tidak akan mudah bagi MU. Mereka butuh keajaiban bila ingin mengulang sukses seperti di babak sebelumnya. Paling tidak, MU butuh kemenangan 2-0 untuk menyingkirkan Barca sekaligus melaju ke semifinal. 

Skenario lain, MU cukup menang 1-0 dan kemudian memaksakan perpanjangan waktu dan mengakhiri laga dengan adu penalti. Bila beruntung, mereka berharap bisa menang dalam adu penalti.[]

Baca juga: 

Huesca vs Barcelona, No Messi No Party

Barcelona Tak Ingin Bernasib Sial Seperti PSG

VAR Menangkan Barcelona, MU Belum Menyerah