UNTUK INDONESIA
Ancam Boikot Pemilu, Ribuan Warga Pati Tuntut Normalisasi Sungai Juwana
Ancam boikot pemilu, ribuan warga Pati tuntut normalisasi Sungai Juwana. “Tolong sampaikan aspirasi rakyat Pati Selatan kepada Presiden Jokowi,” kata Ahmadi.
Ribuan warga dari lima kecamatan di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, berunjuk rasa menuntut Pemerintah Pusat agar melakukan normalisasi Sungai Juwana, di depan DPRD Pati, Kamis (5/4). (Foto: Ant/Akhmad Nazaruddin Lathif)

Pati, (Tagar 5/4/2018) – Mengusung sejumlah poster dan spanduk yang dilengkapi foto bencana banjir yang melanda wilayah Pati Selatan, ribuan warga Kabupaten Pati, Jawa Tengah (Jateng), menggelar aksi unjuk rasa, menuntut agar DPRD Pati dan Pemerintah Kabupaten Pati menyampaikan aspirasi kepada Pemerintah Pusat agar melakukan normalisasi Sungai Juwana, Kamis (5/4).

Aksi unjuk rasa digelar di depan gedung DPRD Pati di Jalan Wahidin. Foto-foto bencana banjir yang melanda wilayah Pati Selatan yang mereka bawa meliputi Kecamatan Sukolilo, Kayen, Tambakromo dan Gabus, serta tulisan tuntutan normalisasi Sungai Juwana.

Dalam unjuk rasa tersebut, pengunjuk rasa dari wilayah Pati Selatan sempat melakukan aksi saling dorong dengan aparat kepolisian yang berjaga-jaga di depan pintu masuk gedung DPRD Pati.

"Keinginan rakyat Pati Selatan cukup sederhana, menginginkan adanya normalisasi Sungai Juwana agar dampak banjir tidak terjadi di wilayah Pati Kidul," kata salah satu orator aksi Ahmadi di Pati, Kamis (5/4).

Dia meminta agar anggota DPRD Pati maupun Bupati Pati Haryanto menyampaikan aspirasi rakyat Pati Selatan kepada Presiden Joko Widodo.

"Setidaknya, jika aspirasi masyarakat segera disampaikan setidaknya tahun 2019 bisa direalisasikan normalisasi sungai," ujarnya.

Menurut dia, mereka juga turut bertanggung jawab atas kondisi yang dialami warga yang tersebar di 38 desa dari lima kecamatan.

Bahkan, lanjut dia, petani sangat gelisah karena setiap mau panen tanaman padi selalu dilanda banjir sehingga mengalami kerugian.

Dampak banjir yang tidak segera surut, akhirnya juga mengakibatkan petani tidak bisa tanam.

Akibat dampak tersebut, kata dia, potensi kerugian yang dialami warga, khususnya petani setiap tahun mencapai Rp 800 miliar.

Pada kesempatan tersebut, warga juga menuntut penertiban kapal di sepanjang Sungai Juwana agar perairan lancar dan tidak terhambat kapal yang bersandar.

"Tanpa dukungan petani, tentunya program swasembada pangan di Tanah Air tidak akan berhasil," ujarnya.

“Apabila tidak direalisasikan, warga dari Pati Selatan mengancam memboikot Pemilihan Umum 2019,” imbuhnya. (ant/yps)

Berita terkait
0
Dugaan Sistem IT Tokopedia Tak Tangguh, Gampang Diretas
Sistem teknologi informasi (IT) di Tokopedia diduga tak tangguh menyusul kabar dibobolnya data pribadi pengguna e-commerce itu.