Jakarta - AC Milan beruntung mendapat bantuan dari rival satu kota, Internazionale. Bila Inter gagal menahan imbang AS Roma, maka Milan kehilangan tempat di zona Liga Champions. 

Milan kehilangan poin saat menghadapi Parma di kompetisi Serie A Italia. Dalam duel di kandang Parma di Stadion Ennio Tardini, Sabtu, 20 April 2019, Milan sudah unggul lebih dulu. Namun tiga menit menjelang bubaran, gawang Milan kebobolan sehingga laga berakhir imbang 1-1. 

Beruntung, Roma yang menjadi rival Milan dalam perebutan tempat di empat besar juga kehilangan poin saat tandang ke kandang Inter. Dalam duel di Stadion Giuseppe Meazza, Minggu, 21 April 2019, dinihari WIB, Inter dan Roma bermain imbang 1-1. 

Hasil itu menjadikan Milan masih bertahan di zona Liga Champions. Mereka menduduki peringkat empat dengan poin 56. Unggul satu poin dari Roma yang berada di posisi enam. Inter sendiri masih nyaman di posisi tiga dengan poin 61. 

Hanya perseteruan Milan dan Roma masih berlanjut karena kompetisi belum berakhir. Ini yang harus diperhitungkan pelatih Milan Gennaro Gattuso. Saat liga tinggal menyelesaikan lima pertandingan lagi, performa Rossoneri masih labil. Di lima pertandingan terakhir, termasuk melawan Parma, mereka hanya sekali meraih kemenangan saat melawan Lazio.

Sebaliknya, Roma lebih konsisten dan mampu menghadapi tekanan saat berada di situasi kritis. Di lima laga terakhir, mereka hanya sekali kalah saat dibantai Napoli 1-4. Keberhasilan meraih delapan poin, termasuk bermain imbang 1-1 melawan Inter menjadikan Roma mampu membayangi Milan. 

Gattuso sendiri mengritik performa timnya. Menurut dia Parma justru bermain lebih baik dibandingkan Milan. "Kami bermain buruk dan lambat di babak pertama. Ini bukan performa terbaik kami. Terus terang kami hanya beruntung bisa mencetak gol dan Parma mampu membalasnya lewat tendangan bebas yang bagus," kata Gattuso.

"Parma layak mendapat poin. Secara fisik, mereka lebih baik dibandingkan kami. Tak heran saat bertahan mereka bisa melakukannya dengan lima pemain. Parma juga lebih termotivasi dibandingkan kami,"ujarnya.

Eks gelandang Milan ini juga menilai bila timnya terlihat naif saat melawan Parma. Tak heran bila mereka bisa kebobolan saat menghadapi bola mati tim lawan

"Kami terlalu naif, misalnya saja saat menghadapi tendangan bebas. Mungkin saya bukan sosok pelatih yang baik untuk menjelaskan kepada pemain betapa pentingnya detil di pertandingan. Pemain mungkin tak memahami betapa pentingnya hal-hal kecil," kata Gattuso lagi.

Gattuso berharap Milan bisa mempertahankan posisi di empat besar. "Kami tahu menghadapi kesulitan. Tetapi kami harus menatap ke depan. kami lebih melakukan lebih baik lagi," pungkasnya. []

Baca juga:

Kemenangan AC Milan Digagalkan Parma

Milan Taklukkan Lazio, Duel Diakhiri Keributan