Ajudan Presiden Soekarno, Pria Ini Akui Aset Miliaran Dolar

Pria itu mengaku sebagai mantan ajudan Presiden Soekarno yang memiliki surat utang senilai 2 miliar dolar AS dan 15 miliar dolar Hongkong.
Seorang pengunjung duduk di depan banner Soekarno dan Nelson Mandela di Bandung. (Foto: Tagar/Bay Ismoyo/AFP Via Getty Images)

Jakarta - Seorang pria tua berinisial IG, 73 tahun diciduk Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Metro Jakarta Pusat karena diduga melakukan penipuan. Pria itu mengaku sebagai mantan ajudan Presiden Soekarno yang memiliki surat utang senilai 2 miliar dolar AS dan 15 miliar dolar Hongkong atau setara Rp 54 triliun lebih.

IG mengincar korbannya dengan mengaku-ngaku sebagai orang berpengaruh yang tengah membutuhkan bantuan untuk mencairkan surat utang.

"Kepada korbannya dia mengaku sebagai seorang purnawirawan dengan pangkat Letjen dari satuan Angkatan Udara. Dia juga mengaku sebagai mantan ajudan Presiden Pertama RI Soekarno. Di samping itu IG juga mengaku bergelar profesor," ujar Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Burhanudin, Selasa, 16 Februari 2021.

Kejadian bermula saat korban berinisial J diajak berkenalan oleh IG dengan membawa gelar profesional dan seakan-akan memiliki relasi dengan orang-orang yang memiliki pengaruh besar.

J yang mulai percaya pada IG pun diminta untuk untuk mencairkan surat hutang berupa bank note dari bank HSBC oleh IG.

Kepada korban, IG mengaku bank note miliknya itu senilai 15 miliar dolar Hongkong. Di samping itu IG pun menambah permintaan agar J bisa mencairkan dananya untuk block of fund miliknya di BNI yang diakuinya bernilai 2 miliar dolar AS.

"IG membuat perjanjian seakan-akan setelah dana-dana itu dicairkan dalam waktu dua bulan, dana itu bisa dibagi dua. Nantinya untuk korbannya 50 persen, sisanya untuk tersangka," ujar Burhanuddin.

Karena J terlanjur mempercayai IG dengan gelar dan latar belakang relasi palsunya itu maka J pun terpedaya dan memberikan uang sejumlah Rp 20 juta kepada tersangka yang diakui tersangka sebagai dana penjaminan.

"Korban percaya dengan dokumen dan benda-benda yang dimiliki tersangka. Seperti tumpukan uang yang diperlihatkan tersangka kepada korban," ujar Burhanuddin.

Setelah sadar dananya tak kembali dan IG menghilang tanpa kabar akhirnya J melaporkan kejadian itu ke Polres Metro Jakarta Pusat.

Polisi melakukan penelusuran dan menemukan fakta bahwa baik bank note maupun block of fund yang dimiliki IG hanyalah kebohongan.

"Gelar yang diakui hingga pekerjaannya pun setelah kami periksa ya palsu. Itu bohong dan gak ada," ujar Burhanuddin.

IG pun akhirnya berhasil diringkus oleh tim dari Unit Reskrimsus Polres Metro Jakarta Pusat dan ditemukan berbagai barang bukti unik dan aneh dari tersangka.

Ada pun barang- barang yang diamankan adalah korek api berbentuk pistol yang diakui IG kepada korbannya sebagai senjata yang digunakan saat menjadi ajudan Sukarno, lalu beberapa keris palsu yang dibalut dengan warna emas, hingga tumpukan uang mainan nominal Rp 100 ribu dengan stiker bertulisan 'Om telolet Om'.

"Atas perbuatannya tersangka IG kita jerat  dengan pasal 378 dan pasal 372 tentang penipuan dan penggelapan. Ancamannya empat tahun kurungan penjara," ujar Burhanuddin dikutip Antara.[]

Berita terkait
Cerita PSK Cantik Tertipu Tamunya Sendiri di Yogyakarta
Seorang PSK tertipu setelah terbujuk rayu oleh tamunya sendiri. Uang Rp 25 juta miliknya hasil kerja menjual jasa digondol si hidung belang.
10 Fakta Modus Penipuan E-commerce Grab Toko
Kasus penipuan online terbaru. Grab Toko berani tawarkan diskon "gila-gilaan" pada pembeli. Ternyata barang tak kunjung datang.
Polisi Tangkap Pelaku Penipuan Arisan Ratusan Juta di Aceh
Polres Lhokseumawe menangkap pelaku penipuan modus arisan. Dengan total kerugian mencapai Rp 176 juta. Begini modusnya.
0
Kimia Farma Impor Vaksin Shinoparm 7,5 Juta Dosis
Kimia Farma sudah menandatangani perjanjian kerja sama dengan produsen vaksin Shinoparm untuk impor 7,5 juta vaksin program gotong royong.