UNTUK INDONESIA
Bangun Kesadaran Protkes, Polri Gandeng Ribuan Tokoh - Ormas
Polri mengaku telah menggandeng ratusan ribu tokoh dan jutaan anggota organisasi masyarakat (ormas) dalam membangun kesadaran protokol kesehatan.
Seorang warga Kota Semarang kena sanksi sosial push up di razia masker di kawasan Simpang Lima. Total ada 161 pelanggaran, 20 di antaranya disanksi sita KTP. (Foto: Tagar/Yulianto)

Jakarta - Polri mengaku telah menggandeng ratusan ribu tokoh dan jutaan anggota organisasi masyarakat (ormas) dalam membangun kesadaran protokol kesehatan (Protkes).

Hal itu disampaikan Asisten Kapolri Bidang Operasi atau Asops Kapolri Irjen Imam Sugianto dalam webinar yang bertajuk 'Menyongsong Pilkada Serentak 2020, Tertib Protokol Kesehatan Atau Kami Tindak'.

Hal itu sudah menjadi atensi Bapak Presiden (Joko Widodo atau Jokowi) untuk digelorakan betul protokol kesehatan

"Dalam membangun kesadaran kolektif protokol kesehatan berbasis komunitas organisasi masyarakat di tengah masyarakat, betul kita sinergikan dengan aparat yang ada dalam rangka membantu menegakkan protokol kesehatan," ujar Imam, Kamis, 1 Oktober 2020.

Dia melanjutkan, sampai saat ini langkah kerja sama tersebut cukup efektif untuk saling mengingatkan dalam hal penerapan protokol kesehatan di masyarakat.

"Dia (ormas dan tokoh masyarakat) betul-betul mengampanyekan protokol kesehatan, itu cukup masif di tengah lingkungan mereka berada," ucapnya.

Lebih jauh, Imam memaparkan setidaknya terdapat 152.959 tokoh yang terbagi dalam 28.300 tokoh adat, 29.450 tokoh pemuda, 38.850 tokoh agama, dan 56.350 tokoh masyarakat yang bekerja sama dengan kepolisian.

Sementara, ormas yang telah digandeng Polri sampai saat ini sudah sekitar sembilan ormas dengan keseluruhan anggota sebanyak 2.348.243 orang yang tersebar di seluruh Indonesia.

Seluruh komunitas tersebut tersebar di tempat-tempat perbelanjaan, perkantoran, permukiman, kawasan industri, transportasi publik, tempat wisata, serta kelompok hobi masyarakat.

Baca juga: Geram! Kapolri Mau Tempeleng Pilot Helikopter Polda Sultra

Baca juga: Kapolri Ancam Cari Pemain Pengganti Dirnarkoba Ayam Sayur

"Hal itu sudah menjadi atensi Bapak Presiden (Joko Widodo atau Jokowi) untuk digelorakan betul protokol kesehatan," kata dia. []

Berita terkait
Tolak Polisi Libatkan Preman, YLBHI: Makin Tidak Keruan
Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Asfinawati dengan tegas menolak polisi libatkan preman untuk protokol kesehatan di pasar.
MPR Minta Wakapolri Tinjau Dampak Berdayakan Preman
Ketua MPR Bambang Soesatyo meminta Polri meninjau kembali dampak terkait wacana digandengnya preman pasar menjadi pengawas protokol kesehatan.
Kompolnas: Pernyataan Wakapolri Soal Pakai Preman Dipelintir
Ketua Harian Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Benny J. Mamoto mengomentari ucapan Wakapolri Gatot Edy terkait penggunaan preman pasar.
0
Pria Botak di Sumut Diancam 15 Tahun Penjara, Ini Kasusnya
Pria botak di Deli Serdang, Sumatera Utara, nodai adik ipar. Penjara 15 tahun menantinya.