Jakarta, (11/2/2019) - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menyayangkan, kampanye Pilpres 2019 hanya mempertontonkan aksi saling menghujat, bukan saling menyampaikan program atau visi misi.

Bamsoet, sapaan akrab Bambang Soesatyo, berharap adu hujatan dan saling serang harus segera diubah. Karena tidak akan mendidik masyarakat lebih tertarik untuk perpolitikan dan mengambil peran di panggung Pilpres.

"Nah, apa yang terjadi sekarang bukan penyampaian suatu program yang diharapkan publik tapi saling hujat, serang yang tidak bermutu. Ini harus diubah," ucap Bamsoet dikutip Antara, Minggu (10/2).

Politis Partai Golkar ini menilai, generasi milenial memiliki pengaruh yang cukup besar di Pemilu. Namun, bila perpolitikan tetap saling menghujat, para milenial juga akan jenuh.

"Kita lihat kaum milenial pengaruhnya cukup besar. Nah, kaum milenial sekarang sangat cerdik, objektif, dan mereka sekarang putus asa, lelah melihat perdebatan yang tidak subtansial," ujarnya.

Para milenial menginginkan pasangan calon menjelaskan akan di bawa kemana 5 tahun kedepan dengan program yang ada. Hal ini yang dituntut, bukan persoalan perdebatan bersifat pribadi, atau yang tidak ada kepentingan dengan kepentingan publik.

Menurutnya, model politik yang mendidik menjadi tantangan bagi kedua pasangan calon berserta timsesnya. Mengingat pertarungan isu dan elektabilitas yang sengit, sementara pencoblosan tinggal 2 bulan lagi.

"Kalau tidak diubah maka tidak ada ruang. Ini jadi tantangan kedua paslon untuk mengubah gaya campaignnya tidak mempersoalakan yang ecek-ecek tapi mempersoalkan rakyat ini," pungkas Bamsoet.