95% Kematian Covid-19 di Amerika Menimpa Warga yang Belum Divaksin

Kepala badan urusan kesehatan masyarakat AS mengatakan dia khawatir akan meningkatnya kasus Covid-19 baru di negara itu
Pengunjung terima vaksin Covid-19 dengan berhadiah undian tiket nonton "Hamilton" di Pantages theatre di Los Angeles, California, AS, 12 Juni 2021 (Foto: voaindonesia.com/Reuters)

Jakarta - Kepala badan urusan kesehatan masyarakat, Surgeon General AS, Dr Vivek Murthy, pada Minggu, 18 Juli 2021, mengatakan dia khawatir akan meningkatnya kasus virus corona (Covid-19) baru di negara itu. Dia mengatakan perusahaan-perusahaan media sosial ikut menyebabkan hal itu karena kurang melakukan upaya yang cukup untuk menghapus misinformasi mengenai vaksinasi.

"Saya khawatir dengan apa yang kita saksikan," kata Murthy kepada “Fox News Sunday.” Sekitar 29 ribu kasus baru didiagnosis setiap hari di AS, tingkat yang kurang lebih sama dengan April 2020 ketika pandemi pertama kali menyapu negara itu. Varian delta yang sangat menular sangat problematik. “Pandemi belum usai," kata Murthy.

“Kabar baiknya adalah orang-orang yang sudah divaksin sangat terlindungi," ujar Murthy. Namun, dia mencatat bahwa 95% kematian yang kini terjadi di AS, lebih dari 250 sehari, adalah orang-orang yang belum divaksin.

Senada dengan pernyataan Presiden Joe Biden, Murthy mengatakan orang-orang "dihujani dengan misinformasi," mengenai vaksin yang dikatakan tidak aman atau tidak perlu.

covid amerikaIlustrasi; Poster di AS yang sebut Covid-19 sebagai kebohongan (Foto: timesofsandiego.com/Chris Stone)

Presiden Biden pekan lalu mengatakan misinformaasi yang diunggah ke media sosial "membunuh orang-orang," dan bahwa, "Satu-satunya pandemi yang kita miliki adalah di kalangan yang belum divaksin."

Situs Facebook yang digunakan oleh jutaan warga AS mengatakan telah menghapus 18 juta misinformasi terkait Covid-19. Murthy mengatakan, "Yang mereka lakukan tidak cukup. Niatnya baik, tapi saya meminta mereka untuk melakukan lebih banyak lagi." (vm/jm)/voaindonesia.com. []

Berita terkait
Biden Desak Anak Muda Amerika Jalani Vaksinasi Covid-19
Pemerintahan Biden mendesak lebih banyak dewasa muda untuk divaksinasi Covid-19 melalui media sosial dan dengan bantuan selebritas populer
Biden Sebut Ada Media Sosial Jadi Pembunuh Terkait Covid-19
Biden sebut media sosial itu "membunuh orang-orang" dengan membiarkan misinformasi tentang vaksin Covid-19 merajalela
Kasus Covid-19 di Amerika Naik Berlipat Ganda Dalam 3 Pekan
Kurva Covid-19 di AS meningkat lagi setelah berbulan-bulan turun, jumlah kasus baru per hari berlipat ganda dalam tiga pekan belakangan ini
0
95% Kematian Covid-19 di Amerika Menimpa Warga yang Belum Divaksin
Kepala badan urusan kesehatan masyarakat AS mengatakan dia khawatir akan meningkatnya kasus Covid-19 baru di negara itu