Jakarta, (Tagar 12/1/2019) - Andi Analta Baso Amier kakak angkat Ahok Basuki Tjahaja Purnama mengatakan pihak keluarga tidak akan melakukan penyambutan secara berlebihan pada Ahok yang akan bebas dari penjara pada Kamis 24 Januari 2019.

Keputusan tersebut, kata Andi, sebagai pencegahan agar momentum bebasnya mantan Bupati Belitung Timur dan mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut tidak dimanfaatkan untuk kepentingan pihak-pihak yang selama ini memusuhi Ahok.

"Tidak ada. Kita dari pihak keluarga justru sibuk menjawab banyak kawan-kawan Ahok yang ingin melakukan penyambutan. Anak sekolah, kelompok milenial, semua mau nyambut," tutur Andi Analta dalam wawancara khusus dengan Tagar News di kediamannya di kawasan Wijaya 1, Jakarta Selatan, Selasa malam (8/1).

"Gak usah lah terlalu euforia berlebihan seperti itu. Terlalu banyak risiko. Kalau ada yang menunggangi bagaimana? Jangan sampailah kita buka celah adanya penumpang gelap," lanjut Analta.

Lebih lanjut, Andi mengatakan Ahok juga tidak menginginkan adanya penyambutan yang berlebihan pada saat ia bebas nanti. 

Meski tidak secara tegas, menurut Andi, Ahok tidak mau pihak Lapas dan Kepolisian menjadi repot lantaran harus melakukan pengamanan di sekitar Lapas apabila  terjadi kerumunan massa yang melakukan penyambutan.

"Ahok juga menyampaikan kepada saya sebagai kakaknya, 'Kak, itu yang namanya pihak Mako sangat mengharapkan untuk tidak diberikan pekerjaan (tambahan) lagi'. Maksudnya, kalau nanti ada clash atau bagaimana kan akan susah mengurainya," papar Andi.

Andi Analta dan keluarga justru mendorong pihak terkait untuk merahasiakan waktu keluarnya Ahok dari Rutan Mako Brimob. Atau menyusun skenario sedemikian rupa untuk mengamankan Ahok menggunakan pintu keluar yang selain pintu utama.

"Kami justru mendorong kepada pihak Mako untuk menyusun sebuah cara untuk bagaimana Ahok keluar dengan aman. Karena sekarang ini ya, media. Salah senyum aja bisa masalah nanti. Caranya ya, kalau saya jadi pejabat yang berwenang, jamnya saya akan rahasiakan dong, akan saya keluarkan lewat pintu sebelah dong," ujar Andi.

Ahok BTP akan menghirup udara bebas setelah menjalani hukuman penjara sejak 9 Mei 2017, akibat terpeleset kasus penistaan agama dalam pidatonya di Kepulauan Seribu pada tahun 2016. []