Akhyar - Salman Perlihatkan Ketidakpahaman Soal Medan Clean Track

Pasangan calon Wali Kota-Wakil Wali Kota Medan nomor urut 1, Akhyar Nasution-Salman Alfarisi, bungkam dan mengalihkan isu soal Medan Clean Track.
Paslon nomor urut 1, Akhyar Nasution-Salman Alfarisi (AMAN) tak berkutik dalam debat publik sesi kedua saat ditanya seputar Medan Clean Track oleh paslon nomor urut 2 Bobby Nasution-Aulia Rachman. (Tagar/Andi Nasution)

Medan - Pasangan calon Wali Kota-Wakil Wali Kota Medan nomor urut 1, Akhyar Nasution-Salman Alfarisi (AMAN), bungkam dan mengalihkan isu yang ditanyakan paslon nomor urut 2, Bobby Nasution-Aulia Rachman menyoal seputar Medan Clean Track.

Menanggapi itu, akademisi dari Universitas Medan Area (UMA), Ara Auza mengatakan, ada etika dalam debat, yaitu menanya dan ditanya, serta siap dikonfirmasi seputar pernyataan mengenai suatu isu atau permasalahan yang menjadi pembahasan dalam perdebatan.

Ini menunjukkan ketidakpahaman paslon Akhyar-Salman (AMAN) terhadap konteks Medan Clean Track

"Menghindari pertanyaan atau tidak menanggapi pertanyaan, bukanlah sesuatu hal yang baik dalam konteks debat," ujar Sekretaris Program Studi Ilmu Komunikasi UMA dihubungi Tagar, Selasa, 24 November 2020.

Berkaitan dengan Medan Clean Track yang tak dapat dijawab Akhyar, kata dia calon tersebut menunjukkan ketidakpahaman terhadap konteks yang tengah dibahas. 

"Ini menunjukkan ketidakpahaman paslon Akhyar-Salman (AMAN) terhadap konteks Medan Clean Track," ujarnya.

Menurutnya, setuju atau tidak mengenai Medan Clean Track, pasangan nomor urut 1 itu semestinya tetap memberikan jawaban atau pandangannya. 

"Harusnya tetap dinyatakan, bukan malah diam atau mengalihkan pembahasan ke isu lain," ujar Ara.

Kendati demikian, ia menyebut bahwa kejadian itu bukan kali ini saja terjadi. Dia berpandangan, banyak pasangan calon yang tidak siap menjawab isu dalam debat publik pemilihan calon kepala daerah.

"Pada debat Pilgub Sumut 2018, salah satu kandidat tidak dapat menjawab mengenai stunting. Pada konteks itu, menunjukkan ketidakpahaman calon kepala daerah terhadap sebuah isu. Ini bisa berakibat fatal terhadap satu daerah bila kandidatnya tidak memahami satu konteks yang ada di daerahnya," tutur Ara.

Sebelumnya, pasangan calon Wali Kota-Wakil Wali Kota Medan nomor urut 1, Akhyar Nasution-Salman Alfarisi (AMAN), dibuat tak berkutik oleh kompetitornya paslon nomor urut 2, Bobby Nasution-Aulia Rachman.

Kejadian itu berlangsung dalam debat publik kedua di Grand Mercure Hotel Medan, Sabtu, 21 November 2020.

Ketidakberdayaan Akhyar berawal saat Bobby Nasution menanyakan soal Medan Clean Track, atau program pelacakan truk sampah yang dapat diketahui secara real time, serta bisa mengecek rute truk pembawa sampah hingga ke tempat pembuangan akhir.

Program itu tidak dilanjutkan saat Akhyar masih menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Medan. Bahkan, Bobby menanyakan ini sampai tiga kali, namun jawaban dari Akhyar justru persoalan lain.

Tidak hanya Bobby, pendampingnya Aulia Rachman juga meminta paslon dari kubu petahana untuk memberikan jawaban yang logis, namun tetap tidak dijawab.

"Ini sudah kali ke 3 saya bertanya. Saya tidak tahu, apakah udak Akhyar tidak mau menjawab atau memang tidak bisa menjawabnya," ucap Bobby. []

Berita terkait
Akhyar Sebut Flying Garden Tuk Banjir, Bobby Balas Kurangi Polusi
Menanggapi Bobby Nasution menyanggah pernyataan Akhyar yang berpasangan dengan Salman Alfarisi (AMAN) usungan Demokrat dan PKS.
Taman Langit Akhyar-Salman Jadi Sorotan
Pernyataan Paslon urutan 1 di Pilkada Medan yang ingin membuat taman langit menjadi sorotan
Bobby Nasution Patahkan Program Ibu Menyusui Akhyar Nasution
Bobby Nasution mematahkan program ibu menyusui yang disiapkan oleh calon Wali Kota nomor urut 1, Akhyar Nasution.
0
Sempat Diterpa Badai Seroja, Mensos Targetkan Pemulihan NTT Juni 2021
Menteri Sosial Tri Rismaharini, menargetkan dana bantuan sosial untuk pemulihan NTT yang terkena Badai Seroja dapat disalurkan Juni ini.