Indonesia
Acungkan Parang ke Polisi, Maling Ternak Ditembak
Residivis maling ternak terpaksa dilumpuhkan karena berusaha kabur dan melawan saat ditangkap.
Polisi mengamankan pelaku pencurian ternak di Bima, NTB. (Foto: Istimewa)

Bima - Residivis maling ternak berinisial Chan (29) ditangkap polisi saat beraksi di jalan lintas batas Kota Bima, NTB. Polisi terpaksa melumpuhkan pelaku karena berusaha kabur dan melawan saat ditangkap.

"Pelaku melawan. Terpaksa dilumpuhkan karena dia mencoba kabur. Masuk penjara lebih dari sekali, kasus pencurian juga," ungkap Kasat Reskrim Polres Bima Kota Iptu Hilmi Manossoh Prayugo, Rabu 5 Juni 2019.

Pelaku bersama rekannya mencuri kambing di Kelurahan Dara, Kota Bima pada Rabu pekan lalu. Ke dua pelaku kabur membawa hasil curiannya menggunakan sepeda motor Suzuki Satria Fu 150.

Polisi kemudian melakukan pengejaran dan penghadangan. Aksi kejar-kejaran pun terjadi. Pelaku juga sempat menendang salah satu personel polisi dan mengacungkan parang.

Peringatan tembakan ke udara sebanyak tiga kali diberikan polisi agar pelaku berhenti, namun tidak dihiraukan.

"Tim pun mengambil tindakan tegas dan terukur dengan menembak ke arah kaki pelaku," kata Hilmi.

Tembakan itu membuat Chan yang berada di boncengan belakang terjatuh dari sepeda motor. Chan kemudian diamankan. Pelaku lainnya bernama Yan berhasil kabur.

Selang beberapa hari kemudian, pada Sabtu 1 Juni 2019 sekitar pukul 12.30 WITA, polisi menangkap Yan di rumahnya.[]

Baca juga:

Berita terkait
0
UAS Diduga Hina Kristen, Berikut Transkrip Lengkapnya
Berikut isi pernyataan UAS yang viral menyatakan salib dan patung jin kafir. Video tersebut telah dilaporkan ormas Brigade Meo.