Indonesia
Baharkam Polri Gelar Kegiatan Sosial di NTB
Badan Pemelihara Keamanan (Baharkam) Mabes Polri bersama jajaran Polda NTB menggelar kegiatan sosial di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB)
Kakorbinmas Baharkam Polri Irjen Pol Drs Herry Wibowo menyerahkan bantuan kepada Inaq Nuriah, nenek renta berusia 90 tahun. (Foto: Tagar/Harianto Nukman)

Mataram - Badan Pemelihara Keamanan (Baharkam) Mabes Polri bersama jajaran Polda NTB menggelar kegiatan sosial di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kegiatan menjadi satu rangkaian dengan pemantauan pos keamanan dan pelayanan menjelang Idul Fitri 1440 Hijriah. Kakorbinmas Baharkam Polri Irjen Pol Drs Herry Wibowo langsung hadir menyaksikan kegiatan sosial di Lombok.

Herry didampingi Wakapolda NTB Brigjen Pol M Tajuddin dan Kapolres Mataram AKBP Saiful Alam, meninjau pelaksanaan kegiatan sosial Polri di sejumlah lokasi di Mataram dan Lombok Barat.

"Ada sejumlah kegiatan sosial yang dilaksanakan Polri, seperti bakti sosial, bakti kesehatan dan sambang door to door memberikan bingkisan sembako, uang, kursi roda untuk pihak keluarga KPPS yang meninggal dunia saat bertugas di Pemilu 2019," kata Kabid Humas Polda NTB AKBP Purnama, Senin 3 Juni 2019.

Menurut Purnama, dalam kegiatan tersebut, Kakorbinmas Baharkam Polri Irjen Pol Drs Herry Wibowo melakukan kunjungan dan menyerahkan bantuan kepada keluarga anggota PPS Desa Batu Kuta, Kecamatan Narmada, Lombok Barat, yang wafat ketika menjalankan tugas dalam pelaksanaan Pemilu 2019 lalu.

"Selain memberikan dukungan moril, kunjungan juga dilakukan sekaligus pemberian tali asih kepada pihak keluarga," kata Purnama.

Di Desa Baru Kuta, Herry juga menyerahkan bantuan dari Polri berupa pemberian tali asih dan bantuan kesehatan serta bantuan obat-obatan untuk Inaq Nuriah, nenek berusia 90 tahun yang selama ini hidup sendirian, di Dusun Batu Kuta Utara.

Bantuan juga diberikan ke sejumlah masyarakat lanjut usia dan beberapa warga yang menderita penyakit kelumpuhan karena faktor usia.

Saya tidak menyangka dapat bantuan dari Polri, saya sangat berteri makasih dan bersyukur

Seperti yang dilakukan di rumah Mahyuddin (62), buruh tani di Dusun Batu Kuta Utara yang mengalami kelumpuhan. Ia diberi bantuan berupa kursi roda, bingkisan tali asih dan bantuan kesehatan.

Masyarakat di Desa Batu Kuta, Kecamatan Narmada, Lombok Barat mengapresiasi kegiatan sosial yang dilakukan Polri.

"Saya tidak menyangka dapat bantuan dari Polri, saya sangat berteri makasih dan bersyukur," kata Mahyuddin, usai menerima bantuan.

Begitu pun dengan Inaq Nuriah. Nenek renta berusia 90 tahun ini mengaku terharu menerima perhatian dari Mabes Polri dan Polda NTB. Diketahui selama ini Nuriah hidup sebatang kara. "Alhamdulillah ada perhatian dari Polri, apalagi sebentar lagi Lebaran," kata Inaq Nuriah.

Kakorbinmas Baharkam Polri Irjen Pol Drs Herry Wibowo berharap bantuan yang diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan dapat membantu meringankan beban, sekaligus memberikan berbagi kebahagiaan menjelang Idul Fitri tahun ini.

Kegiatan sosial dan penyerahan bantuan ini, merupakan bentuk kepedulian Polri kepada masyarakat Indonesia, termasuk di wilayah NTB. "Kami harapkan bantuan ini bermanfaat bagi masyarakat," katanya.

Selain serangkaian kegiatan sosial, Kakorbinmas Baharkam Polri Irjen Pol Drs Herry Wibowo didampingi Wakapolda NTB Brigjen Pol M Tajuddin juga meninjau kesiapan sejumlah Posko Terpadu Operasi Ketupat Gatarin 2019 di Mataram, Lombok, NTB.

Kabaharkam Polri Komjen Pol Drs Condro Kirono beserta Kakorsabhara, Kakorpolairud dan Kapolda NTB Irjen Pol Nana Sudjana serta pejabat Baharkam lainnya melakukan kunjungan ke Pelabuhan Lembar untuk memantau arus mudik.

Jenderal bintang tiga ini juga berdialog dengan para penumpang yang akan berangkat ke Bali dan Surabaya. Respons dari masyarakat baik terhadap pelayanan dan keamanan yang ada.

Ucapan terima kasih disampaikan kepada TNI-Polri dan instansi terkait lainnya dalam menciptakan situasi dan kondisi di pelabuhan yang aman dan nyaman.[]

Baca juga:

Berita terkait
0
GBHN Hidup, Politik Nasional Dinilai Mundur
Sistem politik nasional mundur jika GBHN kembali dihidupkan. GBHN telah dikebumikan pada 2000, setelah diterapkan saat Orde Baru.