Rusia, (Tagar 6/12/2018) - Rusia akan mengembangkan rudal balistik atau ICBM yang lebih canggih, jika Amerika Serikat (AS) keluar dari pakta yang membatasi pengembangan rudal ICBM.

Dalam tanggapannya di televisi, dilaporkan Reuters, 6 Desember 2018, Putin menuduh alasan AS yang menuding Rusia melanggar pokok perjanjian INF hanya kedok, agar Washington bisa keluar dari pakta.

Menurut Putin, sudah banyak negara yang membuat rudal yang dilarang dari kesepakatan INF, namun sebelumnya Rusia dan AS telah membatasi pengembangan rudal dengan menandatangani perjanjian pada 1987.

Seperti dilansir tonnel-ufo.ru, Topol-M merupakan rudal balistik antar benua (ICBM) pertama yang dikembangkan Rusia setelah Uni Soviet pecah. Sekitar 52 Topol M berbasis silo dan 18 berbasis TEL (transporter erector and launcher) telah memperkuat Rusia, sejak Januari 2011. Rusia akan memiliki 450 hingga 500 IBMM Topol M pada 2020.

"Sepertinya rekan Amerika kita yakin bahwa situasi telah berubah dan Amerika Serikat menyadari juga harus memiliki senjata serupa. Apa tanggapan kita? tentu saja sederhana: kami juga akan membuat senjata serupa," tegas Putin.

Amerika Serikat menyampaikan ultimatum bahwa mereka akan keluar dari kesepakatan Intermediate-Range Nuclear Forces (INF) dalam jangka waktu 60 hari kecuali Rusia mematuhi penuh pokok perjanjian.

"Amerika Serikat hari ini (4 Desember) mendeklarasikan bahwa Rusia telah melanggar pokok perjanjian dan akan keluar dari kesepakatan dalam waktu 60 hari kecuali Rusia kembali mematuhi perjanjian yang diverifikasi," kata Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo, dikutip dari Sputniknews.

Stars and Stripes, surat kabar asal AS memberitakan, rudal jelajah Rusia 9M728 (kiri) dan rudal balistik jarak pendek 9M723 (kanan). AS mengatakan rudal 9M729 Rusia melanggar pakta INF.

Kejadian saling menyalahkan bukan yang pertama kali, berulang kali Rusia dan AS saling menuduh masing-masing pihak melanggar pakta INF, yang ditandatangani oleh pemimpin Uni Soviet Mikhail Gorbachev dan Presiden AS Ronald Reagan, mereka sepakat menghancurkan seluruh rudal jelajah balistik dengan jarak antara 540 hingga 5.471 kilometer.

Kejadian saling tuduh ini terjadi karena kecemasan AS akan pengembangan rudal jelajah terbaru Rusia, yakni rudal 9M729 yang mampu menempuh jarak 500 hingga 5.500 kilometer.

Sementara, Rusia khawatir terhadap sistem pertahanan Aegis Ashore milik AS yang dipasang di Eropa Timur. Rusia merasa sistem itu dirancang untuk tujuan menyerang, termasuk pemasangan rudal jelajah jarak menengah Amerika Serikat yang terkenal, Tomahawk. []