Bandung, (Tagar 11/1/2019) - Komandan Rindam III/Siliwangi, Kolonel Inf Indarto Kusnohadi bersama mantan atlit tinju sekaligus promotor tinju Willy Koto akan membangkitkan kembali atmosfer olahraga tinju di wilayah Jawa Barat yang makin meredup.

Indarto bersama Willy akan menggarap pertandingan tinju internasional yang melibatkan 3 negara. Adapun negara tersebut adalah Thailand yang tersohor dengan muaythai, negara pecahan Rusia, Tajikistan, dan petinju dari tuan rumah Indonesia.  

Apabila izin dan seluruh prosesnya lancar, kata Indarto, pertandingan direncakan digelar pada Senin 24 Januari 2019, mulai pukul 16.00 sampai dengan 22.00 WIB. Waktu tanding itu mungkin berdurasi lebih atau lebih singkat apabila dalam pertandingan ada yang KO.

"Detail pertandingan ini diantaranya; dua pertandingan internasional untuk tingkat asia (Thailand, Indonesia dan Tajikistan). Kemudian tingkat nasional dan untuk perbaikan tingkat. Untuk yang WBC ini, tinju untuk petinju yang sudah pensiun dan tujuannya hanya untuk mengingat (mengenang) laga tinju saja," tuturnya dalam agenda Audiensi Panitia Penyelenggara Pertandingan Tinju Internasional 3 negara, Indonesia, Thailand dan Tajikistan di Balaikota Bandung, Jumat (11/1).

Untuk pesertanya, jelas Indarto, berjumlah 12 petinju untuk masing-masing tingkatan. Jadi dua orang per-pertandingan. Pertandingan ini juga tidak diukur bersadarkan hadiah, melainkan berupa honor yang telah dibayarkan Willy.

"Semuanya sudah disupport oleh promotor, dari karcis sampai bayaran bagi petinju," jelasnya.

Namun, sabuk akan tetap dipertaruhkan untuk juara nasional. Termasuk sabuk Kapolda, Pangdam dan rencananya Gubernur Jawa Barat apabila berkenan.

"Iya akan ada hadiah sabuk tambahan. Wali Kota sudah setuju, tinggal sabuk Gubernur Jabar kita masih harus melakukan audiensi terlebih dahulu," terangnya.

Dalam pertandingan ini, tambahnya, dirinya sangat berharap selain para prajurit TNI yang diwajibkan akan menonton acara ini, masyarakat umum pun diharapkan akan ikut menonton pertandingan tinju ini.

Willy Koto menambahkan, dirinya sudah memberikan dukungan penuh baik finansial maupun non finansial untuk kegiatan pertandingan tinju. Alasannya karena melihat pertandingan tinju saat ini mulai meredup, sehingga perlu dimunculkan kembali melalui pagelaran tinju.

Sementara itu, Pemkot Bandung sebagai tempat pertandingan menuturkan akan mendukung pertandingan tinju internasional tiga negara, Indonesia, Thailand dan Tajikistan yang diselenggarakan pada Kamis (24/01/2019) di Aula Gedung Satata Sariksa Rindam, Bandung, mulai pukl 16.00 sampai 22.00 WIB.

Tinju BandungWali Kota Bandung, Oded M Danial (tengah) bersama Komandan Rindam III /Siliwangi, Kolonel Inf Infarto Kusnohadi (kiri) dan jajaran Komandan Rindam III serta jajaran dari Pemkot Kota Bandung saat berdiskusi soal rencana pertandingan tinju yang diharapkan dapat mempopulerkan olahraga yang saat ini mulai ditinggalkan. (Foto: Tagar/Fitri Rachmawati)

Dalam agenda audiensi ini,  Wali Kota Bandung, Oded M Daniel, menuturkan dirinya sangat mengapresiasi pagelaran tinju intenasional 3 negara. Dia menilai, pada prinsipnya kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan atau mempopulerkan kembali olahraga tinju di Bandung.

"Kami sangat mengapresiasi atas kegiatan ini, dan kami akan mendukung," lanjutnya.

Selain akan mendukung, Oded M Daniel pun berencana akan hadir dalam pertandingan tersebut apabila tidak ada jadwal yang penting. Adapun bentuk dan teknis dukungan yang akan diberikan oleh Pemkot Bandung untuk acara tersebut nantinya akan koordinasi dengan Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga Kota Bandung.  

"Insyallah saya akan datang, dan untuk hal-hal teknisnya silahkan koordinasi dengan Kadispora Kota Bandung," jelas dia.

Dalam audiensi tersebut, Oded selain berterimakasih atas pilihan Kota Bandung menjadi tempat untuk pelaksanaan pertandingannya. Oded pun sangat berharap apabila kegiatan ini dapat memotivasi masyarakat terutama pemuda terhadap olahraga salah satunya tinju. Namun pada intinya, diharapkan kegiatan seperti ini dapat memotivasi atau membangun karakter pemuda bandung menjadi pemuda yang tangguh dan berdaya juang tinggi.

"Saya termasuk walikota yang cukup fokus terhadap urusan pemuda. Kelompok anak muda dengan komunitas motornya kita bina, anak jalanannpun kita bina. Karena ini tugas pemerintah yang mengurusui semua hal. Untuk itu, insyallah acara ini akan kita dukung," pungkasnya.