Bantuan Untuk Pelaku Usaha Pariwisata Kecil dan Menengah

Pemerintah melalui Kemenparekraf/Baparekraf menggulirkan Bantuan Pemerintah bagi Usaha Pariwisata (BPUP) tahun 2021
Ilustrasi (Sumber: setkab.go.id)

Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) menggulirkan Bantuan Pemerintah bagi Usaha Pariwisata (BPUP) tahun 2021. Program ini bertujuan untuk menggairahkan kembali perekonomian dan menciptakan lapangan kerja seluas-luasnya.

“Program ini merupakan bagian dari keberpihakan kami untuk terus memberikan bantuan stimulus yang tepat sasaran, tepat manfaat, dan tepat waktu, agar terciptanya lapangan kerja seluas-luasnya, meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Menparekraf/Kepala Baparekraf Sandiaga Salahuddin Uno, dikutip dari laman Kemenparekraf, 19 November 2021.

BPUP merupakan bantuan pemerintah yang diberikan kepada usaha pariwisata skala kecil dan menengah yang terdaftar pada Sistem Online Single Submission (OSS) Kementerian Investasi/BKPM tahun 2018-2020. Bantuan ini diberikan kepada enam jenis usaha yaitu agen perjalanan wisata, biro perjalanan wisata, spa, hotel melati, homestay, dan penyediaan akomodasi lainnya.

jokowi di labuan bajoPresiden Joko Widodo dan Seskab Pramono Anung di Kompas Bajo, Puncak Waringin, NTT, 14 Oktober 2021, sore (Foto: setkab.go.id - BPMI Setpres/Laily Rachev)

Kemenparekraf mendorong para pelaku usaha pariwisata yang terdampak pandemi Covid-19 untuk dapat memanfaatkan dan mendaftarkan diri untuk mengikuti program ini.

“Kami apresiasi pelaku usaha pariwisata yang telah mendaftar BPUP. Mari ajak teman-teman pelaku usaha yang belum mendaftar namun memenuhi persyaratan untuk segera mendaftarkan usahanya dalam Program BPUP 2021,” ujar Sandiaga.

Berdasarkan informasi dari Kemenparekraf, pendaftaran penerima BPUP telah dibuka sejak tanggal 15 November dan akan ditutup pada tanggal 26 November 2021 pukul 23.59 WIB. Para pelaku usaha dapat mendaftarkan usahanya melalui laman https://bpup.kemenparekraf.go.id/.

Adapun persyaratan dokumen yang diperlukan untuk mendaftar, antara lain:

– Nomor Induk berusaha atau NIB (dapat dicek melalui laman pendaftaran);

– KTP penanggung jawab usaha (pemilik perusahaan);

– NPWP atas nama badan usaha;

– SPT Tahunan (satu tahun terakhir);

– Surat permohonan ke dinas kabupaten/kota yang membidangi pariwisata (format pada laman BPUP);

– Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) keabsahan data yang disampaikan dan ditandatangani materai Rp10.000;

– Akte pendirian;

– Anggaran Dasar serta perubahan terakhir (AD/ART); dan

– Surat Kuasa penunjukan pengelolaan rekening. (Humas Kemenparekraf/UN)/setkab.go.id. []

Protokol Kesehatan Syarat Assesment Usaha Pariwisata

Kemenparekraf Target 6.500 Pelaku Usaha Tersertifikasi

Kemenparekraf Umumkan 232 Penerima BIP 2020

Sandiaga: Pariwisata di Kawasan PPKM Level 3-4 Masih Ditutup

Berita terkait
Ragam Investasi Properti untuk Pariwisata
ektor pariwisata cukup luas, tidak hanya mencakup bisnis travel melainkan juga bisnis penginapan.
0
Hasil Pertemuan AHY dan Surya Paloh di Nasdem Tower
AHY atau Agus Harimurti Yudhoyono mengaku sudah tiga kali ke Nasdem Tower kantor Surya Paloh. Kesepakatan apa dicapai di pertemuan ketiga mereka.