Amerika Serikat Pakai Vaksin Virus Corona Pfizer-BioNTech

Panel FDA setujui penggunaan vaksin virus corona (Covid-19) produksi raksasa farmasi dunia yaitu Pfizer (AS) dan BioNTech (Jerman)
Ilustrasi: Jarum suntik terlihat di depan logo Biontech dan Pfizer yang diambil pada 10 November 2020 (Foto: english.alarabiya.net/Reuters)

Jakarta - Setelah pembahasan selama sembilan jam, panel khusus Badan Pengawas Makanan dan Obat-obatan Amerika Serikat (AS) (Food and Drugs Administration/FDA), 10 Desember 2020, menyetujui penggunaan darurat vaksin virus corona (Covid-19) yang dikembangkan oleh raksasa farmasi Pfizer dan BioNTech Jerman.

Keputusan itu diambil ketika AS terus mengonfirmasi jumlah rekor kasus virus korona. Menurut data Universitas Johns Hopkins, hingga Kamis, 10 Desember 2020, malam, AS telah mencatat 15,5 juta kasus dan lebih dari 291.000 kematian.

Dari 22 anggota panel khusus FDA, 17 menyatakan setuju, empat mengatakan tidak setuju dan satu abstain untuk pertanyaan: “Berdasarkan totalitas bukti ilmiah yang tersedia, apakah manfaat vaksin Covid-19 Pfizer/BioNTech lebih besar daripada risikonya untuk digunakan pada individu berusia 16 tahun ke atas?”

Dengan rekomendasi izin penggunaan darurat oleh Komite Penasihat Vaksin dan Produk Biologis Terkait itu, FDA kemungkinan akan memberikan persetujuan akhir paling cepat pada Jumat, 11 Desember 2020 atau Sabtu, 12 Desember 2020. Pemerintah AS akan segera mengirimkan 6,4 juta dosis vaksin ke seluruh negeri, dengan prioritas utama pada pekerja perawatan kesehatan garis depan.

Militer AS juga akan memprioritaskan pekerja perawatan kesehatannya untuk alokasi awal vaksin Pfizer / BioNTech, yang jumlahnya hanya kurang dari 44 ribu dosis.

Seorang juru bicara Pentagon, Rabu, 9 Desember 2020, mengatakan kepada wartawan militer akan memulai suntikan "dalam satu atau dua hari" setelah FDA menyetujui otorisasi penggunaan darurat. Vaksinasi awalnya akan bersifat sukarela tetapi bisa wajib setelah vaksin mendapat izin penuh.

Pertemuan pada Kamis, 9 Desember 2020, diadakan sehari setelah Amerika mencatat lebih dari 3.000 kematian Covid-19 dalam satu hari, untuk pertama kalinya selama pandemi yang sudah berlangsung hampir setahun.

Vaksin Pfizer / BioNTech unggul dalam upaya global untuk mengembangkan vaksin melawan virus corona yang menyebabkan penyakit Covid-19. Inggris menjadi negara Barat pertama yang memulai penyuntikan massal obat itu pada Selasa, 8 Desember 2020, hanya beberapa hari setelah badan pengatur medis pemerintah menyetujui obat tersebut (my/pp)/voaindonesia.com. []

Berita terkait
Amerika Serikat Segera Dapat Persetujuan Vaksin Virus Corona
Setelah lebih dari 15,3 juta wargaAS terpapar virus corona, AS akan segera mendapatkan persetujuan penggunaan vaksin virus corona
100 Hari Joe Biden Vaksinasi 100 Juta Warga Amerika Serikat
Presiden AS terpilih, Joe Biden, menetapkan target 100 juta vaksinasi virus corona (Covid-19) dalam 100 hari pertama dia menjabat sebagai presiden
Tiga Mantan Presiden Amerika Serikat Vaksinasi Virus Corona
Tiga mantan Presiden AS yaitu George W. Bush, Bill Clinton dan Barack Obama mengatakan mereka bersedia divaksinasi virus corona secara terbuka
0
Sempat Diterpa Badai Seroja, Mensos Targetkan Pemulihan NTT Juni 2021
Menteri Sosial Tri Rismaharini, menargetkan dana bantuan sosial untuk pemulihan NTT yang terkena Badai Seroja dapat disalurkan Juni ini.