UNTUK INDONESIA
Bara JP: Agar Penyaluran Bantuan Sosial Tepat Sasaran
Agar penyaluran bantuan sosial tepat sasaran dalam situasi darurat Covid-19, pemerintah secara efektif bisa menggandeng barisan relawan. Bara JP.
Menteri Sosial Juliari P Batubara (tengah) berfoto bersama Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos Pepen Nazaruddin (kiri) dan Direktur Hubungan Strategis dan Kelembagaan PT POS Indonesia (Persero) Noer Fajriensyah saat melepas distribusi bantuan sosial sembako di depan Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 20 April 2020. (Foto: Antara/Sigid Kurniawan)

Jakarta - Bendahara Umum Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP) Yudas Pasomba mengatakan agar penyaluran bantuan sosial tepat sasaran, cara efektif bisa dilakukan pemerintah dalam situasi darurat Covid-19 adalah menggandeng para barisan relawan yang selama ini aktif mengawal pemerintahan Jokowi.

“Sebagai organisasi yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, kami punya data akurat di lapangan. Kami tahu mana keluarga yang butuh bansos,” ujar Yudas Pasomba dalam keterangan tertulis diterima Tagar, Kamis, 30 April 2020.

Yudas menyampaikan hal tersebut merespons Menteri Sosial Juliari Batubara yang mengatakan pemerintah daerah harus aktif memverifikasi dan memperbarui data penerima bansos yang terdampak Covid-19. “Karena kewenangan pembaruan data ada pada pemerintah kota dan kabupaten,” ujar Juliari.

Kasus salah sasaran penyaluran bantuan sosial (bansos) yang digelontorkan pemerintah dalam upaya mengatasi dampak wabah corona ternyata masih terjadi. 

Kami tahu mana keluarga yang butuh bansos.

Banyak keluarga yang seharusnya memperoleh bantuan malah luput dari uluran tangan pemerintah. Sebaliknya, keluarga tergolong mampu masuk dalam daftar penerima bansos. 

Kekacauan itu terjadi akibat adanya perbedaan data di Kementerian Sosial dan data di masing-masing pemerintah daerah.

Yudas mengemukakan, dengan menggandeng para relawan, distribusi bansos akan jauh lebih efektif dan tepat sasaran. Pasalnya, jangkauan barisan relawan sudah sejak lama menyebar ke seluruh Nusantara.

“Kami punya jaringan hingga ke desa-desa terpencil, yang sangat paham mana keluarga yang dibantu atau tidak. Nah, data seperti itu sangat mungkin belum dimiliki Kementerian Sosial,” ujarnya.

Pemerintah dalam upaya mengatasi dampak ekonomi wabah corona, menggelontorkan anggaran ratusan triliun untuk bantuan sosial. Dari total anggaran Rp 405,1 triliun, bansos mendapat porsi Rp 110 triliun.

Bantuan sosial disalurkan pemerintah antara lain dalam bentuk uang tunai, bansos non tunai berupa sembako, hingga bantuan santunan kematian. []

Baca juga: 

Berita terkait
Bara JP dan Permaskku Semprot Rumah Warga di NTT
Bara JP Kupang dan Perhimpunan Mahasiswa Kabupaten Kupang (Permaskku) melakukan penyemprotan disinfektan di rumah warga di Desa Oemofa.
Bara JP dan KPN Dirikan Kampung Siaga Covid-19 di Bekasi
Bara JP Cabang Kota Bekasi, bersama KPN mendirikan Kampung Siaga Covid-19 di wilayah RT 07/RW 02, Kelurahan Bojong Rawalumbu, Kecamatan Rawalumbu.
Bara JP Bantu Warga Sawah Besar Jakarta Cegah Covid-19
Bara JP terus aktif membantu pemerintah mencegah penyebaran virus corona Covid-19 di Jabodetabek.
0
Bara JP: Agar Penyaluran Bantuan Sosial Tepat Sasaran
Agar penyaluran bantuan sosial tepat sasaran dalam situasi darurat Covid-19, pemerintah secara efektif bisa menggandeng barisan relawan. Bara JP.